Kelas Element

664 52 0
                                        

Clara membuka matanya, keringat dingin membasahi tubuhnya, napasnya memburu. Mimpi itu lagi, mimpi yang selalu saja menghantuinya. Mimpi yang tidak Clara ketahui maksudnya. Di dalam mimpi itu ia melihat seseorang mengambil jantungnya, mengambil dengan paksa tanpa rasa bersalah. Darah terus mengalir, tapi tidak ada yang membantunya. Hanya itu yang Clara mimpikan setiap malam, karena setelah itu ia akan langsung terbangun dengan nafas memburu dan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.

Setelah beberapa menit mengatur napasnya, Clara melirik ke arah sebuah jam yang terletak di atas nakas di samping ranjangnya. Pukul lima pagi, entahlah Clara tidak tahu kapan waktu masuk kelasnya. Tepat ketika Clara ingin bangkit dari ranjangnya, suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. Dengan pelan Clara berjalan kearah pintu lalu membukanya. Seorang perempuan berambut pirang dan berjubah biru bersama seorang perempuan berambut cokelat berjubah biru telah berdiri di depan pintu dengan tersenyum manis.

" Keyla, Niora, kalian disini ? " Tanya Clara bingung.

Mereka berdua mengangguk pelan, lalu melangkah masuk tanpa persetujuan dari Clara. Sedangkan Clara hanya diam melihat kedua temannya.

" Hari ini ada dua kelas yang akan kita ikuti, yaitu : kelas Element dan kelas ramuan. Jadi yang harus kau bawa adalah : jubah keturunan, jubah hitam, sarung tangan, tongkat sihir, dan dua buku kosong. " Ucap Niora.

Keyla menggeleng pelan, lalu berjalan menuju ranjang untuk duduk. " Aku tidak suka pelajaran ramuan, profesor Flich kejam. "

" Bisakah aku bersiap-siap dulu, sebelum kalian melanjutkan perkataan kalian ? " Tanya Clara yang langsung mendapatkan tatapan dingin dari keduanya.

Niora dan Keyla hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Sedangkan Clara langsung berjalan kearah kamar mandi untuk bersiap-siap. Setelah beberapa menit, akhirnya Clara keluar dari kamar mandi lengkap dengan jubah keturunannya.

" Bahan gosip baru sepertinya. " Kata Keyla seraya terkekeh pelan.

" Yah, bersiap-siaplah untuk mendengar perkatan-perkataan semua orang Clara. " Ucap Niora

Clara mendengus pelan. " Aku tidak mengerti maksud dari perkataan kalian, tidak bisakah kalian menjelaskannya ? "

Keyla dan Niora saling menatap lalu setelah itu kembali menatap Clara sambil tersenyum. " Kau tahu kalau keturunan kerajaan itu adalah keturunan yang paling berpengaruh ? " Tanya Keyla

Clara hanya menggeleng, sambil melangkahkan kakinya menyelusuri koridor-koridor kastil.

" Sudah aku duga, kau bahkan tidak tahu tentang ini. Baiklah, akan aku jelaskan sedikit. " Kata Keyla. " Jadi, sekolah High School ini dulunya adalah sebuah kerajaan. Kerajaan yang paling besar dan kuat, kalau tidak salah namanya kerajaan born. Kerajaan born memiliki dua pangeran, tapi sayangnya pangeran pertama terbunuh sedangkan pangeran kedua meninggalkan kerajaan. Perdana menteri kerajaan born yang sekarang kita kenal sebagai profesor Alcander telah mengubah kerajaan ini menjadi sebuah sekolah, dan membaginya menjadi empat keturunan. Keturunan kerajaan itu sengaja dibuat supaya mereka tahu keberadaan pangeran, tapi sayangnya dari kalian berdua tidak ada yang tahu keberadaan orang tua kalian. Yah, mungkin memang dirahasiakan. "

" Dan apa kau tahu Clara ? Kau dan Rian sangat mirip. Tapi kami belum bisa memastikan kalau kamu dan Rian adalah saudara kandung, karena di kerajaan born masih ada adik dari raja born. Yah intinya, kamu bisa​ saja anak dari adiknya raja born bukan​ anaknya raja born. " Ujar Niora memotong perkataan Keyla. Sedangkan Keyla hanya mendengus kesal.

Adventure Of Witches ElementCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang