"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi nona glorry tidak bisa di selamatkan"
_________ _____ _________
Aku menjerit mendengar penuturan dokter lalu berlari tanpa mempedulikan sahutan dari semua orang ke arah ruangan di mana queen ku tengah tidur. Ku peluk tubuh dinginnya lalu menangis hebat di sana
"QUEEN BANGUN !!" Teriak ku sambil mengguncang guncangkan tubuhnya
"KU MOHON BANGUN!"
"Queen, don't leave me. Wake up please, i love you" aku berbisik di sambil memeluknya lalu mengecup kening lalu bibirnya lembut.
"Maaf tuan lord, kami harus melepas alat bantu yang ada di tubuhnya" ucap dokter ramah
"SIAPA YANG MENYURUH UNTUK MELEPASKAN ALAT BANTU DI TUBUH NICCA !!" Bentak ku emosi pada dokter sialan itu.
Aku yakin queen akan sadar dan tidak akan meninggalkan ku
"Tenang lah, Tuan Zac sudah menyetujui keputusan ini" jelasnya lagi
"BAGAIMANA SAYA BISA TENANG DOKTER MELIHAT--"
"Dokter jantung pasien kembali berdetak" ucap seorang suster tiba tiba yang masih terdengar oleh ku.
Aku menepi membiarkan dokter tersebut menangani queen yang mulai membaik ini
"Lakukan yang terbaik dokter, ku mohon" pinta ku pada sang dokter, lalu ia mengangguk.
Selang beberapa menit akhirnya dokter tersenyum lalu beranjak dan berjalan menuju ke arah ku dan kak zac zacky yang berada di ruangan ini.
"Tuhan memberikannya keajaiban. Jantung nona glorry semakin membaik dan kondisi tubuhnya semakin pulih" jelas dokter tersebut
Kami bertiga bernafas lega, kak zac dan zacky berlari ke arah nicca sedangkan aku menghampiri dokter
"Terima kasih dok sudah menyelamatkan wanita yang saya cintai. Maafkan saya yang tadi berlaku kasar terhadap anda" sesal ku, dokter tersebut tersenyum
"Tidak masalah, saya maklumi. Berterima kasih lah pada Tuhan yang menyelamatkan nona glorry, saya hanya sebagai perantaranya saja. Kalau begitu saya permisi" jelas dokter itu lalu melenggang pergi.
Aku berlari menghampiri bangkar nicca lalu merengkuhnya ke dalam pelukanku
"Aku mencintaimu queen" bisiku lalu mencium wajahnya bertubi tubi. Semua orang yang berada di luar berdatangan menghampiri kami
Terlihat jari tangan nicca bergerak pelan, perlahan tapi pasti nicca mulai membuka matanya. Senyum merekah tercetak jelas di wajahku dan wajah semuanya.
"Aku di mana?" Gumam nicca pelan dengan suara seraknya
"Kak zac, kak zacky, grand ma--"
"Minum dulu honey" potong zac lalu menyodorkan segelas air mineral ke arah nicca
"Terima kasih kak. Aku dimana? Kenapa semuanya berkumpul di sini?" Tanya nya
"Kau di rumah sakit honey" jelas zacky
"Kau membuat kami khawatir cucuku" ucap grandma nya nicca
"Memangnya aku kenapa? Hanya pingsan bukan?" Tanya nya polos
Astaga, tidak ada pingsan yang sampai satu bulan !
"Queen, akhirnya kau sadar. Aku merindukan mu" bisik ku, lalu ia menoleh ke arah ku dan menegang
"Reegan" gumamnya
"Aku merindukan mu queen. Ada yang sakit?" Tanya ku sambil tersenyum manis
"Pergi !" Tegasnya yang membuat ku tercengang, bahkan semua orang pun tercengang mendengarnya
"Kena--"
"PERGI REEGAN !!!" Bentaknya lebih keras.
"Tidak queen, aku akan--"
Dia memalingkan wajahnya lalu menangis terisak
"Reegan, dia butuh waktu" ucap zac.
"Tidak kak! Aku akan menyelesaikan semuanya" tegasku tak peduli jika aku di katakan kepala batu
Aku menarik jari tangannya lalu mengecupnya tapi dengan cepat nicca menepisnya lalu menjauhkan tangannya dari ku.
"Apa yang terjadi queen? Kau kenapa?" Tanya ku lirih
"Pergi reegan pergi" ucapnya sambil terisak
"Kenapa?"
"Aku... hiks.. malu"
Ha?, Malu?
"Kenapa harus malu queen?" Tanya ku yang masih bingung
Nicca menoleh ke arah ku lalu tersenyum pahit
"Kau tidak melihat keadaan ku sekarang! Bahkan mungkin kau merasa jijik dengan tubuh ku. Dan aku tidak mau di katakan sebagai perusak hubungan orang, hubungan mu bersama kekasihmu" lirihnya
DUAR !!!
Kenapa fikirannya sejauh itu?
Aku menahan tubuhnya yang akan berbalik lalu berbicara di depan wajahnya
"Dengar queen! Aku bahkan tidak mempermasalah kan kondisi tubuhmu, aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan tania. Aku memilihmu karena aku mencintai mu. Love you more than more Zacqueen Veronicca Glorry" jelasku sambil berbisik di akhir kalimatnya. Aku mengecup bibirnya lalu melumatnya lembut. Ia terisak sambil tersenyum di depan wajahku. Aku menghapus air matanya dan melepas ciumannya. Mengecup keningnya lama seakan tengah menyalurkan rasa cintaku terhadapnya.
Aku mendongak dan menemukan semua orang memandangku dengan senyum yang tercetak serta air mata yang masih berurai.
"Zacqueen Veronicca Glorry, will you marry me?" Ucapku yakin sambil menyodorkan kotak beludru merah dengan isi cincin berlian di dalamnya. Ya aku yakin atas keputusan ku dan menempati janji ku.
Nicca melotot ke arah ku dan menegang. Ia menengok ke arah kedua kakaknya dan mereka mengangguk sebagai jawaban.
"Yes, I will" bisiknya
Senyum lebar ku tidak dapat di sembunyikan lagi. Dengan cepat aku memeluk tubuhnya dan mencium wajahnya bertubi tubi. Terima kasih Tuhan, aku sangat bahagia sekarang.
.
.
.
.
"Et! Jangan ke situ! Belum mukhrim" cegah zacky saat aku hendak mencium leher nicca. Lalu semuanya tertawa melihat ku dan nicca yang tertunduk malu
Shit!
.
~Lord & Queen Ice __ 612~
Thank You
To Be Continued
Ig : Anggunika_12
KAMU SEDANG MEMBACA
Lord And Queen Ice
RomancePerubahan sikap karena suatu akibat membuat keduanya menjalani kehidupan yang berbalik 180 derajat. Sifat dingin dalam diri mereka sangat kental hingga siapapun tak mampu menyentuhnya. Akan kah ada seseorang yang berhasil melelehkan nya ?? "Tidak pe...
