pesta dansa Pertama

3.3K 258 3
                                        

Memandang diri sendiri di depan cermin, Clara tidak dapat menemukan gaun yang sesuai dengan harapannya.

Melihat ke ranjang yang sudah dipenuhi puluhan gaun. Sialnya, ia tidak puas dengan gaun-gaun tersebut. Clara gelisah, bagaimana jika ia memilih pakaian yang tidak pantas dipakai?

" Kreek..." Pintu ruangan Clara terbuka, Dara masuk dengan senyum manis di wajahnya.

" Kau masih di sini? " Tanya Dara

" Iya, aku tidak bisa memilih gaun yang cocok. " Jawab Clara.

" Biar aku bantu. " Ucap Dara yang dijawab anggukan dari Clara.

Tanpa menunggu lama, Clara sudah siap dengan menggunakan gaun merah selutut dan dada yang sedikit terbuka. Rambut Clara dikepang menyamping dan wajahnya dirias.

" Aku tidak suka seperti ini, " tolak Clara.

" Bukannya berterima kasih, kau malah menolak. " Ketus Dara.

" Bukan seperti itu Dara, " Ucap Clara.

" Tidak ada penolakan, " Ucap Dara lalu menarik tangan Clara ke dalam keramaian pesta.

Setiap mata menatap Clara penuh ketertarikan. Clara hanya Melirik sekitar dan berharap Edward tidak akan melihatnya.

" Aku tinggal, " kata Dara lalu pergi meninggalkan Clara.

Sedangkan Edward, ia sedang mencari keberadaan Clara. Ia melihat ke sekeliling namun tidak menemukannya. " Apa kau melihat pasanganku? "

" Siapa dia? " Tanya seorang pria

" Clara, " gumam Edward.

" Aku tadi ada melihatnya, " gumam pria itu. " Itu disana. " Sambil menunjuk ke arah seorang wanita cantik dengan menggunakan baju yang sangat terbuka.

" Kenapa ia berpakaian seperti itu ? " Tanya Edward bergegas menghampiri Clara.

Edward berdiri di belakang Clara. Sadar bahwa ada aura gelap di belakangnya, Clara menoleh, ia mendapati Edward yang kini seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.

" E... Edward, " Ucap Clara gugup. " A...aku bisa jelaskan ini. "

" Sudah ku katakan padamu, jangan menggunakan pakaian seperti ini ! " Tegasnya

" Bu...bukan, ta..tadi Dara yang menyuruhku. " Ucap Clara.

Edward mencengkeram pergelangan tangan Clara dan menyeretnya pergi.

Edward menyeret Clara ke sebuah ruangan. Entah ruangan apa itu, Clara tidak mengetahuinya. Ia lebih baik berdiri jauh dari Edward, karena firasatnya merasa bahwa Edward sedang tidak baik.

" E... Edward, " Ucap Clara. " Ma..maaf aku sungguh..." Belum sempat Clara menyelesaikan perkataannya, Edward langsung menyambar pinggang Clara. Merapatkan tubuh mereka, hingga menghilangkan jarak diantara mereka.

" Apa kau berniat menggodaku ? " Tanya Edward.

" Ti... tidak Edward, " gumam Clara. " Ini semua Dara yang rencanakan. "

Adventure Of Witches ElementCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang