" plok..Plok...Plok... " Tiba-tiba suara tepukan tangan terdengar di dalam ruangan pertarungan.
Clara yang mendengar suara tepukan tangan tersebut kembali menghilangkan kekuatannya dan membuka matanya..
" Edward...! " Sontak Clara terkejut dengan sosok pria di depannya itu.
Edward mendengus kesal, " kenapa aku tidak diajak latihan juga ? "
Clara menyengir, " sebenarnya tadi kami ingin mengajak kamu. "
Edward mendekat. " Benarkah ? "
Clara hanya mengangguk pelan, sedangkan Keyla merasa jengkel dengan kedua orang di depannya ini.
" Dilihat-lihat, kekuatanmu semakin kuat ya. " Ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
Keyla yang mengenali sumber suara tersebut langsung merasa kesal. " Lebih baik aku pergi saja. "
Clara tidak ingin keyla dan Carlos terus-menerus bertengkar, berfikir untuk melakukan sesuatu.
" Kalian berdua jangan kemana-mana, aku dan Clara ingin membicarakan sesuatu. Jadi, tunggulah di sini. " Ujar Edward lalu menarik tangan Clara keluar dari ruang pertandingan.
" Mau kemana ? " Tanya Clara bingung.
Edward menghentikan langkahnya. " Bukannya kau ingin melakukannya sesuatu kepada Keyla dan Carlos ? Aku hanya ingin membantumu saja. "
Clara menautkan alisnya, " dari mana kau mengetahuinya ? "
Edward tertawa pelan, " apakah kau melupakan sesuatu tentang diriku ? "
Clara berfikir sejenak, apa yang dia lupakan tentang Edward ? Hingga sebuah hal terlintas di pikirannya. " Jangan suka membaca pikiran orang.. ! "
Edward tersenyum. " Baiklah, setidaknya kau sudah mengingatnya."
Clara mendengus sebal, entah sejak kapan Edward berubah seperti ini. Seingatnya dulu dia adalah orang yang paling dingin dan tidak suka banyak bicara.
" Jangan marah lagi, aku minta maaf." Ujar Edward sambil menahan tawanya.
Clara menatap Edward tajam. " Kali ini dimaafkan, tapi kalau sekali lagi kau melakukannya, aku tidak akan memaafkanmu. "
Edward hanya mengangguk lalu mengintip ke dalam ruangan pertandingan. Kosong, tidak ada siapa-siapa di dalam. " Mereka sudah pergi, sepertinya kita terlalu lama di sini. "
" Apa...!!! " Sontak Clara terkejut lalu langsung melihat ke dalam, dan benar saja. Tidak ada siapa-siapa di dalam.
" Ini semua karena kesalahanmu Edward. "
" Kenapa aku yang disalahkan ? " Tanyak Edward.
" Karena itu memang kesalahanmu. "
" Baiklah. " Edward mengalah. " Aku harus pergi sekarang, nanti malam berpenampilan lah secantik mungkin. Tapi jangan terlalu terbuka dan mencolok. "
Clara hanya mengangguk. Lalu Edward berjalan pergi meninggalkan Clara di koridor.
👑👑👑👑👑
Pukul sepuluh malam itu, Clara sudah siap dengan menggunakan gaun berwarna merah, rambutnya dibiarkan tergerai indah, dan tidak lupa ia menggunakan mahkota yang Rian berikan.
Clara menunggu Edward di dekat pintu, karena menurutnya Edward akan lebih mudah menemukannya jika dia berdiri di dekat pintu.
" Apa kau sudah lama menungguku ? " Tanya Edward yang baru saja datang.
Malam itu Edward menggunakan pakaian khas kerajaannya, lengkap dengan jubah dan mahkotanya. Satu hal yang terlintas di pikiran Clara saat itu, Edward kelihatan sangat tampan dan gagah. Tapi ada yang mengganjal di pikiran Clara. Jubah yang Edward gunakan bukan jubah untuk seorang pangeran, melainkan jubah yang biasanya digunakan oleh para Raja. Hal itu dapat dilihat dari bentuk, warna, ukiran, dan lambang yang terdapat dari jubah itu sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantasyUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
