"Maksudnya?"
"Iya, kan ada gue yang bisa bantu lo jalan ke kelas."
Hening sesaat....
"Hello... Amanda kok bengong sih? Mau gue bantuin gak?"
"Iya, tapi lo kok baik gini? Kesambet apaan sih?"
"Bawel banget sih lo. Pacar lo nggak sakit jiwa apa ngadepin sikap lo yang aneh ini?"
"Gue nggak punya pacar!" Jawab gue agak marah.
"Apa? Lo nggak punya pacar? Oh iya siapa juga ya yang mau sama lo?"
"Gak usah ledekin gue deh, lo sendiri emang punya pacar? Nggak juga kan Azwar yang baru putus sama pacarnya gara-gara diselingkuhin?????"
"Udah? Udah puas ledekin gue?"
"Lo sendiri sih yang mulai. Jadi kenyataannya kita itu sama-sama jomblo. Jadi kapan ni kita ke kelas, bentar lagi gue ada ulangan kimia, ntar telat lagi, lo tau kan Ibu Fitri itu galaknya gimana?"
"Hhm."
Azwar memapah gue ke kelas.
"Sumpah, Ini kayak mimpi!. Siapa sangka gue bisa deket banget gini sama Azwar. Gue bisa rasain hembusan napas dia. Aduh jantung gue nggak stabil ni berpacu dan menghadirkan irama yang nggak beraturan gini" batinku dalam hati.
"Lo makan apa sih, berat banget."
"Biasa aja kali, lo ikhlas apa nggak sih!"
Setelah beberapa langkah kami berdua memutuskan untuk diam. Tanpa gue sadari ternyata Azwar perhatiin gue dengan begitu intens. Kesadaran gue itu buat gue tiba-tiba berhenti.
"Lo lagi apa?"
"Lo cantik."
"Lo ngomong apa barusan?"
"Hahh... emang gue ngomong apa barusan?"
"Aneh banget sih lo? Mana gue tahu kan elo yang ngomong"
"Ck. Apaan sih gue ngomong tanpa mikir kalo dia bisa denger" menjauhkan tatapan dari Amanda.
"Apa? Gue nggak denger. Lo nyebelin ya! Kalau ngomong itu orang yang di ajak ngobrol itu ya di liat! Ini malah liat ke belakang, gue disini tau!"
Azwar tak menjawab perkataan gue lagi dia malah mapah gue sampai ke kelas. Syukurnya gue nggak telat buat ikut ujian kimianya Bu Fitri.
"Makasih ya atas bantuannya".
"Iya sama-sama, gue minta maaf ya. Gara-gara gue lo jadi kena sial gini. Semoga ujian lo sukses. Gue balik ke kelas dulu ya".
"Hhm..."
Setelah Azwar pergi gue ingat-ingat kejadian tadi waktu Azwar mapah gue ke kelas. Sebenarnya gue denger dengan jelas apa yang Azwar bilang waktu gue tanya kenapa dia liatin gue, tapi gue pura-pura nggak dengar aja. Seorang Azwar bilang gue cantikkk. Oh My Good I can' believe it.
"Kok bisa-bisanya gue bilang kalo dia itu cantik?" ucap Azwar dengan nada bingung.
"Kayaknya gue perlu minum obat nih! Udah nggak waras otak gue" sambil mengacak-acak rambutnya frustasi
Ini ya lanjutannya. Maaf baru update ya.. hehe
tetap butuh vote and comment yaaa.
salam
Ulfah Romaito

KAMU SEDANG MEMBACA
POPCORN
Teen FictionCerita cinta gue dimulai dari SMA. Disitulah gila-gilanya gue mengekspresikan perasaan gue . Cinta gue itu seperti popcorn. Bukan karna gue suka popcorn tapi karna cinta gue ke dia itu seperti popcorn yang selalu meletup-letup dan ada rasa asin, man...