Pagi ini profesor Alcander membuat rapat dengan para profesor-profesor High school untuk membicarakan tentang raja iblis.
" Aku yakin kalian sudah tahu maksud dari perkumpulan kita hari ini. " Ucap profesor Alcander membuka pembicaraan.
" Iya, kami sudah tahu. " Gumam profesor Harding mewakili profesor-profesor lainnya.
" Karena kalian semua sudah tahu, bisakah aku mendengar pendapat kalian tentang masalah ini? " tanya profesor Alcander.
" Menurut saya, sebaiknya kita menyerahkan Clara kepada raja iblis. " Ucap profesor Flich.
" Saya tidak setuju, " Gumam profesor Harding. " Bagaimana pun kita tetap harus melindungi Clara. "
" Maaf profesor Harding, " gumam profesor Flich. " Bukannya saya tidak setuju dengan pendapat anda, tapi anda hanya membuang-buang puluhan nyawa hanya untuk satu nyawa. "
" Aku tahu profesor Flich, " kata profesor Harding. " Tapi saya tetap akan melindungi Clara hingga akhir hidup saya. "
" Baiklah, " gumam profesor Alcander menghentikan perdebatan antara profesor Harding dan profesor Flich. " Saya sudah memutuskan satu hal. "
" Kita akan membantu Clara mempelajari semua ilmu sihir dalam waktu seminggu, " gumam profesor Alcander. " Dan setelah itu, mau tidak mau Clara harus berhadapan dengan raja iblis. "
" Saya harap anda memutuskan kebutusan yang benar. " Ucap profesor Eryn.
" Iya, saya juga berharap bergitu. " Kata profesor Harding khawatir.
" Saya sangat yakin. " Balas profesor Alcander tersenyum.
👑👑👑👑👑
Clara sedang duduk di ranjangnya sambil memikirkan kejadian semalam. Di tambah lagi dengan masalah raja iblis, yang membuat Clara tidak bisa tenang sedetik pun.
" Kreek.." pintu kamar Clara terbuka. Dan seorang pria masuk lalu berjalan ke arah Clara.
" Kau masih memikirkannya? " Tanya pria itu sambil duduk di samping Clara.
" Iya, " gumam Clara. " Aku tidak bisa tenang Edward. "
" Jangan dipikirkan lagi, " Ucap Edward.
" Edward, bisakah aku bertanya sesuatu? " Tanya Clara
" Tentu, " Ucap Edward tersenyum.
" Siapa yang membunuh Bella saat itu ? " Tanya Clara penasaran.
Senyum Edward memudar, " aku tidak tahu, orang itu berhasil kabur tanpa meninggalkan jejak apapun. "
" Maaf sudah membuatmu teringat akan hal itu lagi. " Ucap Clara merasa bersalah.
" Tidak masalah, " Ucap Edward lalu memeluk Clara. " Berjanjilah padaku satu hal. "
" Apa? " Tanya Clara.
" Jangan pernah meninggalkanku, " Ucap Edward.
" Jika hal itu aku tidak bisa berjanji, " Ucap Clara.
" Kenapa? " Tanya Edward melepaskan pelukannya.
" Aku takut suatu saat nanti aku tidak bisa menepati janji itu. " Ucap Clara sedih.
" Aku yakin kau bisa menepatinya, " gumam Edward menggenggam tangan Clara. " Jadi kumohon berjanjilah. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantastikUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
