pesta dansa ketiga

3.1K 240 4
                                        

Pukul sepuluh pagi ini, Clara sudah siap dengan jubah beserta tongkat sihirnya. Walaupun hari ini libur, profesor Alcander menyuruh Clara untuk berlatih Element, sihir, dan pedang guna mempersiapkan diri untuk melawan raja iblis.

Clara merahasiakannya ini dari sahabatnya termasuk kakaknya.

" tok... tok.. tok.. " Rian mengetuk pintu Clara. " Clara, bukalah pintunya. "

Pintu tidak terbuka, dan tidak ada suara apapun yang terdengar. Rian yang sudah sangat khawatir pun akhirnya mendobrak pintu kamar Clara dan akhirnya terbuka.

Betapa terkejutnya Rian, melihat keadaan ruangan itu sangat berantakan. Tapi Rian tersenyum ketika melihat adiknya sedang tertidur pulas di atas ranjang. Rian berjalan ke arah ranjang Clara untuk membangunkannya.

" Clara, bangunlah. " Ucap Rian lalu memegang tangan Clara, ketika Rian memegang tangan Clara dia khawatir. Tangan Clara sangat dingin.

" Clara.. " Rian mengguncangkan tubuh Clara, tapi Clara tidak membuka matanya. Rian langsung membawa Clara ke rumah sakit untuk diperiksa.

Setelah Clara selesai diperiksa, Rian langsung berjalan ke arah profesor Eryn. " Bagaimana keadaannya. "

" Jauh lebih baik, " gumam profesor Eryn tersenyum. " Tapi..... Sepertinya dia sedang banyak pikiran. "

" Entah apa yang dipikirkan olehnya. " Ujar Rian sambil memandang kearah Clara.

Profesor Eryn menepuk pundak Rian sambil tersenyum, " Jagalah dia baik-baik. "

Rian hanya mengangguk,, lalu berjalan ke arah ranjang Clara, ia memegang tangan Clara dengan penuh kasih sayang.

" Rian. " Panggil Niora tiba-tiba.

Rian melihat Niora lalu tersenyum, " iya, ada apa? "

" Aku sudah mendapatkan kabar, katanya Edward dan Dara sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. " Ucap Niora tersenyum

" Baguslah, " gumam Rian. " Dia sudah membuktikan kata-katanya. "

" Sepertinya Edward sudah tahu kalau Clara sedang sakit. " Ucap Niora.

" Siapa yang memberitahunya? " Tanya Rian.

Niora menaikkan bahunya, " aku tidak tahu. "

" Aku yakin dia sangat khawatir sekarang. " Ucap Rian tertawa kecil.

" Rian, " panggil Niora.

" Iya. "Jawab Rian.

" Apa kau serius dengan perkataanmu semalam? " Tanya Niora malu.

" Memangnya aku ada mengatakan apa semalam? " Tanya Rian sambil menaikkan sebelah alisnya.

Seketika itu hati Niora seperti tersambar petir, bagaimana mungkin Rian melupakan kejadian semalam? " Tidak ada, lupakan saja. "

" Baiklah. " Ucap Rian tersenyum.

" Aku harus pergi sekarang, " Ucap Niora langsung pergi. Hatinya sakit, seakan tersambar petir. Semangatnya merosot, ia hanya ingin sendiri.

👑👑👑👑👑

" Keyla ! " Panggil Carlos sambil mengetuk pintu kamar Keyla.

Tidak ada jawaban sama sekali, sehingga membuat Carlos membuka pintu kamar Keyla secara paksa.

Carlos melihat seorang wanita sedang duduk termenung di dekat jendela.

" Keyla. " Panggil Carlos

Gadis itu melihat ke arah Carlos dengan wajah yang kusam. " Untuk apa kau ke sini? "

Adventure Of Witches ElementCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang