TIGABELAS

295 8 7
                                        

Jauh sebelum hari ini. Kamu pernah membuatku yakin bahwa perjalanan bersamamu adalah hal yang paling menyenangkan. Jauh sebelum hari ini. Kamu pernah membuatku percaya bahwa kamu adalah rumah paling nyaman untukku pulang. Jauh sebelum hari ini. Kamu pernah membuatku yakin bahwa kamu adalah satu-satunya tempat untukku berteduh. Jauh sebelum hari ini. Kamu pernah membuatku percaya bahwa sejauh apapun aku pergi kamu adalah rumahku untuk kembali.

Dan kupilih kamu sebagai orang yang mengisi rumah tempatku untuk kembali. Tempat dimana aku tak ingin menjadi apapun selain menjadi milikmu. Tempat dimana memilikimu menjadikan mimpiku sempurna. Aku ingin memberikanmu tempat ternyaman di sebuah rumah yang bernama hati. Ini adalah tempat yang selama ini belum pernah diisi oleh siapapun. Tempat dimana aku ingin membagi kisah-kisah dari seorang laki-laki biasa yang ingin berada di sisi wanita luar biasa.

Pada suatu saat nanti, aku ingin menjadi satu-satunya orang yang kamu ingat pada lima puluh atau enam puluh tahun mendatang. Ketika kamu mengingat pulang, aku adalah orang yang pertama kamu pikirkan. Ketika kamu mengingat rindu, akulah orang pertama yang kamu tuju. Hanya saja semua tak semudah itu untuk membangun bahtera yang takkan karam diterjang gelombang. Aku mulai kehilangan arah disaat kamu menutup pintu untukku kembali. Aku mulai terlupakan disaat rumah kita begitu ramai hingga kamu tak mendengarku pulang.

Aku merindukan saat dimana kita begitu percaya bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar. Andai saja waktu itu kamu tak menyerah terlebih dahulu. Aku merindukan disaat kita begitu yakin bahwa rumah kita adalah tempat yang paling aman. Andai saja waktu itu kamu tak mengundang orang lain untuk singgah. Aku merindukan disaat kamu berkata bahwa semua akan baik-baik saja asalkan kita saling percaya dan selalu bersama. Andai saja waktu itu kamu tak pergi untuk mencari tempat singgah yang lebih nyaman.

Namun sekarang kamu ingin pulang. Rumah yang pernah kamu tinggalkan. Rumah yang pernah kamu biarkan kosong. Rumah yang dulu tak kamu inginkan. Hanya saja perjalanan untuk kembali pulang takkan semudah dahulu, terlebih lagi disaat aku telah menghapus jejakmu disetiap langkahku.

Lebih Lama dari SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang