13

1.9K 185 9
                                        


Tuk! Tuk! Tuk! Tuk! Tuk!

Haechan mengetuk-ngetuk bangku menggunakan jarinya sembari menopang dagu.

"Ayolah ke kantin, nyalin catetan abis makan kan bisa. Udah laper banget gue" keluh Haechan.

"Sabar elah" jawab Jeno.

Semenjak bel istirahat berbunyi Jeno, Renjun, Jaemin dan Haechan masih berada di dalam kelas, mereka berempat minus Haechan menyalin catatan yang ditulis guru terlebih dahulu sebelum pergi ke kantin.

"Renjun" panggil seseorang dari ambang pintu.

Sontak nama yang di panggil langsung menoleh, bahkan Jeno, Haechan dan Jaemin juga ikut menoleh ke sumber suara.

Renjun hanya mengernyit bingung melihat seseorang itu.

Ia melangkahkan kakinya menghampiri bangku dimana Renjun dan teman-temannya duduk.

"Ini buat kamu"

Dia memajukan tangannya memberikan sebuah amplop berwarna biru muda ke arah Renjun.

"Itu apaan? Trus lo siapa?" tanya Renjun.

"Yena, aku- eee aku harus pergi" ia menaruh amplop itu di meja Renjun lalu berlari keluar dari kelas Renjun.

"Cewek aneh. Rabies apa gimana dah?" cibir Renjun.

"Wetzz.. Dapet surat cinta nih" goda Haechan, diiringi tawa Jaemin dan Jeno.

"Ciieee.. Renjun kita ternyata sudah besar ya" Jeno mengelus kepala Renjun, kemudian ia memukul tangan Jeno.

"Paan sih. Gaje" kesal Renjun.

Ia mengambil amplop itu kemudian menaruhnya di meja Haechan dan Jaemin.

"Buat lo aja nih, gue nggak tertarik!"

"Gue bukak ya" pinta Jaemin.

"Up to you" ketusnya.

Renjun berbalik dan kembali menulis catatannya yang belum selesai.

"Renjun ku sayang, nanti temuin aku di depan kantor KUA ya, aku mau ngajak kamu nikah sepulang sekolah" ucap Jaemin dengan nada di buat-buat ala cabe-cabean, sedangkan Jeno dan Haechan cekikikan sendiri.

Renjun menaikkan sebelah alisnya heran setelah Jaemin membaca isi amplop tersebut.

"Bhahaha.. Terima aja, ntar malem biar bisa naena 😏" Haechan menaik turunkan alisnya.

"Apaan? Siniin tu kertas" Renjun memutar tubuhnya ke belakang dan merebut kertas yang di pegang Jaemin kemudian membacanya.

"Sepulang sekolah temuin aku di gudang belakang sekolah, ada yang mau aku omongin, penting.. Aku harap kamu datang" gumam Renjun.

"Apaan nih, mana tulisan KUA? Mana tulisan nikah? Mana tulisan naena? Nggak ada? Yah penonton kecewa"

"Si kunyuk, tadi ogah-ogahan, sekarang nyariin" cibir Jeno.

"Emang ogah. Kecuali kalo si Somi yang ngajak baru gue mau" ujar Renjun.

"Ngayal lo ketinggian anjuw" cibir Jaemin.

"Jun, kantin yuk" ajak seseorang dari ambang pintu.

Itu Jeon Somi.

"Lo aja sendiri! Gue males!" ketus Renjun.

Seketika Haechan, Jaemin dan Jeno melongo melihat Renjun yang menolak mentah-mentah Somi. Padahal barusan Renjun bilang mau jika Somi yang mengajaknya.

"Kok lo-" ucapan Jeno terhenti.

"Apa? Tolak? Gue malu anjir. Jadi ya gue jual mahal aja lah. Toh kalo jodoh juga bakal balik ke gue!"

GENIE [WENGA]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang