EMPATBELAS

138 5 0
                                        

Segala tentang waktu seakan menjadi jawaban. Jawaban terhadap apa yang menyembuhkan luka-luka. Kepastian terhadap segala sesuatu yang pernah jadi janji. Balasan terhadap apa yang pernah menjadi doa. Obat segala sesuatu yang pernah menjadi rindu. Penangkal segala sesuatu yang pernah disangkal.

Waktu selalu menuntut kepada hal-hal yang pasti. Kepada sesuatu yang seharus memang terjadi. Kepada setiap arah langkah yang akan dilalui. Kepada setiap perasaan yang memang harus diakui. Waktu tak pernah ingkar janji kepada sesuatu yang ada di bumi. Dia akan selalu datang menetapi sejauh apapun coba untuk bersembunyi.

Waktu tak pernah berjanji, tapi selalu menepati. Seperti musim yang selalu berganti atau seperti matahari yang selalu terbit menyinari. Tak perlu berjanji untuk bisa kembali. Tak perlu banyak bicara untuk sesuatu yang terasa. Biarkan saja bagaimana ia ada dan tak berusaha untuk menyangkalnya.

Waktu menjelaskan kepadaku bagaimana sebuah perasaan berubah. Sesuatu yang pernah ada, bisa menjadi tiada. Sesuatu yang pernah berasa, bisa menjadi tak berasa. Waktu juga yang menyadarkanku bahwa jawaban rindu-rinduku tak lagi padamu. Kamu telah menjadi kenang yang usang. Menjadi sepasang rasa tanpa suara.

Waktu pula mengatakan padaku bahwa kamu bukanlah lagi waktuku. Waktu untuk kita sudah sampai pada tahap yang ditentukan. Takkan pernah ada lagi kembali pada sesuatu yang sudah dilalui. Takkan bisa lagi mengulang waktu yang pernah terbuang. Waktu sudah memberikan garis-garis yang takkan bisa kita lalui. Garis yang memisahkan satu rasa menjadi dua.

Waktu pulalah yang mengantarkan dirinya kepada diriku. Sekarang aku dan dia hanya menunggu waktu untuk membuka perasaan masing-masing. Menyadarkan perasaanku terhadap dirinya atau menjelaskan perasaannya padaku.

Sekarang, bersamanya adalah waktuku. Menjadikan sebuah rindu hal-hal yang baru. Menitipkan sebuah rasa yang memang pada tempatnya. Memberikan sebuah hati yang akan menjadi sebuah arti. Menjadikan dia tempat pulang yang akan selalu aku jelang.

Sudah saatnya dia menghapusmu dalam ingatanku. Menjadikanmu sebuah perasaan lama yang takkan bisa lagi dihadirkan. Menutupnya serapat mungkin tanpa pernah lagi niat untuk membukanya. Membuatnya terkunci di tempat paling dalam dari hati yang pernah terisi. Biarkanlah rasa-rasa yang pernah ada tertutup rapat untuk selamanya.

Lebih Lama dari SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang