Alfraza Abigail

8.9K 623 87
                                        

-----Pertemuan pertama----

" Nah disini itu lo bisa pake laborathorium sesuka lo asal izin dulu ke kak Radit, perpustakaan elektrik dan gampang banget nyari bukunya. Proses pinjemnyapun semingguan. Ada ruang kelas private buat para anggota Osis dan mereka yang terpilih untuk ikut karya tulis. Lo tau kan sekolah ini maju karna kecerdasan muridnya. Jadi lo pasti betah deh." Papar gadis berambut sepundak itu menjelaskan. Disisinya, seorang siswi pindahan baru, temannya semasa SMP " Aluna " Tampak mendengarkan dengan seksama. Sorot matanya penuh kekaguman.

Seperti yang ia dengar selama ini, Damitri High School benar benar sekolah menengah pertama impian. Tak hanya besar dan berbasis international, semua kebutuhan sangat lengkap disana, ruangan yang nyaman, dan peralatan lengkap yang memadai, ruang laboratorium dan guru guru yang kompeten dibidangnya masing masing

" Dan Aluna, karna lo dijurusan Biologi, Lo satu kelas sama Aditira Wakil ketua Osis di sini. Nanti gw kenalin ya." Senyum Dhitta manis. Gadis itu memang dikenal memiliki senyum termanis sepanjang masa sewaktu di SMP. Tapi sayang, disamping kelebihannya, Dhitta juga dikenal sebagai cabe cabean yang kerjanya ngincer cwo cwo ganteng. Dan sepertinya, kebiasaannya belum hilang sepenuhnya

" Dhit, kalau UKS dan Ruang Multimedianya dimana?" Tanya Aluna semangat.

Dan penyakitnya pun kambuh--

Entah kenapa, Dhitta bergeming. Dia yang sejak tadi cerewet, bungkam tiba tiba

" Dhit?"

" Dhitta...??"

" Ya Tuhaaan. Dan itu Lun, itu Matahari di sekolah ini!" Tunjuknya heboh pada koridor salah satu ruang jurusan. Bola matanya berbinar binar persis tante tante rumpi yang baru melihat berlian murni didepannya.

Saat pertama melihatnya,

-- Kesan Pertama

Aluna mematung beberapa detik. Tak heran jika ekspresi Dhitta selebay itu. Beberapa siswipun tampak berhenti melangkah saat ia lewat.

" Siapa dia?" Tanya Aluna spontan.

" Gak ada gebet gebetan ya Lun? Itu punya gw lho. Namanya Fraz, Alfraza Abigail. Dia ketua Osis disini dan Guess what??? Dia itu keponakan dari Direktur DHS ini. Perfect gak tuh?" Cerita Dhitta penuh kekaguman

Aluna tersenyum menatap pemuda yang tampak melangkah tegas memasuki sebuah ruangan. Dia sama sekali tidak memperhatikan semua orang yang ia lewati, rahangnya terangkat tegas, sorot matanya terlihat fokus dan penampilannya benar benar diatas standart keren.

Dia keren
Mungkin saat pertama melihatnya, hal pertama yang aku lihat adalah sikap  dan wajah dinginnya.
Sosok yang berwajah indo kebule bulean dengan rambut Golden Brown .
Sama seperti cwo cwo yang diharapkan didalam mimpi.
Belum lagi, Ban osis di lengan kanannya.
Sebagai Cwe yang perfectionist, dia kandidat pacar yang sempurna.
Saat semua mata terarah padanya. Akan lebih bagus jika dia berada disisiku kan.

Itu perasaan Aluna saat pertama melihat penampakan luar Alfraz sang ketua Osis Damitri High School.

" Aluna Saraswatiii!!!" Teriak Dhitta mengguncang pundaknya.

" Gak perlu teriak lagi Dhit." Tekan Aluna manyun

Apa tadi... aku bengong gara gara cogan itu?

" Pokoknya awas ya, Alfraz itu udah gw keep dari kelas satu jadi gak ada ceritanya temen ngegebet cwo temen." Dhitta memasang wajah kesal

Aluna tersenyum mengangkat alisnya

ABIGAIL ( Sentuh & Rasa ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang