WARNING....WARNING....WARNING....WARNING....WARNING....WARNING....WARNING....
BENERAN INI WARNING... KENAPA MALAH PADA PINGIN BACA SIH...... YANG GA SUKA WARNING SILAHKAN.. TARIK LAYAR HINGGA BERTEMU BANYAK GARIS...
======================================================================================================================================================
Rasa takut mengelimuti hati dan pikiran nya. doa slalu ia panjat berharap pintu kamar yang kokoh itu tidak terbuka, ia memohon dengan saat. Dan berdoa.... sekujur tubuhnya sakit pinggangnya seakan mau. Ia tak bisa tidur dengan tenang karna rasa ngiku dan saki di setiap ujung tubuh nya. dan bayangan kakak pertama yang selalu memaksa dirinya untuk melayani nya setiap pria itu muncul dari balik pintu membuat taka meringis ngeri.
Sudah berapa lama ia berada di kamar ini...taka tak tahu. Ia hanya bisa melihat sinar matahari yang menyinari balkon kamar sebagai tanda hari telah siang dan merasakan hembusan angin yang berhembus dari jendela yang sesekali di buka. Sebagai tanda ia masih hidup. Kamar mewah ini memiliki penyinaran unik yang sistematis dan selama itu terjadi tak ada yang bisa taka lakukan selain duduk diam di atas pembaringan di kelilingin jeruji besi.
Taka menduga-duga saat ini ia berada di atas kapal pesiar baru milik kakak pertama. Mengingat tersedianya jeruji besi yang terpasang di kamar utama. Hal yang pernah menjadi bahasan para pasukan khusus di pulau pelatihan. Taka mengingat hal ini dua malam yang lalu...
terlalu banyak bercinta membuat sel-sel otaknya tidak bisa bekerja dengan baik. Namun sensasi nikmat yang ia rasakan di antara rasa sakit yang membuat gairahnya meledak-ledak saat bercinta jauh lebih berkuasa di dalam otak nya. seakan dirinya telah terbelah menjadi dua manusia yang berbeda.
Dia...yang ingin bebas dari kukungan penjara dan menjauh dari pria yang bergelar kakak pertama ini dan memilih jalan kematian jika di perlukan.....dan Dia yang tak berdaya di atas pembaringan bertingkah layaknya pelacur yang tengah menunggu pelanggan untuk menggagahi tubuh nya.
Faktanya dia yang menjadi pelacur lebih endominasi tubuh nya dari pada dia yang ingin melarikan diri. Buktinya ia hanya bisa menatapi gembok yang mengantung di ujung rantai khusus yang melilit di pintu tralis. Rantai yang memastikan dirinya tidak melangkah sejengkal pun keluar dari kurungan nya. meski hatinya berdoa agar pintu kamarnya tidak akan pernah lagi terbuka.
Tapi, yang maha kuasa tidak mengabulkan doa nya. pintu yang ia harapkan akan selalu ter tutup itu terbuka. Dan manusia yang paling tidak ingin di temui separuh dirinya muncul di sana dalam balutan kemeja putih yang membungkus tubuhnya dengan sangat pas seolah kemeja itu telah gagal melakukan tugasnya menutupi otot-otot di tubuh pria itu juga celana santai selutut nya.
Vayk masuk tanpa menoleh ke arah nya, taka mengunakan ke sempatan itu untuk menarik selimut yang menutupi tubuhnya saat ini serapat mungkin. Vayk tak mengijinkan dirinya mengenakan pakaian sejak hari ia di lempar dan di rantai dalam kamar ini. Tapi vayk tidak menarik selimut yang taka gunakan untuk menutupi tubuhnya...
Gerakan kecil taka menari selimut untuuk menutupi tubuhnya layak nya seorang gadis yang malu seseorang melihat tubuhnya yang telanjang. Menarik perhatian vayk. Pria itu tersenyum kecil dan sinis. Tanpa menghentikan langkahnya menuju bar kecil. Yang tersdia di kamar nya. ia meracik minuman nya sendiri sebelum membawa gelas yang berisi minuman raciknya itu ke sofa yang menghadap kamar khusus yang telah ia buat dari tralis besi. Di mana taka tengah duduk lesu tak ingin menatap nya.
Vayk menghempaskan tubuh nya di atas sofa dan duduk di sana dengan posisi lutut terbuka. Tunjulan besar di antara dua kaki nya mencegah dirinya untuk merapatkan lutut nya. vayk menikmati minuman nya tanpa sedetik pun mengalihkan matanya dari pria yang terkurung di hadapan nya.
