" Keluar dari ruanganku sekarang juga ! " Bentak Clara sambil menundukkan kepala menahan air matanya.
" Clara, dengarkan dulu penjelasan ku. Kau sudah salah paham, aku terbawa emosi ketika menjawab pertanyaan itu tadi. " Ujar Edward berusaha menjelaskan.
" Aku sudah mengerti Edward, kau tidak perlu menjelaskannya lagi. " Gumam Clara. " Bunuh aku, hilangkan lambang kerajaanmu, dan serahkan aku kepada raja iblis. "
Edward langsung menatap tajam kearah Clara, ia paling tidak suka mendengar Clara berbicara seperti ini. " Membunuhmu ? Menghilangkan lambang kerajaanku ? Menyerahkanmu kepada raja iblis ? Kau gila Clara ! "
" Iya, aku sudah gila Edward. Aku sudah gila dengan kehidupan ini ! " Teriak Clara sambil terus menangis. " Kenapa, kenapa harus aku ? Kenapa harus aku yang kalian pilih ? "
Edward hanya diam, tidak ada satu katapun yang bisa ia lontarkan. Entahlah, Edward merasa Clara sudah kehilangan semangatnya yang dulu. Sikap Clara yang ia kenal sudah mulai menghilang—dan tergantikan dengan sikap Bella yang sudah lama ia lupakan.
" Pertama sekali, ketika aku lahir di dunia ini—bukannya aku sudah mati ? Hanya gara-gara ayah dan ibuku yang dengan bodohnya menggunakan segel kehidupan kepadaku, kini aku menjadi incaran raja iblis. Kedua, aku hidup tapi harus berpisah dengan keluargaku, kehilangan semua ingatanku. Ketiga, aku bersekolah di sekolah sihir, bertemu dengan kalian semua, termasuk kau yang selama ini mencariku. Keempat, aku harus menerima kenyataan bahwa aku ditakdirkan untuk membunuh raja iblis itu, yang bahkan saat itu aku belum mengetahui apapun. Kelima, aku harus menerima kenyataan pahit tentang pendampingmu, dan sebagai rekarnasi ratu Bella. Apa kau mengira aku sanggup dengan semua ini Edward ? Aku senang ? "
" Kita akan menghadapinya bersama-sama Clara, kau tidak sendiri. " Ucap Edward berusaha menenangkan Clara.
Clara tersenyum kecil. " Kita ? Hanya aku, bukan kita. "
Edward menatap bingung kearah Clara, lalu menggeleng pelan. " Kita bersama-sama Clara. Aku, kamu, dan yang lainnya. "
" Kalian sekarang memiliki dua pilihan. Tinggal di sini tanpa mengikutiku lagi, atau membunuhku di sini. " Kata Clara menatap tajam kearah Edward.
Edward menggeleng cepat. " Aku tidak akan memilih keduanya. "
" Jika itu keputusanmu, maka dengarkanlah keputusanku. " Ujar Clara lalu mencekik leher Edward dengan kuat. " Aku akan membunuh kalian satu per satu, lalu mengantarkan tubuh tidak bernyawa kalian ke kerajaan kalian masing-masing. "
Edward mendorong tubuh Clara dengan keras—sehingga membuat tubuh Clara menghantam lantai. " Terserah dengan apa yang kau lakukan Clara, tapi ingatlah satu hal bahwa aku tidak akan diam saja ! " Tegas Edward lalu berjalan keluar ruangan Clara dengan penuh amarah.
👑👑👑👑👑
Pagi ini, setelah sarapan. Niora berjalan kearah ruangan Clara dengan sebuah nampan di tangannya. Entahlah, karena tadi pagi—Clara dan Edward tidak hadir saat makan bersama.
Dengan pelan Niora membuka pintu ruangan Clara. Kosong, itulah yang ia lihat. Tidak ada orang di dalamnya, dan setelah mencari ke seluruh ruangan ia tidak menemukan Clara. Tatapan Niora tiba-tiba tertuju kearah sepucuk surat yang terletak di atas ranjang, dengan cepat Niora mengambil dan membaca surat itu.
" Tidak mungkin. " Ujar Niora lalu berlari ke ruangan Edward.
Di ruangan Edward, Rian dan yang lainnya sudah berkumpul untuk membahas tentang kepergian mereka dari kerajaan Ferguson. Tanpa menunggu lagi, Niora langsung menghampiri Edward dan memberikan surat itu kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantasíaUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
