Perempuan itu, berlari memasuki koridor sekolahnya, dengan bajunya yang basah. Tapi, rambutnya, yang paling basah sebetulnya. Ia sudah telat lima belas menit, padahal dia tidak pernah telat dari kelas satu SD! Dia manusia anti telat, dan kalian harus tau.
Sementara, ia berusaha untuk tidak ketahuan oleh guru guru. Ia berjalan lewat belakang, yang sangat jarang di lewati oleh orang orang.
"Kriesha! Telat lima belas menit"
Baru saja ia merasa aman, dan ternyata ia tertangkap di depan kelasnya sendiri. Ia langsung berdiri tegak, dan menyengir kepada guru olahraganya yang sangat disiplin itu. Kemudian, ia di tarik ke dalam ruang guru dan harus mengisi buku pelanggaran.
"satu mangsa lagi nih pak, ini anak udah telat lewat belakang pula!" Ucap guru fisika
"Yah pak.. Saya kan kehujanan. Liat aja, baju saya pada basah, rambut saya basah" ucap kriesha, dengan nada dan muka yang memelas.
"Tak ada alasan, awak hukum kau!" Ucap guru olahraga.
Ah iya, namanya autumina lukriesha linshira. Biasa di panggil kriesha, atau mina oleh orang orang terdekatnya.
"Yaudah, saya rela deh di hukum" Kemudian, pintu ruang guru terbuka dan melihatkan orang yang juga kehujanan. Dan terlihat menunjukan muka cengar cengir, saat masuk ke dalam ruang guru.
"Alamak! Ini lagi si max, telat juga datangnya! Udah, kalian saya hukum berdua!" Ucap guru olahrgaganya
Kriesha dan max berdiri bersebelahan, dan menunggu sampai mereka tahu apa yang akan jadi hukuman mereka. Dan yang pasti, mereka harus melakukan bersama.
"Lu telat juga?" Tanya max
"Tau nih, tadi gue naik ojek neduh dulu soalnya"
"Tumben naik ojek, biasanya jalan kaki?"
"Udah mendung, gue pikir mendingan naik ojek. Eh, sama aja"
Max mengangguk, dan mengalihkan pandangannya kepada guru guru yang sedang berunding, tentang hukuman yang harus mereka dapatkan. Yang mereka harapkan, mereka tidak dapat hukuman yang terlalu berat.
"Kalian berdua, bersihin meja kantin aja. Office boy sekolah gak masuk" ucap guru olahraga, kriesha langsung lemas mendengar bahwa ia harus membersihkan meja kantin.
Mereka berdua langsung jalan ke lantai satu, dan langsung pergi ke kantin. Kriesha agak malas sejujurnya, kantin mereka itu sanagt besar. Kenapa, ia tidak dibiarkan masuk kelas saja? Bukannya seperti ini, dia jadi tidak ikut kelas? Tapi ia senang sih, eh.
Mereka membersihkan kantin, sudah hampir setengahnya selama sepuluh menit. Mereka berdua istirahat sebentar, karena lelah sehabis membereskan kantin. Kriesha membeli minum, dan duduk di depan Maximus, yang hanya melihatnya minum. Oh iya, maximus aetelearth geoffroy namanya, kakak kelas satu tahun diatas kriesha.
"Lu gak minum?" Tanya kriesha, max menggeleng. Lalu, max seperti mencari sesuatu di tasnya selama beberapa lama dan terlihat kecewa. Kriesha langsung tersenyum.
"Bentar ya" ucap kriesha, dan dia langsung meninggalkan max. Max hanya menelan ludah, dia sangat ingin minum sebetulnya. Namun apa daya, ia lupa bawa air minum dan juga tidak membawa uang ke sekolah.

KAMU SEDANG MEMBACA
If You Love Someone, You Have To Be Brave To Say (End)
Fiksi Remaja+Rochealine Lau's Third Story+ Berhubung, ini sudah tahun terakhir dari Maximus Aetelearth Geoffroy di sekolah, Autumina Lukriesha Linshira yang sudah menyukainya sejak setahun yang lalu, memberanikan diri untuk mengakui cintanya dan mengejar Maxim...