Sialan Leo, dia memberikan hadiah yang membuat ku kesal, coba bayangkan dia memberikan hadiah berupa Lingerie, DVD film Blue dan juga note yang bikin aku semakin merasa kesal.
"Berikan adik mu ini keponakan laki-laki kak".
Sungguh mengidam apa mommy dulu hingga Leo bisa menjadi adik yang paling mengesalkan sedunia, mungkin.
Saat aku bergerilya dengan kekesalan ku kepada Leo, ku dengar suara pintu kamar mandi terbuka, ku dongakkan wajah ku.
Ku lihat alfaro keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai kaos dan boxernya.
Ia berjalan menuju kasur king size ku untuk bersiap tidur, aku sendiri sudah membersihkan make up dan juga sudah mandi.
"Apa aku boleh liat hadiah apa yang diberikan Leo untuk pernikahan kita?".
Saat mendengar itu aku segera menatapnya dan segera mengambil kotak hadiah dari Leo, ku lihat Alfaro memincingkan matanya.
"Tidak boleh". Jawab ku dengan cepat, karna aku tak ingin Alfaro tau dengan kelakuan adik nakal ku itu.
"Ah baiklah, kalau tidak boleh". Aku pun bernafas lega saat Alfaro tidak kepo lagi dengan hadiah dari Leo.
"Sekarang tidurlah". Lanjut nya dan siap untuk berbaring tidur.
Aku hanya mengangguk dan mengikutinya berbaring.
Saat aku mencoba memejamkan mata, di saat itu lah ponsel ku berbunyi, aku segera mengangkatnya tanpa melihat ID namanya, Alfaro yang tadi nya sudah menutup mata terbangun dan menatap ku.
Via Telpon
"Hallo".
"Hallo Bu, bisa kah anda datang ke kantor sekarang?".
Saat mendengar itu aku pun segera melihat nama pemanggil, dan ini adalah nomor kantor.
"Ada apa?".
"Begini Bu, tadi ada segerombolan pria berbaju hitam datang kekantor dan mengacak-acak kantor".
Saat mendengar itu aku pun segera mematikan sambungannya dan beranjak mengambil jaket ku dan mengambil kunci mobil ku.
Alfaro yang melihat ku, pun bertanya dengan penasaran.
"Ada apa pril?".
"Kantor ku ada yang mengacak-acak, dan aku harus kesana". Ucap ku tergesah-gesah dan keluar dari kamar.
"Aku akan temani". Ucapnya cepat dan mengambil kunci mobil yang ada di genggaman tangan ku.
"Tapi al--"
"Sudah ayo".
Aku pun hanya pasrah dan menurut.
Aku dan alfaro berada di jalan untuk menuju kantor ku.
Tak berapa lama kami pun sampai, aku segera turun dari mobil, dan disusul oleh alfaro.
Aku berjalan masuk mencari Pak Asep security kantor ku, saat aku masuk kedalam kantor.
Aku hanya bisa Memandang dengan tatapan tidak percaya, kantor seperti terkena badai tsunami yang sangat dasyat.
Alfaro pun Juga sama tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Bu". Panggilan itu pun sontak membuat ku dan alfaro membalikkan badan dan melihat Pak Asep dengan wajah yang sudah babak belur.
"Astaga Pak".
"Bagaimana ini terjadi pak?". Tanya ku yang tak percaya dengan keadaan Pak Asep sekarang.
"Tadi saat saya berkeliling di dalam kantor dan saya turun untuk kembali ke pos security, saya melihat segerombolan pria bertubuh tinggi dan berpakaian serba hitam, mereka mengacak-acak kantor ini, saya pun yang melihat segera menghampiri Mereka tapi jumlah mereka sangat banyak bu, saya pun di pukuli oleh mereka". Aku dan Alfaro hanya diam mendengarkan Pak Asep bercerita kronolgis yang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arrogant CEO [END]
Romance#Sequel Fall in love with CEO Elvina Aprillya Fendrick adalah wanita satu-satunya yang menjabat sebagai CEO di negara ini. Elvina memiliki sifat yang hampir sama dengan sang daddy yaitu Digo Fariz Fendrick yang mungkin lebih, karna elvina memiliki s...
![Arrogant CEO [END]](https://img.wattpad.com/cover/99075973-64-k198823.jpg)