🎵Kering Air Mataku- Geisha🎵
Raya melihat Nath yang menyundulkan kepala dibalik pintu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Buru-buru ia hapus tetesan air mata mencoba tersenyum selebar mungkin seperti tidak ada kejadian apapun.
"Sini sayang, Bunda pengen peluk Nath," lirih Raya melebarkan kedua tangannya. Lantas Nath langsung memeluk Raya erat nyaris mencekik lehernya.
Selama beberapa detik mereka saling berpelukan, saling menguatkan satu sama lain walau Nath tidak tau apa yang terjadi. Nath tidak banyak bertanya, yang jelas ia tau pasti ada yang tidak beres dengan Bundanya.
"Love you, Bunda. Nath sayang sama Bunda," ucap Nath semangat mengecup pipi Raya berkali-kali hingga meninggalkan jejak basah bekas air liur.
Mata Raya seketika terpejam saat tangan mungil Nath menelurusi setiap inci wajahnya. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah kebenaran, bahkan kini Raya bersumpah, lebih baik ia tidak mengetahui apapun layaknya orang bodoh dibanding ia harus tau segalanya dan menjadi terbayang-bayang.
Tetes air mata tak lagi Raya rasakan, nyaris kering tak bersisa. Hanya meninggalkan rasa sesak didada. Kapan rasa sedih ini akan hilang saat tak ada lagi penyemangat dalam hidupnya. Terdengar menyedihkan, namun Raya berusaha sekuat mungkin hingga ia kini terlihat seperti manusia bodoh yang terus saja tersenyum saat kedua mata menunjukkan sebaliknya.
"Nath mau jalan-jalan?"
Senyum sumringah keluar dari bibir anaknya lalu menganggukkan kepala pertanda setuju. Tak ada cara lain, melupakan masalah sejenak yaitu dengan berlibur ke suatu tempat dimana hanya ada dirinya, Nath dan hujan sebagai objek yang mewakili perasaannya.
Raya lantas membawa Nath untuk masuk kedalam mobil terlebih dahulu sementara Raya menyiapkan beberapa helai baju untuk Nath. Ya, Raya akan menenangkan hatinya sejenak, jika perlu untuk selamanya.
Setelah tas kecil penuh dengan kebutuhan Nath serta beberapa makanan ringan yang Raya bawa akhirnya Nath bertanya.
"Kita mau pergi kemana, Bun?"
Helaan napas gusar Raya terdengar jelas, ini keputusan tersulit yang ia miliki namun jika ia terus menerus berdiam diri dirumah dan memikirkan hal yang membuat dirinya semakin sakit untuk apa?
"Ke Villa Oma, mau?" Raya menyunggingkan bibirnya berharap Nath setuju atas sarannya.
"Kalau Ayah marah gimana?" Tanya Nath seperti tengah berhati-hati berbicara.
Raya membuang wajahnya ke arah jendela mobil lalu meringis mendengar pertanyaan putranya. Apa Alvin akan marah jika ia tiba-tiba saja menginap di Vila keluarga milik Alvin tanpa memberi kabar suaminya. Bagaimana pun juga, saat ini, Alvin masih resmi berstatus suami sahnya walau ia tidak tau bagaimana Alvin menganggap dirinya. Mungkin saja hanya istri bayangan; datang ketika merasa sepi.
"Gak akan."
Ekspresi Nath seperti tak yakin. Raya juga tak yakin atas jawabannya sendiri karena dirinya tau, Alvin sangat membenci keadaan rumah yang sepi saat dirinya pulang. Ya, suaminya itu memberitahukan melalui pesan whatsapp bahwa Alvin akan pulang besok. Dalam hati Raya menjerit, kenapa tidak sekalian saja jangan pulang dan menginap bersama pasangan haramnya itu. Kata selingkuhan menurutnya terlalu kasar bagi Raya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Berjuta Rasa(Completed)
Romanzi rosa / ChickLit#1 Pelakor - 11 Mei 2018 Sebuah keputusan sulit untuk memilih bertahan atau berpisah. Bertahan demi sang buah hati atau berpisah demi menyelamatkan hati. Karena jujur, dirinya ingin keduanya saja. 2017-2020
