Sex...
Yang ia inginkan saat ini adalah sex. Memasukan kejantanan nya kedalam lubang sempit yang hangat. Menggenjot kuat tubuh korban nya dengan sekuat tenaga. Haah..... membayang kan nya saja sudah membuat batangan yang ada di antar ke dua kaki nya mengeras dan membesar.
Bukan....bukan karna ia tak bisa mendapatkan seorang wanita atau pria cantik yang ia ingin kan , satu pun. Saat ini jika ia turun dari dalam mobil nya menarik salah satu pelacur yang sedang mejajakan tubuh mereka di pinggir jalan sana, mereka pasti akan dengan senang hati mengikutinya, atau mungkin...mereka sendiri yang akan datang menghampirinya sesaat ia keluar dari dalam mobil nya. Sangat mudah untuk nya mendapat kan one night stand, kapan pun dan di mana pun, bahkan tanpa harus ia beranjak dari kursi mobil nya saat ini.
Hanya saja bukan mereka yang ia ingin kan. Ia tak bernafsu melihat tubuh-tubuh montok, langsing dan mengoda itu, bukan mereka...ia tahu, bukan mereka yang ia inginkan untuk memuaskan nafsu sex nya yang sedang membara saat ini. Yang ia ingin kan hanya satu orang...orang yang telah di pilih oleh ryu untuk nya. orang yang telah menarik perhatian ryu, dan sial nya ia tak tahu siapa orang itu....
Kondisi ini, mulai ia rasakan sejak dua hari yang lalu, tepat nya kapan...ia sendiri tak tahu. Yang ia tahu tiba-tiba ia menginginkan sex...sex yang sangat kuat seolah ia ingin mengklaim seseorang...namun ia berfikir itu hanya sebuah nafsu biasa, karna itu ia segera menelpon salah satu wanita simpanan nya yang tercantik untuk menemani nya saat itu.
Namun saat wanita cantik itu berdiri di hadapan nya tanpa busana dan siap memberikan apa yang ia ingin kan. Nafsu itu menghilang bagaikan asap di udara...tak berbekas dan hampa. Seakan ia tak memiliki nafsu gairah dalam hidup nya. Ia harus menghibur wanita itu dengan kemewahan agar wanita itu tidak marah besar, karna ia berubah pikiran. Ia melakukan itu, karna masih tak ingin melepaskan wanita simpanan nya yang tercantik dan jago di atas ranjang itu di bandingakan dengan wanita-wanita nya yang lain.
Dengan sangat kesal Auron Ryu vayk mengacak rambut nya, tak tahu apa yang harus ia lakukan dengan nafsu yang tak bisa ia lampias kan ini. Rambutnya yang tak di sisir semakin nampak berantakan, namun itu semakin membuat wajah tampan dan dingin nya nampak liar dan seksi, membuat wanita siapapun akan menjerit histeris jika mereka melihat nya. Ia memukul tangan nya ke stir mobil dengan keras, frustasi. Seperti orang yang tak bisa mengaruk bagian tubuhnya yang gatal.
Dengan kesal ia pun melaju mobil nya ke sebuah tempat yang mungkin bisa menolong nya mengurangi penderitaan nya saat ini. Ya, di menuju sebuah bar...bar pavorit nya. Bar yang menyediakan minuman keras dan musik yang keras, mendentum hingga ke seluruh ruangan. Dengan banyak wanita cantik berpakaian super mini dan terbuka, pria-pria tampan imut yang mungkin bisa ia jadikan untuk menggaruk rasa gatal yang saat ini tengah melanda nya.
Pelayan bar menyambut kedatangan nya dan membawanya ke sebuah ruang VIP.... sebuah ruang yang cukup untuk sepuluh pasang anak manusia berpesta di sana. Ruang VIP yang hanya di khusus kan untuk para tamu langganan yang telah membayar uang bulanan setahun penuh yang harga nya sangat mahal dan ruangan itu terletak di lantai tiga. Dan di lengkapi dengan segala perlengkapan mahal dan....pribadi.
Di dalam ruangan itu, terpasang sebuah layar tv lengkap dengan peralatan cctv, alat itu biasa nya di gunakan para tamu VIP untuk mencari pasangan mereka, atau hanya sekedar mencari one night mereka di lantai dansa. Dan terkadang tak sulit mencari wanita-wanita yang bersedia menjajakan tubuh mereka demi beberapa lembar uang. Karna biasanya wanita-wanita itu sengaja berdansa di bawah camera cctv yang terhubung langsung ke kamar- kamar vip di lantai dua dan tiga. Tentu saja hanya wanita-wanita yang telah terbiasa dan tahu tentang ke beradaan kamera itu yang melakukan nya.
