Previously on Switzerland..
Jeongyeon terdiam "Jadi benar, itu bapak.." ucapnya pelan
"Sudahku bilang jangan mencampuri urusan orang! Mau mati kau?!" bentak pak Wang.
Jeongyeon benar benar terkejut melihat kemarahan pak Wang. Sekujur tubuhnya terasa kaku. Ia ketakutan sampai menahan napas.
"Pergi kau dari sini jika masih ingin hidup, kalau perlu pindah kuliah" ucap si pak tua tersebut. Ia meninggalkan Jeongyeon.
+++
Beberapa hari sudah Jeongyeon tak masuk kuliah. Tubuhnya serasa tak bernyawa. Otaknya dipenuhi pertanyaan dan ketakutan. Ia tak berani keluar kamar semenjak bertemu pak Wang tempo hari.
"Jeongyeon-ah" panggil Nayeon. Ia khawatir belakangan Jeongyeon tak ingin makan.
"Aku tak lapar, taruh saja diatas meja" ucapnya singkat.
"Kamu bisa bisa sakit kalau terus terusan seperti ini Jeong" ucap Mina yang duduk di pinggir ranjang Jeongyeon.
"Biarkan aku sakit" ucap Jeongyeon menutup matanya.
"Jeongyeon-ah, kamu kenapa? ceritakan pada kami" ucap Momo.
"Aish, sudahlah kalian cepat berangkat kuliah. Nanti terlambat" ucapnya memunggungi mereka.
Nayeon memberi sinyal kepada yang lain untuk pergi kuliah. Ia ingin menemani Jeongyeon. Tak apa pikirnya sekali saja mengambil jatah tak masuk.
Mina dan Momo mengangguk. "Aku pergi dulu ya" ucap Momo. Tak ada jawaban dari Jeongyeon. Pintu kamar ditutup dari luar.
Nayeon mendekati Jeongyeon. Ia membalik paksa tubuh Jeongyeon agar menatapnya
"Ya! spill it! I know something fishy in here!" ucap Nayeon
Jeongyeon menatapnya "Apa itu?"
"Ya! Yoo Jeongyeon! aku ingin kau yang bercerita, bukan aku!" ucap Nayeon
Jeongyeon mendengus "Aku baik baik saja"
Nayeon terdiam. Emosinya ingin meluap rasanya. Namun ia tahan. Menuangkan air ke gelas diatas mejanya. "aku punya suatu pertanyaan" ucapnya pelan.
Jeongyeon menatapnya dari ranjang
"Dari mana kamu tahu kalau professor Daniel dibunuh?" tanya Nayeon. Ia menatap Jeongyeon curiga.
"Kamu berpikiran aku yang membunuhnya?" tanya Jeongyeon tak percaya.
Nayeon mendengus "apakah ini semua masuk akal? Semua tentang webtoon selalu menyorot perilakumu dan kita! Coba pikirkan, siapa diantara kita yang mungkin menjadi pelakunya? Selain itu, disetiap ada percobaan pembunuhan selalu dirimu yang paling terdepan. Bagaimana kau bisa tahu tentang prof Daniel?! Terangkan padaku dari mana sisi masuk akal ini semua?!" ucapnya
Nayeon benar benar terbawa emosi.
Jeongyeon bangun dari ranjangnya. Ia berjalan pelan menuju Nayeon. Dari sorot mata Nayeon nampak takut dan tegang
"Jika aku pembunuhnya, kau sedang dalam masalah besar Im Nayeon-ssi" ucapan Jeongyeon membuat Nayeon bergidik. Ia melangkah mundur seiring dengan langkah Jeongyeon menujunya.
Nayeon menelan ludahnya. Ia sudah berada diujung dekat tempat cucian piring. Perlahan tapi pasti Jeongyeon mendekatinya. Nayeon memejamkan matanya nampak takut. Bahkan ia merasakan napas Jeongyeon dihadapannya.
Terdiam. Nayeon mencoba membuka matanya karena tangannya digenggam Jeongyeon.
Tatapan Jeongyeon tak berubah "Dia pembunuhnya" ucap Jeongyeon menunjuk satu foto di kartonnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Switzerland | GOTWICE (Comp.)
Mystery / ThrillerMisteri menghilangnya warga Asia yang berada di Bern, Switzerland. Im Nayeon, Yoo Jeongyeon, Hirai Momo, dan Myoui Mina berusaha memecahkan teka teki tersebut namun, mereka terseret kedalam kasus yang berkesinambungan. Bagaimana mereka dapat bertaha...
