TUJUHBELAS

169 3 0
                                        

Perjalanan kita bukan sekedar jatuh, patah, dan jauh. Perjalanan kita soal rasa, metamorfosa, prosa, dan sastra. Saat kita jatuh secara bersama, rasanya begitu sempurna. Namun saat kita mulai jatuh sendirian, rasanya begitu menyakitkan.

Pada awalnya, kita jatuh hati. Pada akhirnya, jatuh karena hati. Rasanya begitu menakjubkan sebelum berganti menjadi rasa yang mengejutkan. Jatuh cinta itu mudah, tapi untuk terus cinta itu yang susah. Soal Bersamamu itu mudah, tapi untuk selamanya itu yang susah.

Kita memulai hanya dengan sebuah kata, kemudian mengakhiri tanpa kata-kata. Aku masih ingat kata yang kau ejak saat aku menatapmu di seberang sana. Ketika matamu menatapku lama, kemudian kita saling menyadari ada sebentuk rasa. Begitu sempurna awalnya.

Terkadang aku pernah terpikir, kalau seandainya kita teman, bukan mantan, bisakah kita saling menatap tanpa ada rasa yang menetap. Jika saja waktu itu kamu tidak memberiku sebuah tanda, mungkin saja kita bisa bersahabat seperti yang lainnya. Jika saja waktu itu aku tidak terlanjur memuji, mungkin saja kita bisa jadi teman sejati.

Mungkin kita bisa menjadi teman yang menyenangkan. Kita memiliki hobi yang sama. Topik bicara yang sama. Kesukaan yang sama. Apalagi yang membuat kita berbeda. Rasanya kamu begitu sempurna untuk menjadi seorang teman bicara. Pasti menyenangkan bicara denganmu berlama-lama tanpa melibatkan rasa.

Aku pernah berpikir, karena kita terlalu sama makanya tak bisa bersama. Karena kita terlalu mirip, makanya soal perasaan menjadi rumit. Entahlah, mungkin sudah sejak awal kita tidak ditakdirkan untuk menjadi teman, tapi ditakdirkan menjadi mantan. Pasti menyenangkan mempunyai mantan sebagai teman kan?

Aku pernah harap bahwa aku bisa bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu dan memintanya menjadi temanku. Aku ingin melakukan yang tidak bisa kulakukan terhadapmu. Aku ingin menjadi seorang teman yang menemaninya dalam kesedihan. Menjadi seorang rekan yang menemaninya disaat tertekan.

Nasib menuntunku. Aku bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu. Awalnya aku mengira hanya terlalu membayangkanmu dengan mencari kemiripan yang ada padanya. Namun aku terjebak di sana. Dia luar biasa. Dia berbeda seperti pertama kita berjumpa.

Lebih Lama dari SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang