Aku dulu mengira awan itu dekat dengan kita,
Tapi nyatanya awan sangatlah jauh.
Aku dulu mengira awan itu bisa kugenggam dan kubawa pulang,
Tapi apa daya, memegang awan saja tak sampai.
Sampai saat ini aku masih memikirkan,
Bagaimana caranya agar aku bisa menggenggam awan?
Ah itu hanyalah hal bodoh yang dipikirkan oleh orang bodoh.
Ternyata, awan hampir sama dengan kenangan pahit yang kurasakan.
Ibaratkan saja awan seperti dirinya,
Yang tak mungkin dekat denganku,
Apalagi kugenggam dan kubawa pulang.
Rasa-rasanya itu memang mustahil.
Hei! Sekarang lihatlah!
Awan-awan itu bergeser perlahan.
Lihatlah, awan saja sudah berganti tempat.
Lantas, sampai kapan kau bergelut dengan kenangan pahitmu?
Yang sudah tau takan bisa kau rengkuh.
Kau harus mencoba bergerak seperti awan.
Dan kau juga harus melupakan pikiranmu itu,
Pikiran tentang memiliki awan.
-aurelias-
051117
♡♡♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Eunoia
Poésie{Eunoia [kb, yunani] : pemikiran yang indah, pikiran yang baik} Beberapa puisi yang mungkin bisa menjadikan perantara dan penyampai kata yang tak bisa kau ungkapkan.
