Kereta api berwarna hitam menunggu di sebelah peron yang penuh orang. Tulisan di atasnya berbunyi High School, pukul 10.00.
Asap lokomotif melayang di atas kepala orang-orang yang ramai mengobrol, ditingkahi suara derit koper-koper berat yang diseret.
Rangkaian beberapa gerbong yang di depan sudah penuh anak-anak. Beberapa di antaranya menjulurkan tubuh ke luar jendela untuk mengobrol dengan keluarga mereka. Yang lain berebut tempat duduk, Clara berjalan sepanjang peron, mencari tempat duduk yang masih kosong.
Clara melewati orang-orang yang berdesakan sampai ia tiba di gerbong kosong hampir di ujung kereta. Clara langsung duduk di bangku dekat jendela, tapi ada rasa khawatir karena duduk sendiri di sini.
Terdengar bunyi peluit, dan sungguh sangat menyedihkan hanya duduk sendiri di dalam gerbong yang cukup untuk empat orang. Clara tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi pasti lebih baik daripada yang sedang di tinggalkannya. Pintu kompartemennya bergeser membuka dan anak perempuan berambut pirang masuk.
" Ada yang duduk di sini ? " Tanyanya sambil menunjuk tempat duduk di depan Clara. " Tempat yang lain sudah penuh. "
Clara menggeleng dan anak itu duduk. Anak itu melirik Clara, lalu tersenyum manis saat Clara melihatnya.
" Siapa namamu ? " Tanya perempuan itu yang dari tadi terus menatap Clara sambil tersenyum.
" Putri Clara Ulfa, panggil saja Clara. " Jawab Clara lalu membalas senyuman perempuan itu. " Namamu ? "
" Um-ya, Synta Mikeyla Alcander, panggil saja Keyla." Dari keluarga penyihir atau non-mag ? "
Clara menunjuk dirinya, sebenarnya karena kurang yakin dengan pertanyaan yang diberikan oleh Keyla. Sepertinya Keyla bertanya dengan orang yang salah. " Non-mag ? "
" Non-mag itu non mageia. Yang artinya bukan penyihir. " Jelas Keyla, " kau tidak tahu ? "
Clara menggeleng, Sekarang ia sudah berpendapat sebagai murid paling bodoh di kelas nanti.
" Kalau kau tidak tahu non-mag, berarti kamu dari keluarga non-mag. Sedikit aneh sih, tapi tak apalah. " Ucap Keyla sambil mengeluarkan tongkatnya. " Kau tahu tentang sihir ? "
Lagi-lagi Keyla Sudah bertanya dengan orang yang salah, padahal jelas-jelas Keyla sudah tahu kalau Clara bukan dari keluarga penyihir. Jadi, sebagai jawaban atas pertanyaan Keyla, Clara hanya menggeleng pelan.
" Baiklah, akan aku tunjukkan sebuah sihir untukmu. " Ucap Keyla. Baru saja ia mengangkat tongkatnya ketika pintu kompartemen mereka terbuka. Seorang anak perempuan berambut cokelat yang sudah lengkap dengan jubah keturunannya yang berwarna biru.
" Oh, kau sedang menyihir ya ? Coba kita lihat. " Anak perempuan itu duduk, Keyla kelihatan kaget.
" Er-baiklah, " Keyla berdehem. " Myga " Keyla mengayunkan tongkatnya ke arah tiketnya, lalu tiket itu melayang ke udara.
" Lumayan, aku juga sudah mencoba beberapa mantra sederhana untuk latihan dan semuanya berhasil. Aku sudah hafal isi sebagian buku kita. Tentu saja, mungkin itu cukup untuk permula, aku Alina Adriana Humaniora. Kalau kalian ? " Ujar perempuan itu dengan sangat cepat, nyaris tanpa berhenti.
" Aku Synta Mikeyla Alcander. " Gumam Keyla.
" Putri Clara Ulfa. " Kata Clara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adventure Of Witches Element
FantasyUlfa adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Tanpa dia sadari ternyata ia mempunyai saudara laki-laki. Setelah bertemu dengan kakaknya, Ulfa bersama teman-teman nya berencana untuk mencari orang tuanya. Di saat ingin mencari keberadaa...
