2. Kerja Sama

2.9K 116 0
                                        

"Mom dad aku kangen" gumam nicca tanpa sadar. Lagi lagi ia menghela nafas berat. Dia sangat merindukan kedua orang tuanya yang sudah genap 2 tahun meninggalkannya.

Nicca memasuki gedung pencakar langit dengan pandangan kosong namun tetap terlihat dingin. Banyak para karyawan yang menyapanya dan memberi salam namun tak ada balasan dari dirinya.

Saat di sini nicca selalu teringat dengan mendiang kedua orang tua nya, apalagi saat melihat bingkai yang berisi foto keluarga nya saat ia wisuda dulu.

ZacAldrix Veronandro Glorry ayah tercintanya yang merupakan perintis perusahaan besar ini. Vellynnica Glorry, adalah ibunda nya yang telah mengandung dan merawatnya hingga sebesar ini, kedua kakaknya Zacheus dan Zacky yang mereka tinggalkan untuk menjaganya hingga saat ini.

Jabatan CEO memang membanggakan, semua orang berlomba lomba untuk bisa duduk di kursi kebesaran ini. Namun, di balik jabatan itu beban tanggung jawab lah yang harus di bawa. Beribu ribu kepala keluarga bergantung pada pimpinannya. Nicca hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang, menjadi pemimpin memang cita cita nya sejak kecil, namun semuanya terasa kurang setelah keduanya tiada. Hanya kedua kakaknya alasan hidup ia hingga kini.

"Miss Glorry, ini jadwal anda hari ini" ucap Vania sekretarisnya itu sambil menyodorkan beberapa map penting.

Jam 9 : Rapat dengan pemegang saham

Jam 12 : bertemu klien Lord Corp sekaligus sholat dan makan siang, dll

Satu persatu ia baca jadwal yang sudah biasa ia geluti sehari harinya itu.

"Persiapkan semuanya vania" ucap nicca singkat dan dingin

"Um Miss-"

"Panggil aku nicca saja van" potong nicca jengah "kau membuatku merasa tua seperti sudah bersuami" sambungnya

"Emang seharusnya sudah begitu kan?" Celutuk vania tanpa sadar

"Apa kamu bilang !!"

"E..eh ti.. tidak" gugup vania lalu menunduk

"Katakan" ucap nicca dingin begitu menusuk

"Um gini nona, nona itu sudah pantas untuk jadi seorang istri. Apalagi nona sudah mau berkepala tiga. Lupakan masa lalu mu nona" terang vania sambil menunduk

Nicca hanya diam tanpa meninggalkan kesan dingin di wajahnya.

"Ma.. maaf kan - "

"Keluar" titah nicca dingin

"Baik nona, saya permisi" dengan gugup sambil menunduk dalam. Setelah keluar dari ruangan, Vania merutuki mulutnya yang melenceng seenaknya itu membuat mood bossnya semakin buruk.

________ __

"Maaaxx !!!"

Max yang berada di ruangannya pun lari tergopoh gopoh menuju ruangan big bos setelah mendengar teriakan yang memekakan telinga itu.

"What happen boss?" tanya Max panik

"Berkas untuk pertemuan dengan klien nanti mana?" Teriak reegan yang tengah mengacak acak berkas di sekelilingnya.

"Kau tahu? Glorry Corp itu perusahaan besar! Dan kerja sama ini akan sangat menguntungkan" sambung reegan lagi yang

"Sepertinya kau butuh sekretaris Lord" ucap Max sakras sambil memutar bola mata nya kesal.

"Memangnya kenapa?" Cengo reegan dengan wajah bodohnya

"Oh ayolah My Big Boss Lord Reegan-"

"Bahasa lo ketinggian max" potong reegan

"Setan! Ini kantor" kesal max

"Sebenarnya di sini bossnya siapa sih ya?" Sindir reegan bodoh dan terdengar berbelit belit

"Gue cabut, mau.print.out.berkas.buat.meeting.nanti " tegas Max menahan kesal dengan cara menegaskan ucapan tiap katanya.

"Oh, buat meeting?" Gumam reegan masih cengo

"Goblok ko di pelihara!" Max tersenyum miring dan berlalu

"Brengsek ! Sialan ! MAAAAXXX ! KU JADIKAN KAU OFFICE BOY NANTI !!!" Teriak reegan mengelegar di ruangannya namun hanya bisa terdengar oleh Max karena di lantai itu hanya ada ruangan ia, max dan tempat meeting. Max terkikik mendengarnya, ia tahu bossnya itu tak serius dengan ucapannya. Imposible.

_____ ___

Nicca dan sekretarisnya berjalan atau lebih tepatnya mengendarai mobil menuju restaurant mewah di dekat Mall besar di pusat kota. Sesampainya disana, mereka langsung menempati tempat yang telah di booking dan langsung memesan makanan. Terlihat dua orang pria yang berjalan cepat ke arahnya, hanya ada 1 kata untuk mereka,,

Tampan

"Selamat siang Ms. Zacqueen" salam Reegan dengan senyum manis nya.

"Idih, lancang banget manggil nona namanya doang, panggil marganya dong" celutuk vania kecil namun masih terdengar oleh telinga tajam reegan dan max. Mendengar itu reegan tersenyum kikuk sedangkan max hanya menatap datar

"Um, Siang Ms. Glorry" ulangnya

Nicca hanya tersenyum tipis menanggapinya. Entah mengapa jantungnya berdebar kencang kali ini. Karena biasanya klien pria itu di hadapi oleh kedua kakaknya, dan ini yang pertama kalinya bagi seorang Zacqueen yang anti dengan laki laki.

"Tak apa. Zacqueen Veronicca Glorry, panggil saja nicca" tukasnya sambil menyodorkan tangan, untuk menutupi kegugupannya.

Vania hanya menyerit bingung dengan tingkah sang boss yang tidak biasanya ramah kepada seseorang, apalagi ini seorang laki laki?

"Lord Alexander Reegan" balasnya sambil tersenyum simpul.

"Baiklah, bisa di mulai presentasinya Mr. Lord--"

"Panggil Reegan" potongnya, namun hanya di tanggapi tatapan datar dan dingin oleh nicca. Reegan yang melihatnya pun bergidik ngeri, pasalnya baru kali ini ada cewe yang menatap dingin dirinya dan bodoh nya membuat ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. salah tingkah

Max pun sama, ia menyerit akan keanehan big boss nya itu. Biasanya ia paling tidak ingin di panggil Reegan oleh orang lain, tapi ini? Terasa ganjil.

Setelah beberapa presentasi, persetujuan kerja sama dan makan siang selesai mereka kembali dengan suasana hati yang entah bisa di sebut apa. Senang? Atau bahagia? , namun sayang mereka tidak menyadari perasaan masing masing.

~Lord & Queen Ice __ 612~

Lord And Queen IceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang