25. Pergi

935 44 0
                                        

ZACQUEEN

Aku sangat menyesal saat telah menyadari bahwa aku mencintainya, bodohnya aku yang terbuai oleh prilaku kasar namun ada sisi lembutnya dia. Ku pikir dia akan memilihku dari pada kekasihnya, karena dia terlalu histeris saat kejadian di kantor 6 hari yang lalu. Namun pemikiran ku salah, dia bahkan terang terangan berjalan berdampingan saat memasuki restaurant zacky tadi. Dia memang cantik, berbeda jauh dari ku. Dia-akh kalau mengingatnya air mata ku akan luruh, sudah tidak terbendung lagi. Kumpulan kumpulan memory bersama reegan terlalu banyak dan sekarang seakan berputar bagai kaset di otak ku. Aku merasa tengah ditertawakan oleh kenangan sendiri sekarang. Malang sekali nasibku.

Aku menyesal tidak menerima lamaran kak rey padaku waktu itu. Bagaimana pun juga aku sudah berumur dan sudah sepatutnya aku menikah. Mom dan dad disana pasti sedih di sana karena putri satu satunya masih single sampai sekarang. Ah kalau saat saat seperti ini aku pasti merindukan kedua orang tua ku.

Tiba tiba pintu kamar ku terbuka lalu munculah kak zac dan zacky dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan. Dengan cepat aku mengusap air mataku, lalu tersenyum palsu ke arah mereka.

"Honey" panggil kak zac

"Iya kak?" Jawabku serak. Aku melupakan tidak berdehem tadi. Aku merasa tubuh ku di rengkuh oleh kak zacky dan pecah lah kembali tangis ku yang sedari tadi di tahan.

"Sstt, sabar lah honey kau kuat" bisik kak zacky di telingaku.

"Kak hiks.. aku-"

"Tenangkan dirimu dulu" potong kak zac lembut
"ini di minum" sambung kak zac sambil menyodorkan teh manis hangat padaku.

"Kak aku mau ke london" ucapku tiba tiba saat keadaan hening melanda. Kak zac menoleh kilat padaku dan kak zacky terlihat menegang

"Aku ingin mengurus kantor cabang di sana" alibi ku cepat

Kak zac memicingkan matanya
"Kau mencoba kabur dari masalah?" Tanya kak zac

"Tidak! Aku berniat melupakannya kak. Dan ingin menemui kak rey, dia dulu melamarku tapi aku menolaknya secara halus. Aku ingin mencoba mengetes keseriusan kak rey di sana." Jelasku sambil menunduk

"Kau menjadikan rey sebagai pelampiasan mu?" Tanya kak zac lagi. Aku mendongak cepat

Kenapa kak zac berfikir begitu?

"Tidak!" Sanggah ku cepat.
"Aku sudah berumur kak, dan aku harus segera menikah" cicitku pelan dan kembali menunduk.

Zac menghela nafas kasar lalu mengangguk.

"Besok kau akan berangkat" ucap kak zac yang membuatku mendongak dan tersenyum merekah.

"Kak bisa ambil alih perusahaan ku?" Tanya ku pada kak zac, dan kak zac mengangguk mengiya kan

Kak zac mendekat lalu merengkuh tubuh ku dan zacky. Aku merindukan suasana seperti ini, aku bersyukur saat di landa kesedihan aku masih memiliki sandaran.

"Jangan terlalu lama di sana honey, kakak akan merindukan mu" ucap zac sambil mengelus punggung ku.

___ _

Saat ini aku di depan pemakamam mewah milik almarhum mom dan dad. Aku berniat berpamitan dan meminta doa restu kepada kedua orang tua ku.

Di depan nisannya tangis ku kembali muncul, aku sangat merindukan kedua orang tua ku, mereka selalu menyayangiku, mereka tidak pernah menyakitiku. Aku menabur bunga di atas makamnya lalu memeluk nisan mom erat sambil menangis kencang.

"Mom, aku merindukanmu" rengek ku sambil menangis. Lalu aku beranjak dan memeluk nisan dad

"Dad aku merindukan mu. Kau selalu kuat menghadapi masalah apa pun hingga tak pernah terlihat lemah oleh ku. Boleh kah aku meminjam kekuatan mu agar aku kuat menghadapi masalah seperti dad?" Isak ku sambil memeluk dan mencium nisan nya

Terasa ada yang memegang pundak ku lalu terlihat lah kak zacky sambil tersenyum ke arah ku. Ia mengangkat ku lalu merengkuh ku ke dalam pelukannya. Aku kembali menangis di sana.

"Sstt, sudah honey ayo pulang. Mom dan dad akan sedih melihat putri kesayangannya terus menangis" bisik kak zacky lalu menggiring ku keluar area pemakaman.

Aku tahu maksud kak zacky membawa ku keluar makam, karena dulu pada saat orang tua ku di kuburkan akulah orang yang tidak mau meninggalkan mereka, aku bahkan sempat tidur di antara makam mereka, karena aku berfikiran mereka pasti sendirian dan kedinginan di sana dan aku ingin menemaninya. Mungkin kak zacky tidak ingin hal itu terulang lagi. Aku memasuki mobil dengan pandangan kosong lalu dengan cepat mobil itu melaju ke mansion ku.

Sekarang aku sedang di bandara bersama kak zac dan zacky. Aku memeluk mereka berulang kali saat telihat jet pribadiku dengan tulisan Glorry tercetak jelas dari kejauhan.

"Jaga dirimu baik baik di sana honey" bisik kak zac lalu kambali memeluku.

"Hati hati di sana" bisik kak zacky.

Aku melepas pelukannya lalu tersenyum ke arah mereka. Lalu mencium punggung tangan mereka satu per satu

"Kalau ada apa apa kau bisa menghubungiku, dan kakak bisa kesana kapanpun untuk menjemputmu. Jangan menyimpan masalah sendirian lagi honey. Kau masih memiliki kakak kakak yang ganteng ini" zac terkikik di akhir kalimatnya

Kak zac memang sangat posesif padaku sedari dulu. Dan dia selalu mengatakan, kau itu adik perempuan ku, kesayangan mom dan dad satu satu nya.

"Aku hanya sebentar kak. Tidak perlu secemas itu" ucapku lalu terkikik melihat wajah khawatir kak zacky.

Aku mencium pipi mereka lalu melenggang pergi bersama body guard ku yang tengah membawa beberapa koper. Dari kejauhan aku melambaikan tangan ku sambil tersenyum merekah ke arah kak zac dan zacky. Aku melangkahkan kaki ku ke tangga pesawat lalu berhenti dan berbalik

Semoga aku bisa melupakan mu reegan
.
.
..

~Lord & Queen Ice __ 612~

Thank You
To Be Continued
Ig : Anggunika_12

Lord And Queen IceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang