6

3.3K 138 4
                                        

Comment jika ada typo, supaya langsung di revisi

Enam.

"Satu kenyataan masa lalu mu yang membuat ku bertekat untuk mendapatkan hati mu sepenuhnya, sama halnya ketika kamu dulu mengejar-ngejarnya"-Neysa Lavinia Putri.

***

Semua guru tidak memasuki kelas, karena sedang diadakan rapat di aula.

Andra sedari tadi merasa tidak tenang, dia memikirkan kejadian tadi padi di koridor, ketika dia membentak neysa dan membuat mata neysa berkaca-kaca.

Andra terus saja menghela nafas panjang.

"Kenapa ndra? Nggak tenang banget kayaknya?",tanya daniel.

"Nggak pa-pa gue"

"Nggak usah kayak cewek deh yang nggak pa-pa nya itu ambigu"

Andra tak memperdulikan ucapan daniel, dia memilih beranjak menuju ke perpustakaan.

Ketika melewati wc perempuan, muncul lah neysa. Matanya langsung berbinar saat melihat andra.

"Andraaa",panggilnya.

Andra bingung antara harus minta maaf soal tadi pagi atau malah tidak memperdulikannya.

Andra bergumam untuk menjawab panggilan neysa. Neysa yang merasa di respon pun melebarkan senyumnya.

"Andra mau kemana?"

"Perpus. G-gu-gue em-it-itu soal tadi pagi, gue nggak bermaksud buat ben--"

"Ahh.. Nggak papa andra, neysa tau pasti andra lagi kacau kan fikirannya pagi tadi",tebak neysa.

Andra hanya bergumam untuk menjawan.

"Andraaa, neysa minta monor wa andra boleh?"

Raut wajah andra berubah menjadi datar"Nggak",ujarnya dan berlalu meninggalkan neysa.

"Isshhh baru tadi mau ngobrol sama neysa, ehh- udah kembali jutek lagi"

"Pokoknya neysa harus semangat buat dapetin hari andra"

***

"Daniell.. Plisss gue minta nomornya andra",pinta neysa.

"Nggak, ntar yang ada gue di golok sama si andra"

"Niell.. Plisss ayolahhh.. Sama cewek cantik masa begitu, pelit amat lo, gue sumpahin lo jomblo seumur hidup, nggak laku-laku sampe tua nggak ada yang mau sama lo"

"Lah lah.. Kok gitu sih"

"Yaudah ayo kasih, doa orang teraniaya pasti di kabulin tauk"

"Emang lo teraniaya?"

"Iya!, udah ayo lah kasihh, lo mau jomblo seumur hidup, nggak punya istri lo nanti"

Daniel membayangkan sendiri dan bergidig ngeri.

"Yaudah nih.. Nih.. Dengan sangat amat teramat terpaksa gue kasih, tapi awas lo jangan bilang ke andra kalo ini dari gue"

Neysa bersorak gembira dan berjoget ria. Setelah menyatat nomor andra neysa pun beranjak"makasihh daniel.. Kudanielll",teriaknya sambil berlari.

"Enak aja gue dikatain kudanil, cewek gila"

***

Neysa memasuki kelasnya dengan senyum yang tak lepas dari wajah cantiknya.

"Kesambet apaan lo ney",tanya afi.

"Isshh nggak lah, guee seneng banget pokoknyaaa.. Gue dapet nomor andraaaa... Aaaaa"

Certainty[On Going] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang