S.E.M.B.I.L.A.N B.E.L.A.S

106 5 0
                                    

Saat itu, kriesha sedang berada dikamarnya sambil bersantai santai. Liburan panjang ia nikmati, dan tidak ada pekerjaan yang harus ia lakukan selain menjaga adiknya.

Kris, menghampiri kamar kriesha dan emmanggilnya untuk kebawah. Katanya, mamanya ingin berbicara sesuatu.

"Kriesha, lusa kamu harus ke taichung loh. Diminta sama ama" ucap mamanya, kriesha yang mendengar hal tersebut langsung shock. Dua haru lagi, dia harus ke taichung! Taichung itu berada di taiwan. Dan tidak mungkin, dia pulang hari dan kalau kerumah amanya pasti harus menginap beberapa hari.

"Terus, berapa lama disana?" Tanya kriesha

"Seminggu" ucap mamanya, kriesha langsung kemas mendengar hal tersebut. Artinya, dia tidak akan bisa lagi bertemu max. Dia juga tidak akan foto lagi dengan max, karena ia rasa sudah tidak ada cara lain untuk bertemu dengan max.

"masa aku gak ngehadirin graduationnya si kris, mana enak?" Tanya kriesha, ya itu sebetulnya alasan kedua.

"Bilang aja ce, lu mau ngeliatin ko max" ucap kris, kriesha hanya bisa cengar cengir.

"yaelah, penting banget" ucap mamanya, dan kriesha hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang diminta oleh mamanya.

Ya, walaupun secara tidak langsung kriesha sudah ditolak oleh max, tapi tetap saja melupakkan seseorang itu tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi, sudah satu setengah tahun kriesha menyukai max.

Kriesha dengan lemas, kembali ke kamarnya dan langsung Mempacking baju untuk pergi ke taiwan lusa.

Mungkin, ini adalah akhir dari segalanya. Kisah cintanya, di masa SMA harus berakhir seperti ini. Cinta pertamanya, yang tidak seindah di novel novel dan bisa dibilang bertepuk sebelah tangan ini.

Selama di taichung, kriesha menghadapi banyak sekali hal. Salah satunya, keluarganya baru saja memutuskan untuk tinggal di desa dimana internetnya sangat sulit untuk dijangkau dan dia harus bekerja setiap hari.

Dan, hasilnya kriesha tidak bisa mengucapkan kelulusan untuk max ataupun adiknyw sama sekali dan itu sangat menyebalkan baginya.

Setiap hari kerjaannya, adalah pergi mengkontrol petani keluarga yang bekerja di sawah mereka, dan juga mengkontrol para pengrajin yang bekerja pada keluarga mereka.

Setidaknya, hal tersebut yang emmbuat kriesha tidak memikirkan tentnag max setiap saat selama bekerja. Ia menyesali sebetulnya, kenapa waktu home concert disekolahnya dia tidak mengajak max foto padahal, mereka berdua eye contact selama lima detik saat dia dan teman temannya sednag foto foto. Penyesalan luar biasa, terjadi dalam diri kriesha pada saat ini.

"Ama denger dari mama lu, lu juga ngejar cowok ya?" Tanya amanya, dan membuat kriesha tersadar dari lamunannya.

"Ya begitulah, kriesha memang lagi ngejar cowok" ucap kriesha, dan amanya mulai tersenyum lebar.

"Nanti, cucu kamu akan mengalami hal yang sama kalau kamu berhasil mendapatkan cowok yang kamu kejar. Ama nya ama, juga ngerasain hal yang sama katanya" ucap amanya, dan mendwdak pergi meninggalkan kriesha.

Tunggu, apa itu artinya memang ini kutukan keluarga? Kenapa kriesha tidak pernah tahu?

                                                                                                   *********

Saat itu, max sedang didepan rumahnya karena ada yang mengetuk ngetuk pagar rumahnya dengan kunci. Ternyata, adalah seorang pengantar pos dan hendak memberikkannya sebuah paket.

"Atas nama aetelearth maximus geoffroy?" Tanya si tukang pos itu, max menagngguk dan ia kebingungan. Seingatnya, ia tidak memesan apa apa.

"Ini paket, tolong di tanda tangan" ucap tukang pos. Max langsung menandatangan, dan masuk kedalam rumahnya dan memerhatikan paket itu. Masalahnya, tidak ada nama pengirim paket yang diberikkan pada max itu.

"Paket darisiapa?" Tanya mamanya, max langsung menggeleng. Maxima, kakak max langsung menghampirinya dan ikut penasaran. Max membuka paket tersebut, dan ada sebuah sweater putih bergaris merah dan juga ada sebuah surat.

Happy graduation!

Tinta ijo kembali lagi! Semoga kuliahnya sukses, nanti kerja juga sukses, masa kuliahnya seru dan makin kece!

Jangan lupa sama gue ya..

Maaf karena ngerecokin masa SMA lu, dengan mengganggu lu seperti orang gila dan crazy fans. Semoga, suka sama bajunya.

Ps : tiket nonton Tanggal : besok. 20/6

Max langsung melihat tiket nonton tersebut, ternyata adalah tiket nonton sebuah film action comedy di bioskop.

"Ah cie! Dari cewek yang ngejar lu itu ya?" Tanya maxima, mamanya juga ikut senyum senyum.

"Iya dari dia" ucap max, dan kemudian emngangkut hadiahnya dan masuk kedalam kamarnya. Maxima dan mamanya tertawa, dan hanya bisa geleng geleng.





Keesokan harinya,

Kriesha sudah siap, dan hendak pergi ke bioskop. Well, memang dia yang mengirimkan hadiah dan tiket nonton untuk max.

Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas ia benar benar ingion nonton berdua dengan max. Walaupun kriesha tau, akan menjadi sangat awkward bagi mereka berdua.

Kriesha menunggu di bioskop, dan sampai pertengahan film pun max belum kunjung datang juga. Saat itu, kriesha sudah benar benar pasrah dan sepertinya memang dia tidak akan datang.

"Memang dia gak akan pernah datang" ucap kriesha, dan entah kenapa ia malah menangis pada saat itu. Untung saja, kanan dan kirinya tidak ada orang.

Betul saja, sampai akhir film pun max tidak datang. Dan kriesha, menghabiskan menonton film tersebut dengan menangis dan tidak memerhatikan filmnya.

Kriesha keluar dari bioskop, dan berjalan sambil menunduk karena matanya bengkak. Dan, ia pulang kerumah dengan perasaan kecewa.
"Apakah ini adalah akhir?"

If You Love Someone, You Have To Be Brave To Say (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang