EMPATBELAS

277 8 0
                                        

Semampunya, kita sudah coba bertahan. Sekuat, kita sudah coba untuk menguatkan. Pada kesempatan kedua pun, akhirnya kita tak bisa berdua. Berduanya kita, selalu saja ada yang membuat tiga. Satunya kita, selalu saja ada yang membuat pecahannya. Bagaimana mungkin kita mempertahan jika satunya kita terbagi dalam berbagai pecahan. Bagaimana mungkin kita menguatkan, pada saat yang sama ada bagian yang terlepaskan.

Ada saja yang membuat kita punya alasan untuk meninggalkan. Ada saja yang membuat kita melepaskan dari sekian banyak pilihan. Entah aku yang kurang mempertahankan atau kamu sendiri yang ingin melepaskan. Entah ikatan kita yang kurang menguatkan atau kekuatan kita yang kurang memiliki ikatan.

Aku tidak pernahkan menyalahkan apapun, siapapun, dan bagaimana pun. Salahkan lah diri kita sendiri. Salahkan ketidakmampuan kita membuat rasa menjadi nyata. Karena apa? Karena kita yang tidak bisa menjaga. Bertahan untuk kita tetap satu saja susah. Apalagi kita bertahan untuk banyak kemungkinan di masa depan.

Menyalahkan apapun takkan membuat hubungan kita lebih baik. Malah semakin membuktikan kelemahan kita untuk saling percaya. Kalau ikatan kita kuat, tak mungkin bisa orang lain memotongnya begitu saja. Kalau rasa kita nyata, tidak mungkin bisa orang lain hadir begitu saja.

Pada akhirnya, kesempatan kedua kita pun lenyap begitu saja. Seperti debu ditiup angin. Seperti air jatuh ke pasir. Seperti awan menjadi hujan. Hilang tak berbekas. Lenyap begitu saja tanpa ada yang tersisa. Padahal, kesempatan kedua kita, ada rindu yang belum sempat kuucapkan dan rasa yang belum kuberitahukan. Ingin sekali kuucapkan bahwa rinduku benar-benar rindu dan rasaku benar-benar sebuah rasa.

Ingin sekali aku mengatakan bahwa inginku kembali bersama. Bersama dalam arti kata dua menjadi satu, kemudian tak pernah terurai lagi. Ingin sekali aku mengulang rindu, saat kehadiranmu kadang-kadang kutunggu. Ingin sekali rasa yang hadir dulu begitu membuat kita candu. Hanya saja, semua tak seindah dulu. Perpisahan telah menunggu. Kepergian telah datang. Aku dan kamu takkan pernah lagi jadi satu. Kita akan jadi dua dan takkan pernah bersua pada jalan yang sama. Takkan pernah lagi bermimpi tentang rasa yang ada. Semua sudah berbeda.

Lebih Lama dari SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang