Jika kuingat lagi disaat pertama kali mengenalmu, kamu adalah orang yang tidak kuniatkan menjadi bagian diriku. Sedikitpun aku tak berniat ambil bagian dalam ceritamu. Bagiku kamu terlalu bersinar untuk berdiri di sisiku. Sinar yang terlalu terang akan menghasilkan bayangan yang terlalu gelap. Hanya saja perihal rasa siapa yang menyangka. Soal hati siapa yang bisa menerka. Tentang rindu siapa yang akan tahu. Aku memiliki rasa itu. Kamu juga memilikinya. Akhirnya kita saling mengetahui ada satu persamaan di antara kita.
Kau mulai mengenalkan duniamu padaku, aku pun juga mengenalkan duniaku padamu. Terkadang kamu menyukai apa yang kusuka dan terkadang aku menyukai apa yang tidak kamu suka. Kita mulai berdebat tentang itu dan tertawa karenanya. Kita mulai mencari sama-sama yang kita suka dan mulai membahas serius tentang itu. Aku mulai suka caramu memandang sesuatu dan kadang tertawa cara kamu berpendapat akan sesuatu. Kita memiliki cara pandang yang berbeda kemudian mulai mengambil jalan tentang menyatukannya.
Aku mulai memandangmu dari sudut yang berbeda. kamu juga mulai memandangku dari sudut yang berbeda pula. Kita mulai berkeinginan untuk terus bersama. Kita mulai merasa bahwa saling berbagi cerita saja tidaklah cukup. Kita mulai merasa bahwa saling mengetahui saja tidaklah menghasilkan apa-apa. Untuk sekarang memang bisa, tapi untuk kedepannya tidak ada yang tahu bagaimana.
Kita mulai membicarakan hal yang serius. Meskipun berdebatnya semakin serius juga. Kamu mengatakan masih nyaman-nyaman saja untuk saat sekarang. Kamu tidak mempersalahkan apapun tentang itu. Hanya saja pilihan katamu terasa berbeda. kamu ingin mengatakannya tapi tidak bisa. Aku tahu bahwa kita butuh sebuah ikatan, tidak perlu terlalu erat, tapi yang penting kuat.
Berminggu-minggu. Berbulan-bulan. Kamu menunggu tanpa kepastian. Kamu pasti mengira aku hanya euforia sesaat, lalu hilang disaat rasa itu memudar. Aku bukannya sengaja membiarkan, hanya saja aku tidak mau nanti kita ada gangguan. Aku mulai membereskan masalah-masalah yang akan muncul dikemudian hari. Aku mulai menjelaskan padamu orang-orang yang akan kamu abaikan nanti. Jangan memunculkan berbagai pertanyaan yang akan sulit dijelaskan nanti. Jangan menjadikan suatu yang bukan masalah dijadikan masalah suatu hari nanti. Meskipun pada akhirnya terjadi juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lebih Lama dari Selamanya
PoetrySEGERA BEREDAR DI GRAMEDIA Kukira kita lebih lama dari selamanya. Ternyata kita lebih cepat dari kecepatan. #1 Senandika (Desember 2019) #1 Senandika (Januari 2020) #1 Senandika (Februari 2020)
