Hal yang hilang

5.1K 482 11
                                        

Maaf ya Author lama gak update soalnya ada hal didunia nyata yang emergency banget. Semoga masih ada yang mau baca dan votment 😘


Angin saat itu menerbangkan rambutnya seolah bermain bersama cahaya pagi  menyatu dengan iris matanya yang menatap kekanan dan kekiri deret deret tulisan dari buku yang ia baca. Sesekali, hidung mancungnya menarik udara panjang lalu menghembuskan napas berat yang keluar melewati celah bibirnya yang mungil.

" Lunaaaaa!!!" Teriak sebuah suara berhambur kearahnya. Membuat gadis itu menutup buku dan menatap siapa yang saat ini tiba tiba duduk disisinya. Gadis berambut sebahu yang tersenyum lebar " Dhitta."

" Gw nyariin lo kemana mana dan ternyata lo ada disini baca buku."

Aluna menatapnya datar, menarik napas panjang lalu kembali membuka buku ditangannya, acuh. Sikapnya membuat Dhitta mendengus kesal, pasalnya akhir akhir ini Aluna menjadi lebih pendiam dan penyendiri dari sebelumnya. Keceriaan yang selalu menghias wajahnya selama ini seolah sirna entah kemana.

" Lun, lo udah diajak si aditira buat ke pesta dansa bareng gak? Acaranya sudah 2 minggu lagi lho."

Sekali lagi luna menarik napas

" Gw gak mau hadir dengan siapapun." Jawab Aluna lalu berdiri dari duduknya.

" Ya tapi kenapa? Lo kenapa sih lun? Sejak liburan 6 bulan lalu lo kok kayak gini sih ke gw." Dhitta menarik lengan sahabatnya itu agar menatap

Benar, ini sudah 6 bulan..
Ternyata sudah selama itu dia pergi..
Gw dulu selalu ngetawain cwe cwe cengeng yang baper gara gara jatuh cinta dan sekarang... jiwa gw seolah merasa ada yang hilang tanpa dia disini.

" Gw gak apa apa Dhit, gw cuma capek dibully terus." Jawab Aluna memasang senyum fake
" Selama ini kan Aditira lindungin lo, lo enak lagi.. dia ketua osis yaa meskipun kinerjanya gak sebaik Alfraza yang tiba tiba pindah pertengahan semester lalu sih." Dhitta menarik napas. Kekecewaan masih terpancar diwajahnya. Sama seperti siswi lain yang mengidolakan Alfraza.
Aluna menatap gedung DHS lekat. Bola matanya berair

Benar, DHS seolah bukan DHS tanpa dia sebagai ketua OSIS
OSIS tidak berjalan seperti dulu
Kinerja Organisasi siswa pun menurun dan prestasi yang selalu diberikan disetiap perlombaan seolah tanpa eksploritas lagi.
Entah karna Aditira yang terlalu baik atau Ada faktor lain.
Tanpa Alfraza, segalanya seolah memiliki kekurangan. Termasuk...

Hatiku...

Flashback---

" Tuan gadis itu datang lagi." Ujar seorang pria pada ayah Alfraz yang menjenguk putranya kala itu, melihat Vas bunga lili dimejanya tampak diganti dengan yang baru. Ia mengulas senyum.

" Jangan bilang pada Izika dan biarkan dia menemui Alfraza setiap datang." Ujarnya memerintah.

Benar, hampir setiap malam.. Aluna melangkah kedalam Rumah Sakit tempat Alfraza dirawat. Menemaninya, membacakan buku pelajaran untuknya, bahkan terkadang ia tertidur disisinya.
Sepertinya dia telah benar benar jatuh kedalam perasaan yang ia ciptakan sendiri untuk sang Abigail.

Hingga pagi itu...
1 bulan kemudian...

" Brummmm." Sebuah motor gede membuat Aluna tersentak kaget saat hendak melewati gerbang sekolah. Pria  berhelm hitam yang berada diatas motor menatap gadis itu teduh

" Naiklah!" Perintahnya spontan membuat Aluna mengernyit heran

" Aku?" Tanyanya bingung

Siapa pria ini? Dia terlihat seperti anak motor...

ABIGAIL ( Sentuh & Rasa ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang