14. [RAMA]

1K 54 0
                                        

Hari ini aku sengaja mengajak Melodi bertemu di kafetaria, bukan di taman.

Kenapa kafetaria? Jawabannya simple, karena aku bosan taman melulu.
Denting pintu kafe membuat aku langsung menengok. Benar, bidadariku sudah datang.

"Maaf," katanya yang terdengar seperti gumaman.

Aku tersenyum manis. "Nggak apa-apa Melo, aku juga baru dateng," bohong. Aku sudah menunggunya selama satu jam.

"Ada apa?" tanyanya menautkan alis. Ah, mungkin ia heran karena aku tidak mengajak melukis bersama. Karena hari ini, spesial.

"Karna kamu orangnya to the point, aku juga mau gitu. Kalau kita pacaran, setuju nggak?"

Aku bisa melihat perubahan wajahnya yang tadinya datar berubah menjadi merah padam dan kaget. It's so damn cute! Ah, jadi pengin cubit pipinya!

PAINTED // [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang