Epilog

481 27 1
                                    

Semuanya telah usai, belahan jiwaku dan separuh nafas ku telah pergi.. aku menyesal telah menyia-nyiakan waktu yang telah pencipta berikan kepada ku, Tuhan tolong jaga dia, jaga permata hati ku, buatlah dia selalu tersenyum disana, dan terima kasih telah memberikan ku banyak pelajaran dan terima kasih untuk kepercayaannya sampai detik ini.

Elisa Kirana Fendrick mami dan semuanya selalu menyayangimu, kamu permata hati mami, kami semua menyayangimu...

Maafkan semua kesalahan mami sayang, meskipun ragamu tak ada disini tapi dihati mami dan semuanya kamu selalu ada dihati kami, do'a kan mami dari sana ya sayang, sekali lagi maafkan mami belum bisa membahagiakanmu, tapi mami janji akan selalu ada di samping papi seperti yang anak mami inginkan, mami hanya bisa bilang maaf dan maaf sama Elisa.

Elisa janji ya sama mami, di sana di samping Maha Kuasa Elisa harus bahagia.

Kecup sayang dari mami dan keluarga disini.
_______________________________

Entah sudah berapa jam dan entah berapa bulan aku hanya bisa duduk diam dengan menatap foto-foto mendiam buah hati ku, pelita hati ku, aku menyesel sekarang, menyesal telah menyia-menyiakan waktu yang berharga selama 5 tahun ini, Ya Tuhan ampuni dosa ku dan berikan kecerian dan kebahagiaan untuk anak ku.

"Ikhlaskan Prill, jangan berlarut dalam kesedian karena itu bisa membuat Elisa bersedih diatas sana melihat mu". Aku tau Alfaro juga bisa merasakan kesedihan ku karena ia juga sama menyesalnya dengan ku.

Aku pun segera memeluknya, meluapkan tangisan ku yang sedari tadi hanya bisa menangis dalam diam.

Alfaro balas memeluk ku dan mengusap rambutku, mencoba menenangkan tangisan ku.

"Aku mami yang gak baik buat Elisa".
"Aku belum bisa membahagiakan dia Al".
"Tapi kenapa Tuhan mengambilnya dari aku". Rancauku yang tak bisa menghilangkan rasa menyesalku selama ini.

"Tenang Prill, kita harus ikhlas.. semua umur sudah digariskan oleh Sang Maha Kuasa, kita hanya bisa do'a dan berdo'a semoga Putri cantik kita bahagia disana disamping Sang Maha Kuasa, jujur Prill... aku juga sama menyesalnya dengan mu tapi aku harus gimana? Jika bisa meminta aku pasti akan menukarkan nyawa ku untuk Elisa, tapi semuanya sudah menjadi garisnya". Ucapan Alfaro sukses membuat bungkam dan menangis dalam diam.

"Maafkan aku Al, seandainya dulu aku tak egois menyembunyikan Elisa maka kamu pasti-".

"ssttt sudah ya gak usah di lanjutin, kita gak boleh berlarut-larut dalam kesedihan terus Prill, Elisa diatas sana pasti juga akan sedih melihat Maminya bersedih terus, ayo kita segera turun untuk makan malam". Aku pun mengangguk dan Alfaro segera mengusap air mata ku, ia pun tersenyum.

"jelek kamu Prill kalau nangis gini". Masih sempet-sempetnya ia meledek ku.

"Ternyata Maminya Elisa ini cengeng juga, mana ini yang dulu terkenal sama keangkuhannya hmmm?". Aku pun segera mencubitnya.

"Udah gak usah ngeledek aku terus, ayo nanti Daddy ngomel lagi gara-gara kelamaan". Setelah itu aku pun meninggalkan Alfaro yang masih dengan tawa mengejeknya dan itu sukses membuatku mengulas senyumku.

"Mami janji El, Mami gak akan ninggalin Papi lagi". Janji ku dalam hati untuk anakku Elisa.

Aku pun segera turun kan untuk bergabung dimeja makan.

"Sayang, udah ya jangan sedih berlarut-larut.. kasihan Elisannya bakalan sedih disana liat mami nya sedih". Ucap mommy yang ku balas dengan senyuman.

Dan ku tatap Daddy beserta Leo mereka mengangguk setuju dengan ucapan momy, aku pun kembali tersenyum mengartikan "Aku tidak apa-apa".

Tak berapa lama Alfaro datang dan bergabung, melihatku yang masih berdiri ia segera menuntun ku menuju kursi seraya tersenyum.

"Terima kasih". Ia pun juga membalas dengan senyuman.

Tak mau ada keheningan Daddy pun berdehem.

"hhemm, menurut Daddy sebaiknya kalian
pergi untuk berlibur sementara waktu".

Aku hanya diam menatap Alfaro.

Alfaro kini juga berganti menatap ku menanti persetujuan ku, dan aku hanya balas tersenyum tanda aku setuju dengan rencana Daddy.

"Baiklah Dad".

Daddy hanya tersenyum dan mengangguk, menatap ku.

Kami pun memulai memakan sarapan yang sudah mulai mendingin.

Semoga dan semoga Tuhan selalu menjaga mu sayang.

_____________________________

Selamat jalan sayang...
Jiwamu kini menjadi cahaya nan terang
Namamu selalu Mami sebut dalam linang
Melepasmu menjadi bidadari Mami nan terbang

Engkau jiwa yang sesaat Mami jaga
Menjadi peneguh atas gontainya langkah
Kini dirimu diam tanpa kata
Terbujur dengan siraman semerbak do'a

Mami mengunci rasa yang tak mampu terwakilkan kata
Gejolaknya meledak remukkan seluruh jiwa
Hanya tangis Mami yang sedari terpecah
Mewakili secuil duka yang tak terbendung raga

Mami hanya mampu memegang jemarimu yang tak lagi bergerak
Dingin menghempaskan kenangan yang berserak
Entah dipurnama keberapa hati mampu beranjak
Meratapi badai duka yang kian bergejolak

Pergilah dalam surga yang menantimu bahagia
Pijaki tangga do'a yang Mami bangun dengan air mata
Ikhlas Mami jadikanmu bidadari adanya
Senyummu Mami nanti dalam mimpi nan indah

Selamat jalan sayang
Do'a Mami dan Papi akan selalu ada untukmu
Raihlah surgamu nan indah
Meski duka yang melepaskanmu adanya

Selamat jalan kesayangan Mami.....
Semoga surga terindah menjadi tempatmu adanya....


~TAMAT~

_________________

Banyuwangi, 28 Februari 2022

Arrogant CEO [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang