TUJUH

134 5 0
                                        

Pada malam yang biasa yang sudah kulupa harinya. Tidak ada bintang, tidak ada purnama, hujan tidak, rintik pun tidak. Dia datang membawa kabar yang tidak biasa. Walau sudah kutebak jauh-jauh hari, tapi tidak kusangka begitu cepat terjadi.

Berakhir.

Hubungannya dengan seseorang yang sedang bersamanya sudah berakhir. Orang itu yang mengakhirinya. Dia menangis sejadi-jadinya. Aku kembali tak bisa melakukan apa-apa. Aku hanya mengirimkan kata-kata penenang yang sudah biasa. Apa yang bisa kulakukan, jika untuk diri sendiri tak bisa melakukan apa-apa. Apa yang bisa kuperbuat, jika untuk diri sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.

Pada dasarnya, setiap hubungan pasti akan berakhir. Tergantung dari cepat atau lambat akan terjadi. Dan akan berakhir seperti apa. Dunia dan seisinya pun akan berakhir, tapi caranya dan kapan tak ada yang pasti. Jadi saat itu sudah ditakdirkan, biarkanlah terjadi sebagaimana mestinya. Setidaknya ada pengalaman yang pernah dilalui. Ada pelajaran yang pernah dirasakan. Ada sesuatu yang dijadikan untuk melangkah maju. Melangkah ke depan untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Walau aku sudah berjanji untuk tidak mencampuri urusannya lagi, tapi tetap saja. Tetap hatiku ingin merengkuhnya. Tetap saja perasaanku tidak tenang karenanya. Tangisnya masih membuatku larut. Sedunya masih membuatku gagu. Pada saat itu, aku berjanji takkan pergi seperti kemaren lagi. Biarkanlah untuk saat ini aku ada, tanpa ketiadaan orang yang pernah bersamanya. Biarkan sekarang aku hadir, tanpa ada lagi sesuatu yang membuatku untuk mangkir.

Untuk dirinya, yang saat ini tengah terluka, biarkan saja menangis sejadi-jadinya. Hanya untuk malam ini. Lepas semua resah dan kesah selama ini yang coba ditahan. Tangisnya adalah sebentuk rasa yang pernah ada. Air matanya adalah bentuk lain dari ketegarannya. Sedihnya adalah ketidakrelaan akan perpisahan yang begitu menyakitkan.

Untuk esok, lupakanlah kesedihan itu. Biarkanlah berlalu sebagaimana awan yang merelakan hujan dibawa angin. Biarkan menghilang seperti buih di pantai saat ombak surut menuju laut. Biarkan semua terjadi sebagaimana mestinya. Sebagaimana cinta awan kepada hujan. Sebagaimana cinta ombak kepada lautan.

Lebih Lama dari SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang