part 33

59 4 0
                                    

"kalau kamu mau nyusul kak Kharis, aku sama siapa di sini?" Krystal memutar kepalanya saat mendengar perkatan tersebut.

ia tersenyum tipis saat mengetahui itu suara siapa.

"Emang kamu tega buat aku sama keluarga kita khawatir heum?" tambah Gilang yang kini telah sampai di sebelah Krystal.

ia tersenyum tipis saat mengetahui itu suara siapa.

"kamu sama siapa ke sini?"

"jangan melakukan hal bodoh seperti kedua sahabatmu itu mengerti?" peringat Gilang sembari mengelus rambut Krystal lembut.

"kalau kamu sampai melakukan hal bodoh seperti kedua sahabatmu itu, lebih baik aku mati saat itu juga. Karena aku tak akan bisa hidup tanpa kamu di sisi aku" tambahnya sambil menatap Krystal dalam. Krystal hanya bisa tersenyum dan mengangguk menanggapi calon tunangannya itu.

"kamu udah makan?"

"udah tadi sama Seira"

"lalu Lascrea?"

"aku tak tau"

"kau tau Krys, kamu tak se-" kata Gilang terpotong oleh pekikan Krystal.

"Gilang jari kakak bergerak!" kata Krystal antusias saat merasakan pergerakan kecil di tangannya yang sedang menggenggam tangan kanan Kharis.

"cepat panggil dokter" suruh Krystal tak sabar.

Dan yaaa... Gilang segera memencet tombol yang ada di sebelah Krystal.

Dan tak lama kemudian lima dokter datang dengan tergesa-gesa di iringi dengan keluarga Krystal dan Gilang. Lascrea dn Kelvinpun tak kalah senangnya mendengar kabar tadi.

Dokter mana yang akan melewatkan kesempatan seperti ini walau hanya untuk sekedar mendapat kepercayaan dari keluarga Rayzel. Karena jika sudah membawa marga tersebut, dijamin penghasilan dan juga penghidupan dokter tersebut akan jauh lebih makmur dan jaya dari sebelumnya.

"selamat tuan, keadaan Mr. Kharis sudah membaik dari sebelumnya, sering ajaklah dia berbicara, karena dengan begitu ia akan mendapatkan kekuatan dan juga semangat untuk kembali memulihkan kondisinya. Sekali lagi kami ucapkan selamat tuan Rayzel" kata salah satu dokter yang kemarin ikut serta dalam oprasi Kharis.

Semua yang berada di sana dapat menghembuskan nafas lega sekarang setelah mendapat kabar baik itu, setidaknya keadaan Kharis mulai ada kemajuan. Meskipun itu sedikit.

Tak lama kemudian Seira datang dengan nafas tak teratur. Sangat terlihat jika ia buru-buru datang ke sini tadi.

"bagaimana keadaan kak Kharis?" tanyanya dengan nafas tak teratur.

"dia membaik" jawab Dela sembari tersenyum ke arah Seira.

Seira langsung memegang dadanya, lega rasanya bisa mendengar itu.

"huuufffttt... syukurlah" desah Seira lega.

"bolehkan aku menemuinya?" lanjutnya dengan ragu

"tentu saja boleh" jawab Romy cepat.

Mereka akhirnya keluar setelah menengok Kharis sebentar. Meninggalkan Krystal, Gilang, Lascrea, Kelvin, dan terakhir Seira.

"kak, aku minta maaf, karena gara-gara perbuatanku dulu kakak jadi menderita seperti ini" kata Lascrea lirih, tetapi masih bisa didegar oleh keempat orang di sekelilingnya.

"aku juga mau bilang, kalau aku memang suka sama kakak hingga tak lagi bisa berpikir panjang dan egois" Kelvin dan yang lainnya melotot tak percaya mendengar pengakuan Lascrea yang sangat mudah tersebut.

About Us [complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang