Tiga Puluh Empat

124 5 0
                                    

Hari hari di thailand, dilewati kriesha dengan mengalami banyak hal. Belajar meditasi itu tidak mudah, dan butuh kesabaran ekstra. Setidaknya, itu membuat kriesha jadi berlatih untuk ekstra sabar.

Selain suasana yang baru, kriesha dan teman temannya mendapat banyak sekali teman dari negara asing. Lebih tepatnya, kriesha dan teman temannya berlatih meditasi di vihara yang berbeda. Kriesha di wat pra kaew bersama cewek cewek. Sedangkan yang cowok, di vihara yang lain.

Ia jugs berbagi cerita, dengan teman sekamarnya yang merupakan orang thailand tapi bisa bahasa mandarin. Seorang ibu ibu, yang membagi cerita hidupnya kepada kriesha dan kriesha takjub dengan ibu tersebut. Ibu itu, sudah seperti mama sementaranya di thailand.

Selama di vihara, mereka hanya boleh menggunakan baju putih dan tidak boleh makan lebih dari jam dua belas, tidak boleh nyanyi, menari, dan intinya mencoba tidak melakukan yang biasa mereka lakukan.

Sekarnag, adalah sesi tanya jawab. Kriesha belum ada pertanyaan, dan mendadak seorang ibu mengangkat tangannya dan bertanya.

"Bhante, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi keinginan terhadap seseorang secara berlebihan? Contohnya, anak saya mengejar seorang laki laki selama bertahun tahun, bagaimana cara bilanginya ya bhante" mendngar ibu itu bertanya, kriesha langsung menoleh dan memperhatikan saat bhante berbicara.

"Tidak usah melekat atau terlalu menginginkan sesuatu secara berlebihan. Semua itu tergantung pada karma. Jika kamu memang mempunyai, bahasa biasanyajalinan jodoh, dengan dia, maka bagaimanapun juga pasti kamu orang itu akan datang dan kamu akan menikmati hasil karma tersebut. Dan juga, apabila kita terlalu melekat, jika kita tidak mendapatkan hal tersebut, bukannya hal tersebut akan menjadi sebuah penderitaan? Untuk itu, lebih baik jangan melekat terhadap suatu hal" jelas bhante. Kriesha benar benar terdiam, mendadak dia seolah tergerak mendengar penjelasan bhante itu.

"Iya ya, gue gak bisa nih melekat sama max melulu" ucap kriesha, dan menundukkan kepalanya.


Sore itu, semua yang ikut latihan sedang membersihkan seluruh vihara. Kriesha lebih memilih, untuk membersihkan di tangga masuk ke vihara. Sekalian, ia bisa melihat bagusnya vihara tersebut dari depan. Dengan bagunan khas thailand, dan warna yang keemas emasan.

Sebetulnya, hari ini adalah hari terakhir mereka latihan. Besok, mereka sudah selesai dan akan jalan jalan di thailand. Yang pasti, seluruh keluarga teman temannya, leandro pun juga ikut ke thailand.

Saat sedang menyapu, seorang lungpo(bhiku) menghampiri kriesha dan kriesha langsung menaruh sapunya dan merangkapkan tangan di depan dadanya.

"nong'kriesha" ucap luongpo itu

"Kha lungpo(ya, bhante)"Ucap kriesha

"Semua perjuangan itu, akan ada hasilnya walaupun kecil. Kamu telah berjuang. Maka, kamu akan memetik buah dari usaha kamu. Kamu hanya perlu sabar" ucap lungpo itu, kriesha langsung terdiam dan menundukkan kepalanya. Kemudian, lungpo itu pergi dan kriesha sebetulnyia bingung. Mengapa mendadak, lungpo bilang begitu kepada dirinya.

Kriesha melanjutkan menyapu, dan mendadak dia mendengar suara orang ramai dari belakangnya. Dan, semua orang itu berbicara bahasa indonesia. Kriesha langsung menoleh, dan melihat ada rombongan teman teman dan keluarganya. Sementara kriesha tidak boleh heboh, kriesha hanya tersenyum kepada mereka. Diantara rombongannya, kriesha melihat ada leandro, gardetha dan juga.. Max! Max ikut, dan teman temannya juga ikut.

"sawadeekha(p) sila kriesha" ucap mereka semua. orang yang sedang latihan, semuanya dipanggil dengan sebutan "sila".

"Kriesha, foto dulu dong" ucap mamanya, dan kriesha menaruh sapunya dan berfoto sambil tersenyum saja di depan vihara tersebut.

"P'kriesha, udah belum nyapunya? Ada bell minum jahe" ucap seorang temannya, kriesha langsung menoleh dan berjalan meninggalkan rombongannya. Setelah minum jahe, dia kembali ke kamarnya dan menunggu sampai pukul tujuh.

Jam tujuh, mereka akan latihan meditasi lagi. Kriesha dan teman temannya datang lebih dulu, dan kriesha terkejut ketika melihat ada max, marcell, caeron dan kailex yang ada disana dan juga sedang diam saja. Tapi, kriesha tetap memandang lurus kedepan dan duduk di tempatnya.

Max, marcell, caeron dan kailex menginap di vihara ternyata. Jadi, sampai besok mereka akan mengikuti kegiatan kriesha



Kini, mereka sedang bersama sama jalan menggunakan tuktuk menuju hotel mereka. Sekarang, masih pukul tujuh pagi dan mereka akan mulai jalan jalan pukul delapan. Sebenarnya, semua agak lelah karena upacara pelepasan murid meditasi dimulai pukul lima pagi. Tapi, mungkin karena temanya akan jalan jalan mereka jadi semangat.

"Yang keliatan kurusan, kriesha, sama amber" ucap caeron

"Iya, karena gua gendut. Secara gak langsung lu mau bilang gitu kan?" Ucap kriesha, dan caeron tertawa.

"Lu pada seru gak retreat nya?" Tanya shailene

"Gue baru tahu, kalaupun lu transgender lu akan dianggap laki laki sama negara ini. Jadi, tetap aja lu harus ikut ngantri wajib militer. Plus, itu juga hoki hokian" ucap kailex

"Wait! Jadi, mereka tetap ngantri dan wajib militer gitu?" Tanya malynn, kailex mengangguk.

Sekarang, mereka naik tuk tuk. Karena tuk tuk tuk kecil, jadi harus dibagi dua orang dua orang plus koper.

"Gue sama yori ya" ucap caeron

"Gue sama shailene" ucap kailex

"Eh, gue mau sekali kali sama koko gue dong" ucap malynn

"Bell, gue sama lu ya.. Juseyo" ucap kriesha

"Gue kan belum cerita sama amber tentang si p'iyo.. Jadi, gue harus cerita dituk tuk" icap belline, dan kriesha pun langsung menoleh kepada max yang hanya diam saja.

"Siapa p'iyo?" Tanya dua couple, yang tahu pun tidak menjawab sama sekali.

"Oh iya, arvio ikut mendadak loh" ucap marcell, kriesha menoleh dan mengangguk. Yang tahu tentang belline dan arvio, baru empat orang. Bahkan, keluarganya belline belum mengetahui sama sekali tentang hal tersebut.

"Yaudah, itu artinya lu sama ko max. Mending naik sekarang" ucap yori, dan mereka langsung naik ke tuktuk masing masing bersama pasangan yang sudah ditentukan. Entah kenapa, karena sudah sekitar dua minggu tidak bertemu max, dan selama dua minggu itu jarang bertemu dengan laki laki.

"Honeymoon?" Tanya si supir tuktuj

"Mị̀ dị̂!Nı khwām pĕn cring reā mị̀ dị̂ xxk pị k̄ĥāng nxk(bukan! Bahkan kami tidak pacaran)" ucap kriesha, saat ditanya oleh si bapak supir seperti itu. Tapi, kriesha langsung blushing ketika membayangkan mereka honeymoon. Max menyadari hal tersebut, dan langsung tertawa.

"Kebanyakan ngehayal" ucap max, kriesha langsung menoleh.

"Apaan? Gue emang ngehayal?" Tanya kriesha

"Ngehayal honeymmon sama gue kan?" Ucap max, kriesha langsung malu sendiri dan terlihat salah tingkah.

"A.. Apaa.. Apaan" ucap kriesha, dan langsung membuang muka. Dan, sampai dihotel kriesha dan max langsung turun dan tidak emmenunggu yang lain. Kamar kriesha, bersama belline amber dan yori disebelah kamar kailex, stainley(adik shailene), max dan kris.

"Langsung ganti baju, entar langsung chao" ucap mamanya amber, mereka langsung mengangguk dan langsung ceoat ceoat ganti baju. Kriesha menggunakan baju off to shoulder, dan celana pendek dan juga sepatu. Setelah itu, dia langsung turun dan mengeluarkan handphonenya.

Pertama tama, kriesha bertemu leandro dan langsung memeluknya. Ia juga memeluk gardetha, karena mereka sudah beberapa kali bertemu. Dan sekarang, mereka semua masuk kedalam bus dan pergi ke destinasi pertama. Mereka pergi ke bekan istana, yang sekarang dijadikan museum dan semua foto foto disana. 

If You Love Someone, You Have To Be Brave To Say (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang