"Oi, Arka! Tungguin gue, woy!"
Deni langsung lompat dari kursinya dan lari keluar kelas, melihat Arka yang sudah duluan jalan padahal guru baru aja selesai ngajar. Dia sempat mikir positif, "Mungkin Arka kebelet..." Tapi begitu lihat sahabatnya malah belok menjauh dari toilet, Deni langsung menyipitkan mata curiga.
"Jangan-jangan mau ke kelasnya Arana..." gumamnya sambil menghela napas. "Dasar si jomblo. Kalau bilang dari awal kan gue bisa langsung ke kelas Sheila."
Deni pun memutar arah dan memilih jalan lain, sementara Arka terus melangkah sampai akhirnya berhenti di depan kelas Arana. Awalnya dia mau ngajak Arana ke kantin, tapi rencana itu berubah sejak dia melihat Leo—ketua OSIS, rival tidak resminya—lagi ngobrol sama Arana.
Arka sempat berdiri diam cukup lama di depan pintu kelas, kayak orang bingung mau masuk atau enggak. Tapi akhirnya dia menguatkan diri, menarik napas dalam, dan masuk. Seketika, beberapa cewek di kelas itu langsung heboh.
Arka cuek. Pandangannya langsung tertuju ke Arana dan Leo yang sedang ngobrol. Lebih tepatnya, Leo yang berusaha ngobrol, sementara Arana hanya duduk dengan wajah datarnya yang legendaris. Arka tersenyum puas.
Syukurin, Le. Bahkan lo ngomong sepuluh paragraf pun, cuma dibales titik-titik doang.
"Hai, Ara!" sapa Arka sambil menampilkan senyum terbaiknya.
"Hm."
Satu gumaman superhemat dari Arana cukup bikin semangat Arka bangkit.
Yes! Gue dapet respon! Leo tadi malah di-ghosting live!
"Kantin yuk, Den sama Sheila udah nungguin," ajaknya santai.
Tanpa banyak kata, Arana langsung berdiri dan berjalan keluar melewati Arka dan Leo begitu saja. Arka sempat menoleh ke Leo dan melempar senyum penuh kemenangan, sebelum akhirnya lari mengejar Arana.
"Ara! Tungguin!" teriak Arka sambil mengejar cewek itu yang ternyata... pakai earphone dan sama sekali gak denger.
There's a song that's inside of my soul
It's the one that I've tried to write
Over and over again
I'm awake in the infinite cold
Would you sing to me
Over and over and over again
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only your
I know now you're my only hope
Arana tenggelam dalam suara Mandy Moore, tidak sadar cowok yang lagi dikejar-kejar satu sekolah sedang dikejar juga—oleh dia.
Arka akhirnya berhasil menyentuh tangan Arana.
"Ara! Gue kan udah bilang, tungguin!" katanya sambil mengerucutkan bibir.
Arana terkejut dan langsung menoleh. Jantungnya berdetak kencang. Lagu terus mengalun di telinganya, tapi kini degup jantungnya mengiringi setiap liriknya.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me all the planets that you have for me
Over again
"Lo kenapa diem aja? Pipi lo kok merah?" Arka menatap wajah Arana yang kelihatan aneh. Dengan khawatir, dia menempelkan punggung tangannya ke kening Arana.
"Aduh, jangan-jangan lo demam ya?"
Sentuhan itu sukses membuat pipi Arana makin merah padam.
"Gue kenapa sih?!" batinnya panik.
"Ara? Kalau lo nggak enak badan, gue anter ke UKS aja, ya? Atau lo mau langsung pulang?"
Arana akhirnya tersadar, dan seperti biasa, menebas tangan Arka tanpa ampun.
"AUW! Sakit, tau!" Arka meringis. "Lo cewek apa tukang pukul? Nggak ada lembut-lembutnya dikit gitu?"
Arana menatapnya datar.
"Ke kantin aja sana, sendiri."
Setelah itu, dia berjalan pergi, memilih jalur ke belakang sekolah.
"Hah? Lah lo mau kemana sih?" Arka bingung. Tapi karena penasaran, dia pun ikut.
"Kepo," gumam Arana saat sadar Arka mengikutinya.
"Untung semalem gue makan es batu, jadi udah tahan dingin," canda Arka sambil elus dada.
Arana tak menjawab. Cewek itu lalu duduk di bawah pohon rindang di belakang sekolah. Angin semilir meniup rambutnya, dan untuk sesaat dia memejamkan mata. Arka pun ikut duduk di sampingnya, meniru gerakannya.
Mata Arana terbuka sedikit, mengintip.
Dia tidur? pikirnya. Tapi Arka hanya memejam, dengan wajah tenang. Hidung mancung, alis tebal, mata yang kini terpejam—semuanya terlihat... ganteng.
"Pfftt, Arka kok ganteng sih..." batin Arana.
Lalu matanya melebar.
"MASYA ALLAH. Gue ngomong apa barusan?! Gue denger lagu cinta dikit langsung halu!"
From this moment, life has begun
From this moment, you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment, I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love
I'd give my last breath
From this moment on
Lagu baru berganti di earphone-nya. Arana tersenyum kecil, pelan-pelan menyandarkan punggung ke pohon.
Kayaknya gue tahu deh kenapa gue jadi aneh tiap deket Arka...
Dan untuk pertama kalinya, Arana memejamkan mata bukan untuk menjauh, tapi untuk menyimpan perasaan yang diam-diam mulai tumbuh.
-----Arka-----
Song:
* Mandy Moore - Only Hope
* Shania Twain - From This Moment
Ini part yang paling bikin aku baper, apalagi bagian saat Arka dan Arana duduk di bawah pohon😭😭 semoga kalian juga dapat feelnya ya😊
Tolong tinggalkan vote dan kritsarnya sebagai jejak😊
Happy reading❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
SS (1) - Arkarana
Teen Fiction(Cover by @pujina) Sweet Series 1: Arana Putri Pramudipta. Mempunyai kepribadian yang tertutup dan hati sedingin es membuatnya harus melewati masa putih abu-abu sendirian. Hanya gitar dan piano yang dianggapnya sebagai teman. Hingga suatu hari Arana...
