Hari ini, mereka sudah harus masuk sekolah lagi. Nightmare, semakin terasa saja. Di kepala kriesha, ada bayangan bahwa max akan mengprint screenshot chat mereka, dan akan ditaruh di mading sekolah. Tidak! Bodoh! Mx tidak sejahat yang di bayangkan. Atau juga, bayangan bahwa kakak kelas akan membully kriesha langsung ada di otaknya pada saat ini.
Ditengah perjalanan, sebetulnya saat itu gerimis. Mendadak, ada seorang yang mengklakson kriesha. Ia langsung mneoleh, dan mengerutkan dahi, orang itu menggunakan helm.
"Kriesha, ini gue! Michael" ucap orang itu, dan membuka helmnya.
"Oh... Michael" ucap kriesha, michael adalah teman lesnya.
"Ikut gue aja, udah gerimis soalnya. Nanti lu kebasahan lagi" ucao michael
"Gak usah lah mike, udah deket" ucap kriesha
"Gak ada penolakan" ucap mike, dan langsung menarik kreisha. Mau tak mau, kriesha naik ke aras motor mike dan mereka pergi kesekolah bersama.
"Lu beda banget dari waktu SMP" ucap mike
"Iya ya? Lumayan turun banyak sih gue" ucap kriesha
"Nanti pulang jam berapa?" Tanya mike
"Eh? Sekolah gue sih jam setengah empat" ucap kriesha. Mendadak, michael langsung menggas motornya dengan cepat. Dan keoala kriesha menubruk punggung michael, michale hanya tersenyum.
Saampai di sekolah, kriesha sudah melihat mobil yori. "Wah, pasti bakal ditanya tanya nih" ucap kriesha dalam benaknya.
Kriesha turun dari motor michael, dan tersenyum kepadanya. Disisi lain, ada seseorang yang melihat kearah mereka menggunakan sepeda. Bahkan, sampai berhenti sebentar dan setelah itu langsung masuk ke dalam sekolah.
"Makasih loh, by the way" ucap kriesha, mike menaikkan sebelah alisnya.
"Sha,tungguin!" Ucap yori, yanf baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan mendekat ke kriesha.
"Makasih, hati hati ya!" Ucap kriesha, michael menggunakan helmnya dan langsung bangkat ke sekolahnya.
"Elu ya.. Katanya suka sama max, ginana sih lu ?" Tanya yori
"Diem lu ye. Itu temen les lama, ketemu ditengahbjalan karena mendadak gerimis" ucap kriesha, dan kemudian memukul pantat yori. Mereka berdua tertawa. Dan di arah belakang, max datang dna melihat kriesha diantar oleh orang yang tidak ia kenal. Ekspresi wajahnya, langsung beruah.
**
Daritadi, kriesha benar benar tidak berani keluar dari kelas karena takur yang kriesha bayangkan terjadi. . Kriesha jadi tidak enak dengan Netta dan kawan kawan, yang sedari tadi jadi melakukan pekerjaanku.
"Kriesha, tolong ambil kapur ke ruang guru, empat saja" ucap si bapak wali kelas, kriesha langsung melotot dan tersadar dari lamunannya. What the heck? Kenapa harus kriesha sih??
"Duh pak, jangan saya deh pak. Nanti saya ketinggalan pelajaran"
"Enggak. Saya berhenti dulu, supaya kamu gak ketinggalan pelajaran" ucap pak eddy, kriesha pun mau tidak mau langsung keluar dari kelas setelah menggunakan jaket. Oh tidak! Malah mereka ada di luar lagi, sepertinya sedang istirahat sehabis tryout. Aduh aduh, bagaimana ya.
Kalau kriesha muter, lebih jauh dan kasihan teman teman di kelas. Kalau kriesha lewat depan kelas dia, kriesha cari mati. Sudah lah! Pakai jurus cuek bebek saja!
Kriesha berjalan melewati kerumunan mereka, hanya ada cowok cowok di depan kelas mereka. Dari jauh, kriesha sudah lihat beberapa teman max sudah cengar cengir, atau perasaan nya saja?

KAMU SEDANG MEMBACA
If You Love Someone, You Have To Be Brave To Say (End)
Genç Kurgu+Rochealine Lau's Third Story+ Berhubung, ini sudah tahun terakhir dari Maximus Aetelearth Geoffroy di sekolah, Autumina Lukriesha Linshira yang sudah menyukainya sejak setahun yang lalu, memberanikan diri untuk mengakui cintanya dan mengejar Maxim...