" Clara. " Panggil Edward sambil menepuk pelan pipi Clara agar bangun dari tidurnya.
" Iya, kenapa ? " Tanya Clara dengan mata yang masih tertutup.
" Bangun. "
Clara membalikkan tubuhnya. " Sebentar lagi. "
Edward mendesah kesal. Kini ia menyesali perbuatannya tadi malam, coba saja mereka tidur cepat—pasti Clara tidak akan susah bangun seperti ini. " Sebentar lagi kami mau pergi dari kerajaan. Yakin masih mau tidur ? "
" Mau kemana ? Tidak bisa siangnya aja ? " Tanya Clara yang masih memejamkan matanya.
" Bukannya kamu sendiri yang meminta untuk melanjutkan perjalanannya pagi ini ? " Jawab Edward kesal.
Clara langsung membuka matanya, lalu membalikkan badannya kearah Edward. Sekarang ingin sekali Clara memotong-motong tubuh Edward. " Kenapa tidak bilang dari tadi ? "
Edward mengerutkan keningnya. " Bilang apa ? "
Clara mendecih kesal. " Sudahlah. " Kata Clara lalu beranjak dari ranjang.
👑👑👑👑👑
" Kalian dari mana saja ? Kami sudah menunggu dari tadi ! " Ujar Keyla kesal. Bukan hanya Keyla, tapi yang lainnya juga.
" Jangan salahkan aku, salahkan Clara yang sangat susah di bangunkan. " Jawab Edward datar.
Clara melirik tajam kearah Edward. " Salah aku ? Bukannya ini kesalahanmu ? Andai saja tadi malam aku tidak menuruti kemauanmu, pasti aku tidak akan bangun telat ! " Ujar Clara kesal.
Rian menaikkan sebelah alisnya. " Kalian ngapain tadi malam ? "
" Main catur. " Jawab Edward dan Clara bersamaan.
Rian mengangguk. " Kalian semua sudah sarapan kan ? "
Semuanya mengangguk kecuali Edward dan Clara.
" Kalian belum sarapan ? " Tanya Niora.
Edward dan Clara menggeleng. " Tidak sempat. "
Baru saja Niora mau bicara, Carlos lebih dahulu berujar. " Kalian makan di perjalanan saja, jadi kita tidak membuang-buang waktu. "
" Baiklah. " Jawab Edward setuju. Padahal Clara baru saja ingin membantah.
" Tapi.... " Belum sempat Clara menyelesaikan perkataannya, Edward langsung menarik tangan Clara menuju keluar istana.
Setiba mereka di luar. Mereka langsung di sambut dengan tiga ekor kuda. satu berwarna hitam, satu berwarna coklat, dan satu lagi berwarna putih.
" Kita naik ini ? " Tanya Clara sambil menunjuk kearah kuda-kuda di depannya.
Edward mengangguk. " Iya. "
" Tapi kudanya hanya ada tiga, sedangkan kita ada enam orang. " Ujar Keyla bingung.
" Satu kuda untuk dua orang. " Balas Edward sambil tersenyum.
Carlos memijat keningnya. " Aku tidak mengira bahwa kerajaan George mempunyai persediaan kuda yang sedikit. "
" Siapa yang mengatakan bahwa kerajaan George mempunyai persediaan kuda yang sedikit ? Di sini sangat banyak kuda. " Kata Edward.
" Berarti pangeran Edward George sangat pelit. " Ucap Niora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantasíaUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
