"Kau mau membawa ku kemana?" Tanya ku sudah ke 10 kalinya namun tak di jawab oleh reegan. Reegan hanya sesekali melirik namun tetap membisu.
"Dasar bisu" gerutuku pelan dengan kesal aku berbalik menghadap jendela memunggunginya. Tiba tiba mobil berhenti di depan gedung apartemen, reegan melepaskan sealbetnya lalu keluar begitu saja tanpa menyuruhku turun atau melakukan hal hal romantis lainnya. See ? dia begitu menyebalkan. Aku masih berdiam diri di sini karena malas mengikutinya. Aku terjolak kaget saat pintu mobilnya terbuka lalu menampilkan wajah datar reegan
"Keluar" ucap reegan singkat padat jelas dingin dan tegas. Ugh!
Dengan kesal aku keluar dari mobil sambil terus menggerutu. Baru kali ini aku di perlakukan kasar oleh seorang pria dan entah bodohnya aku menurut saja. Reegan menarik ku ke dalam lift lalu memencet tombol lantai yang paling atas tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun. Sesampainya di sana ia menarik ku lagi dengan kasar melewati tangga menuju atap gedung.
"Lepas! Gue bisa jalan sendiri" ketusku sambil menghentakan tangan agar telepas dari cengkramannya. Ia menatapku datar lalu berbalik berjalan memungguniku.
Sial! Maunya apa sih!!
Kekesalanku menguap saat semilir angin malam menerpa kulitku. Rasa penat ku hilang berganti dengan kesejukan dan pemandangan kota malam yang terbentang luas terlihat dari sini. Merentangkan tangan ku lalu mengadah ke atas sambil memejamkan mata, tiba tiba sebuah tangan kekar melilit di pinggang ku dan sebuah dagu mendarat di bahu ku.
"Queen" bisiknya pelan, aku hanya bergumam sebagai jawaban nya
"Kau tahu-"
"Tidak" potong ku cepat. Ia mengeram lalu membalikan tubuh ku secara paksa menghadapnya. Yang ku lihat adalah ekspresi kesalnya yang terlihat lucu menurutku. Aku terkikik geli melihatnya seperti anak kucing merajuk
"Tadi marah kenapa?" Tanya nya melembut
Karena kau tidak menjemputku dan tidak memperlakukan ku dengan romantis!!. Batin ku menjerit ingin mengatakan itu namun aku terlalu gengsi untuk mengatakannya
"Mau pms mungkin" ucap ku ngasal. Ia menghela nafas, lalu mendekatkan kepalanya ke arahku hingga hidung kami bersentuhan.
"Gue benci lo tadi tinggalin gue dan malah narik pria sialan itu masuk ke mobil lo" bisik reegan tepat di depan wajahku
Oh, jadi marah karena hal itu?
Aku terkikik lalu menjauhkan kepalaku darinya.
"Namanya nathaniel bukan pria sialan." Ucapku berusaha mencairkan suasana, namun reegan malah mengeram kesal dan menarik kepala ku lagi dengan paksa
"Gue gak peduli dia siapa, intinya gue gak suka liat lo deket deket sama cowo lain" bisik reegan dengan suara tegas. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, untuk menjauhkan kepalaku juga tidak mampu. Tubuhku berasa panas dingin dan jantung ku berdetak marathon saat ini. Reegan mencondongkan wajahnya kepadaku dan
Cup
Reegan mengecup bibir ku lalu melumatnya pelan. Aku berusaha membalasnya perlahan karena aku masih amatir dalam hal seperti ini. Di atas gedung di terangi sinar bulan, gemerlap bintang dan angin yang berhembus menjadi saksi bisu menemani aku dan reegan yang saling melepas gejolak perasaan yang sama.
Reegan melepaskan pautannya dengan deru nafas menggelitik kulit ku. Ia melepaskan pelukannya lalu meraih kedua punggung tangan ku dan mengecupnya. Tiba tiba matanya melotot kaget saat melihat cincin tersemat di jari ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lord And Queen Ice
Roman d'amourPerubahan sikap karena suatu akibat membuat keduanya menjalani kehidupan yang berbalik 180 derajat. Sifat dingin dalam diri mereka sangat kental hingga siapapun tak mampu menyentuhnya. Akan kah ada seseorang yang berhasil melelehkan nya ?? "Tidak pe...
