Kini profesor Ashley sudah kembali ke dalam aula, di tangannya sudah ada sebuah kertas panjang yang Clara yakini itu adalah daftar nama murid-murid baru. Sejenak matanya mencari sesuatu di antara gerombolan-gerombolan anak-anak yang terus berbicara dengan teman-temannya. Hingga tatapan mata profesor Ashley berhenti ke arah Clara, tampak sekali bahwa profesor Ashley sedang terkejut. Tapi setelah beberapa menit, profesor Ashley kembali normal.
" Ada empat keturunan, kerajaan, bangsawan, penyihir hitam, dan non-mag. Dan yang seperti kalian tahu. Keturunan kerajaan berjubah merah, keturunan bangsawan berjubah biru, penyihir hitam berjubah hitam dan non-mag berjubah putih. Jadi, untuk tes kali ini, kami hanya ingin kalian mendapatkan lambang masing-masing dan untuk mengetahui Element kalian. Untuk keturunan non-mag tidak usah mengikuti tes Element, jadi setelah mendapatkan lambang kalian bisa langsung mencari asrama mana yang akan kalian masuk. Sedangkan untuk tiga keturunan lainnya, wajib mengikuti tes Element. " Profesor Ashley memberikan jeda sebentar, kemudian melihat ke arah Clara sambil tersenyum. " penyihir biasa dengan penyihir Element berbeda, makanya kami membuat dua kelas, dan dua asrama. Untuk penyihir Element biasanya tidak lebih dari sepuluh orang. Jadi, jika nama kalian di panggil, tolong langsung masuk ke dalam pintu yang terletak di sebelah kanan aula. "
Semua orang hanya diam mendengarkan, berbeda dengan Niora dan Keyla yang sibuk membahas tentang Element mereka. Ternyata, Niora dan Keyla sudah mengetahui Element mereka, jadi mereka tidak peduli dengan tes ini lagi.
" Kalian tahu ? Aku pengendali air, atau biasanya disebut dengan Element air. " Kata Keyla yang tampak bahagia. " Aku juga sudah belajar cara mengendalikannya. "
" Kalau aku pengendali angin, atau biasa disebut Element angin. " Kata Niora tidak kalah senang. " Aku baru sebulan mempelajari cara pengendaliannya, jadi belum terlalu mahir. "
Clara hanya tersenyum untuk menanggapi perkataan teman barunya, jangankan untuk mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, bahkan Clara saja tidak tahu apa itu Element.
" Clara, kalau misalnya kamu tidak bisa mengendalikan Element apapun. Maka kita akan terpisah, karena asrama penyihir biasa dengan asrama penyihir Element berbeda. Untuk bertemu saja sangat mustahil. " Ujar Keyla dengan raut wajah sedih.
Niora yang mendengar perkataan Keyla langsung menepuk pelan pundak Keyla. " Bagaimana mungkin itu terjadi. Lihatlah jubahnya, dia dari keturunan kerajaan, dan tidak mungkin ia tidak bisa mengendalikan Element. " Gumam Niora. " Bahkan aku yakin dia pasti akan menjadi murid khusus profesor Alcander. "
Keyla hanya menyengir, dan sebenarnya ia baru ingat kalau Clara adalah keturunan kerajaan. Dan Keyla juga baru ingat perkataan ayahnya, bahwasannya ayahnya itu ditugaskan untuk melindungi keturunan kerajaan. Dan salah satu keturunan kerajaan yang akan ayahnya lindungi itu telah berdiri di depannya. " Kau akan mengalami hari yang sangat mengerikan. "
Niora kembali menepuk pelan pundak Keyla, kali ini untuk memberikan kode agar Keyla tidak mengatakan hal seperti itu. Keyla yang mengerti maksud dari tatapan Niora itupun akhirnya menghentikan perkataannya.
Clara hanya menaikkan sebelah alisnya bingung, ia sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Dan Clara juga paling suka jika bicara tidak langsung ke intinya. Dan bertepatan dengan itu juga, suara profesor Ashley memanggilnya. Tanpa menunggu lagi, Clara langsung bergegas menuju pintu yang berada di sebelah kanan aula.
" Kreek.. " Clara membuka pintu itu, hanya ruangan kosong dengan dua meja dan kursi yang sudah di duduki oleh dua penyihir pria yang sedang memegangi sebuah kertas. Dan satu lagi, ada sebuah gambar bunga di tengah-tengah ruangan itu. Sebuah bunga yang entahlah itu bunga apa, memiliki lima buah kelopak. Clara berjalan ingin mendekati gambar bunga itu tapi sebuah suara menghentikannya.
" Kamu dari keturunan kerajaan kan, maka silahkan julurkan tanganmu di lambang pertama itu. " Ucap seorang pria yang menggunakan jubah berwarna biru sambil menunjuk kearah sebuah dinding yang sudah bergambar sebuah lambang entah gambar apa yang ada di lambang itu.
Clara hanya mengangguk lalu berjalan kearah dinding yang sudah bergambar lambang yang katanya itu adalah lambang kerajaan, dengan pelan tangan Clara menyentuh lambang itu dan pada saat itu juga lambang itu mengeluarkan sebuah sinar yang sangat cerah, bahkan para pria penyihir yang ada di ruangan itu menutup mata mereka karena silau. Tepat ketika sinar itu sudah mulai meredup, Clara membuka matanya lalu melihat telapak tangannya. Kini telapak tangannya sudah berhiaskan sebuah gambar lambang kerajaan, lambang yang bahkan tidak Clara ketahui.
" Ehm-ya, sekarang tinggal Element. Sebelumnya saya mau bertanya, apa ada kejadian yang aneh yang terjadi ketika kamu sedang marah ? ". Tanya pria yang menggunakan jubah berwarna biru, sedangkan pria yang menggunakan jubah berwarna hitam hanya sibuk menulis sesuatu.
Clara mengangguk. " Sering keluar percikan api dari tangan. "
Pria itu hanya mengangguk pelan. " Elementmu tidak tertutupi, jadi kami sudah tahu kalau kamu itu pengendali api. Tidak heran sih, jika kedua keturunan kerajaan sama-sama pengendali api. "
Lagi-lagi Clara harus mendengar perkataan yang membuatnya bingung, perkataan yang sama sekali tidak Clara mengerti. Dan itu semua sudah membuat Clara penasaran.
" Selamat datang kembali Clara, sekarang kau sudah besar ya. Dulu padahal aku baru saja menggendongmu disaat kau masih bayi, tapi semuanya berubah ketika sebuah masalah muncul dan mengakibatkan perpecahan. " Suara itu tiba-tiba datang dari belakang Clara. Sontak Clara menoleh melihat sumber suara. Seorang pria yang tidak terlalu tua, dan tidak bisa juga dikatakan masih muda kini sedang berjalan menghampirinya. Ia tersenyum kepada Clara, senyum yang menyatakan kelembutan dan keikhlasan. Mata yang berwarna hitam pekat, tapi sangat menenangkan.
Clara hanya tersenyum. Sedangkan kedua penyihir pria yang tadi sedang duduk kini langsung bangkit. " Apa ada yang bisa kami lakukan profesor Alcander ? "
Tatapan pria itu berpaling menuju kearah kedua penyihir pria itu lalu menggeleng pelan, " aku hanya ingin mengatakan, bahwa gadis kecil ini akan menjadi murid khususku. " Kata profesor Alcander, lalu kembali menatap Clara. " Ikuti aku, ada beberapa tempat yang harus aku beritahu. "
Clara hanya diam, lalu berjalan mengikuti Profesor Alcander. Di sepanjang perjalanan, semua orang menatap Clara dengan tatapan bertanya-tanya. Sedangkan Profesor Alcander terus menjelaskan tentang tempat-tempat di High School, mulai dari : kelas, aula utama, ruang pertarungan, ruang makan, taman, kebun tanaman, menara astronomi, hingga akhirnya menuju ke ruang kamar Clara.
" Besok pagi kamu akan masuk ke kelas Element, jadi sebaiknya gunakan jubah keturunan saja. Kecuali saat pelajaran ramuan, transfigurasi, astronomi, terbang, jimat dan guna-guna, tumbuhan, dan pertahanan terhadap ilmu hitam. " Kata profesor Alcander menjelaskan. " Kecuali ketika pelajaran Element, dan sejarah sihir, karena kalian wajib menggunakan jubah keturunan. "
Clara hanya mengangguk paham, lalu tersenyum manis. Setelah itu profesor Alcander langsung pergi meninggalkan Clara di dalam ruang kamar baru Clara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantasyUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
