16. You Are Mine

1.2K 57 0
                                        

LORD REEGAN

"Gue marah sama lo" bisiku tepat di telinga nicca yang membuat dirinya mematung lalu berbalik ke arah ku

Aku sangat marah saat melihat queen ku di cium oleh pria yang sama saat di depan restaurant zacky. Amarahku semakin memucak saat ia mengacak poni buatan ku, dan ubun ubun ku hampir meledak melihat tangan kiri nicca di cium oleh pria yang berbeda. Sakit? Tentu! Melihat nicca yang di apit oleh dua pria yang kemungkinan mencintainya membuatku merasa tersaingi.

Aku memang telat datang ke acara ulang tahun nicca karena urusan kantorku sangat padat sampai aku lupa membeli kado untuknya. Sebuah kalung liontin sederhana berwarna perak yang mungkin akan terlihat cantik saat memakainya. Dengan wajah dingin aku berlalu melewati tamu undangan namun dengan hati yang tengah berseri seri. Saat aku melihat dari kejauhan, terlihat nicca, zac, zacky dan entah siapapun itu tengah bersenda gurau, aku ingin menyusulnya berniat memberi surprise dan BUM ! Aku sangat terkejut melihatnya lalu aku berbalik ke belakang berniat untuk pulang namun entah dorongan dari mana aku berdiam diri di samping pintu masuk.

"REEGAN!!" Pekik nicca cukup kencang menurut ku. Aku hanya diam dan memasang wajah dingin ku padanya

"Reegan kenapa lo baru dateng? Acaranya sudah selesai, dan kenap--"

Aku langsung mencekal lengannya lalu menariknya menuju lantai atas. Aku mendengar ia memekik dan berteriak kesakitan. Aku tidak peduli, aku tengah marah sekarang dan ini yang kedua kalinya aku berbuat seperti ini. Saat ku melihat pintu kamar yang bertulisan

Zacqueen Veronicca Glorry

Aku langsung membukanya, mendorong nicca masuk lalu menguncinya, tidak ingin ada orang yang mencampuri urusan ku. Kamarnya sangat luas dan terlihat-- akh persetan dengan kamarnya! Aku mendorongnya ke ranjang queen size'nya dalam ke adaan terlentang lalu aku menubruknya. Ia sempat memekik lalu memberontak namun semakin lemah dan berganti dengan isak tangis.

"Apa kurangnya aku queen?" Tanya ku dingin pada nicca yang tengah terisak

Ia tak menjawab apa pun dengan gemas aku mengecup bibirnya lalu mengusap air matanya. Ia terlihat tegang namun kembali rileks. Entah hilang kemana amarahku saat melihat wajah queen sangat dekat, ku akui dia sangat cantik.

"Hikss.. lo kenapa lagi?" Tanya nicca sambil terisak.

Aku tidak membalas pertanyaannya malah kembali melumat bibir ranum milik nicca dan mengusap usap pipi mulusnya.

"Selamat lo ambil first kiss gue" ucap nicca dengan nada sakras.

Aku tertegun mendengarnya. Benarkah?? Kalau begitu aku sangat senang sekarang. Tapi bukan kan tadi di cium oleh pria sialan tadi?? Damn!

"Kau berbohong?" Tanya ku masih dengan wajah dingin

"Untuk apa?" Tanya nya balik. Ia memalingkan wajahnya dengan cepat aku menarik wajahnya kembali menghadap ke arah ku

"Lalu pria tadi?"

"Dia mencium puncak hidungku" jelasnya. Entah aku harus merasa senang atau marah sekarang

"Kalau begitu aku akan membersihkannya" ucapku dengan senyum miring.

Dengan cepat aku mencium hidung nicca bertubi tubi hingga ia terkikik geli sambil tangannya bergerak menjauhkan wajahku dari wajahnya

"Enyahlah dari tubuhku. Kau berat tau!" Nicca berbicara dengan raut wajah kesal, bagaimana aku bisa lupa sedari tadi aku masih di atas tubuh nicca?

Aku beranjak lalu membantunya bangun. Posisiku sekarang di depannya yang tengah terduduk di pinggiran kasur.

"Kenapa kau marah?" Tanya nya to the point

"Aku.. tidak suka melihat mu bersama pria pria sialan tadi" jawabku dengan wajah kesal. Namun ia terkikik geli.

"Jelaskan" ucapnya singkat. Ya aku cukup mengerti sekarang

"Tadi saat gue mau nyamperin lo, gue lihat lo di apit oleh dua pria, yang satu cium hidung lo dan mengacak-shit!" Aku mengusap poni milik nicca lalu mengecupnya dan punggung tangan kirinya juga.

"Bersih" gumamku. Ia hanya menyerit heran lalu kembali seperti semula

"Ngacak-ngacak-poni-buatan-gue, dan yang satu lagi cium punggung tangan lo." Jelasku kesal. Ia hanya terkikik geli

Entah kemana perginya bahasa aku-kamu nya

"Lo keliatan kaya cewe pms sedang cemburu. Dan lo narik narik lengan gue lalu nubruk tubuh gue gitu aja hanya karena itu?" Tanganya lalu tertawa yang membuatku bertambah jengkel

"Iya lah! Lo pikir- ugh kenapa yang di situ gak gue aja sih!" Gerutuku yang malah membuatnya tertawa terbahak bahak hingga menjungkal kan diri ke belakang

"Haha, lo sih terlambat datang jadi keduluan orang" ucapnya lalu kembali tertawa.

"Ini buat lo" ucapku sambil menyodorkan sekotak kecil kepadanya. Lalu ia terbangun dan mengambil kotak di tangan ku

"Buat gue?"

"Bukan buat zacky" balasku datar sambil memutar bola mata malas

"Isinya apa?" Tanya nicca sambil mengoyang goyangkan kotaknya yang di dekatkan ke telinganya

"Buka aja"

Nicca membukanya lalu terkaget. Dengan senyum merekah ia mengambil kalungnya lalu mendongak ke arah ku.

"Cantik" gumamnya

"Lo suka?" Ia mengangguk antusias lalu menyodorkan kalungnya padaku.

"Pakein" ucapnya. Aku tersenyum mendengarnya lalu memasangkannya di leher nicca. Ia tersenyum sambil melihat bandulnya lalu memeluk perutku dan aku mengusap rambutnya dengan sayang

"Happy Brithday Zacqueen Veronicca Glorry"

"Thanks" bisiknya lalu melepaskan pelukannya.

"Oh iya aku tadi di ajak nikah oleh kak el" ucapnya tiba tiba yang membuat mataku hampir meloncat keluar.

WTF!!

Wajahku kembali dingin, dan menatap tak suka, karena emosiku kembali tersulut aku menggendongnya dengan kasar lalu melemparnya ke ranjang. Aku masih dalam keadaan berdiri di depannya, ia mencoba untuk duduk namun kalah cepat olehku yang mendorongnya ke belakang.

Aku kembali menindihnya lalu melumat bibirnya kasar, biarlah ini jadi pelampiasan amarahku. Nicca sedari tadi bergerak gelisah namun perlahan melemah karena kekuatannya tak sebanding dengan ku. Bibirku mulai menjalar ke dagunya lalu ke lehernya. Menghisapnya kuat hingga meninggalkan kiss mark di sana.

"Apa yang kau lakukan!!" Bentaknya tepat di depan wajahku namun aku mengabaikannya.

"Reegan hentikan!!"

Nicca menjerit saat bibirku mulai menjalar ke dadanya. Uh aku sudah terlalu jauh sekarang! Saat kesadaran ku pulih aku bangkit lalu merengkuhnya ke dalam pelukanku.

"You are mine queen" bisik ku tepat di telinganya

.
..
...
....

~Lord & Queen Ice __ 612~

Thank You
To Be Continued
Ig : Anggunika_12

Lord And Queen IceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang