alarm ke waspadaan nya terusik...instingnya mengatakan akan datang bahaya menghampirinya. karna itu alfred segera menyudahi permainan nya dengan tubuh istrinya yang telah tak sadarkan diri di dua ronde sebelum nya.
ia bangkit dan menyambar bathrobe biru gelapnya yang tergeletak di lantai. tersenyum puas melihat tubuh sang istri will tergeletak dengan posisi yang sangat mengundang gairah nya.
tapi insting tak pernah salah, karna itu ia harus menghentikan kesenangan nya sesaat untuk masuk ke dalam ruang ke waspadaan yang ada di dalam dirinya. untuk itu agar tidak menganggu konsentrasinya. alfred mengambil selimut dan menutupi tubuh will yang tanpa busana itu dengan selimut. mengecuo khening nya sebelum ia menuju kursi kerjanya.
al mengelengkan kepala saat melihat ke dalam layar monitor pengawas yang masih ia set untuk menampakan gambar dari satu kamera. yaitu kamera yang ada di kamar utama. dimana saat ini sang bos tengah menikmati surganya sambil berdiri di depan jeruji besi.
satu tangan bos nya menahan kedua tangan taka di atas kepalanya. menekan kuat pada tiang- tiang tralis . tangan yang lain menahan kaki kanan taka tinggi-tinggi sementar bagian bawah tubuh pria itu tengah di genjot sekuat tenaga oleh bos nya.
ekspresi taka sudah seperti orang yang kehilangan harapan. seperti pelacur yang sudah putus asa karna di gilir banyak pelanggan tanpa bisa melarikan diri.
al bersiul kagum atas stamina sang bos yang tidak berkurang sedikit pun dari beberapa jam yang lalu.
dengan menghela napas jari jari mahir al mengetik ke layar kayboard dan dalam waktu sekejap..semua layar ,kecuali satu...menunjukan gambar dari beberapa kamera yang berbeda.
dengan teliti al memeriksa gambar itu satu persatu. bukan hanya gambar, ia juga melihat sekitar kapal dengar sinar pendekteksi panas. juga sonar bawah laut. untuk memastikan tidak ada musuh yang berhasil mendekati kapal pesiar ini.
dengan suara erangan dari kamar utama sebagai backgroun music nya. al melirik layar yang menunjukan gambar kamar utama. nampaknya sang bis telah puas bermain dengan tubuh pria itu. ia menarik pria yang lunglai itu dan melemparnya ke atas pembaringan sebelum ia kembali mengunci pintu jeruji yang mengurung taka.
al mengalihkan perhatian nya ke layar lain saat melihat bos nya menuju kamar mandi mewah di kamar itu.
----------
beberapa hari ini bayangan itu muncul di dalam benak nya sebuah film yang berbentuk bayangan hitam dan semakin lama bayangan itu semakin jelas...
seakan ada seseorang yang berbisik langsung ke dalam otak nya....
'akan datang orang yang akan menolong nya'
dan bisikan itu sangat jelas dan sangat nyata. entah itu hanya sebuah khayalan atau halusinasinya saja. taka mencoba dengan sekuat tenaga untuk menutup dirinya dengan apapun yang bisa ia gunakan.
jika apa yang ia mimpikan itu benar, jika apa yang suara itu katakan akan datang seseorang yang akan menyelamatkan hari ini...maka ia tak ingin para penyelamat itu melihat dirinya dalam kondisi seperti ini.
tubuhnya terasa terbuat dari batu besar, sulit untuk di gerakan. bahkan untuk menggerakan tangan nya meraih selembar kain tipis di hadapan nya ia hampir tak mampu. karna tangan nya terasa mati dan tak bertenaga.
namun tekad untuk tidak membuat dirinya lebih terhina dari saat ini. berhasil membawa tangan nya untuk mencengram kain itu dan menariknya ke arah tubuh nya.
rasa sakit membelenggu otot nya, rasa ngilu, menggrogoti persendian nya, rasa sakit merantai tubuhnya. taka menangis meratapi kesialan dirinya. sementara suara deras air di kamar mandi terdengar samar.
