11. [MELODI]

1.2K 55 0
                                        

Ternyata aku salah paham. Ya, aku kira saat pertemuan tidak sengaja itu terjadi, perempuan itu adalah kekasih Rama. Tapi aku salah, karena Dira hanyalah sepupunya.

"Kamu ngelamunin apa?" suara itu membuatku kembali ke dunia nyata.

Aku menggeleng pelan.

"Melodi, aku 'kan udah bilang, kalau lagi sama aku, kamu nggak perlu malu," katanya. "Kalau kamu malu melulu, kapan aku ada peningkatannya?"

Aku menautkan kedua alisku bingung. "Peningkatan apa?"

Rama menoleh padaku sekilas, dan langsung melanjutkan melukis. "Eh--anu, peningkatan ngelukis,"

"Ngelukis? Lukisan kamu sama aku aja lebih bagus kamu kemana-mana," aku terkekeh mendengar alasan yang kurang masuk akal bagiku.

Rama melihatku takjub. "Gila! Ini ucapan terpang kamu yang kedua! Aku wajib banget buat ngabadiin ini!" Suaranya terdengar sangat bahagia.

Aku pun ikut tersenyum bahagia.

Cukup Rama, jangan buat aku semakin mengagumimu. Aku mohon.

PAINTED // [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang