Arkarana 18 || Attention

9.1K 685 4
                                        

Aku terjatuh dalam kebahagiaan yang entah abadi atau fana.
-Arana Pramudipta-

***

            Dengan mata yang masih tertutup Arana berusaha meraih jam kecil yang sedari tadi berbunyi di atas nakas. Arana mengucek matanya malas, lalu perlahan-lahan bangkit menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.

            Setelah mandi, Arana langsung memakai seragam sekolah dan menyapukan bedak bayi ke wajahnya. Dia kemudian menatap pantulan dirinya di cermin sambil menyisir rambut. Arana tiba-tiba membelalakan matanya ketika sebuah ingatan melintas di kepalanya. Sontak saja Arana berlari ke bawah.

            Arana mendengus pelan ketika melihat Arka sedang menemani Vino sarapan. Dia sedikit bingung ketika melihat Vino dan Arka yang tiba-tiba saja akrab.

            "Kenapa diam di situ? Sini sarapan." Arana sedikit terkejut ketika mendengar suara Vino yang masih sibuk dengan sarapannya. Dia kemudian melirik Arka yang kini tersenyum ke arahnya.

            "Papa pergi dulu ya," pamit Vino ketika Arana mendudukan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Arka.

            "Terus aku sama siapa?" tanya Arana bingung.

            "Sama manusia yang ada di depan kamu," jawab Vino dengan santainya sambil mengelus rambut Arana sebelum meninggalkan kedua anak itu.

            Arana hanya mengangguk kemudian memakan roti yang ada di hadapannya. Cewek itu berusaha mengabaikan kehadiran Arka yang masih saja tersenyum sambil menatapnya. Sejujurnya, dia sedikit risih jika ditatap seperti itu, tapi Arana memilih diam dari pada harus mendengarkan gombalan receh yang dilontarkan Arka.

            "Udah sarapannya?" tanya Arka ketika melihat Arana meminum susu coklatnya. Arana hanya mengangguk sebagai jawaban.

            "Berangkat sekarang?" tanya Arka lagi.

            "Iya."

            Arana langsung berjalan meninggalkan Arka yang lebih dulu membawa piringnya ke wastafel sebelum menyusul dirinya.

            Arana mengambil earphone dari dalam tasnya kemudian memasang benda tersebut di telinganya. Kepalanya bergoyang pelan ketika mendengar suara Maudy Ayunda yang menyanyikan lagu By My Side. Tiba-tiba, badannya menegang ketika merasakan tangan Arka mengelus rambutnya.

            "Kamu cantik." Badannya semakin menegang ketika Arka berbisik di telinganya. Arana tahu pipinya pasti merona lagi seperti sebelum-sebelumnya.

            Arana melirik Arka tajam sambil berusaha menormalkan detak jantungnya. "Cepetan buka pintunya. Gue mau masuk tapi kekunci," kata Arana ketus.

            Bukannya membuka pintu mobilnya, Arka malah tertawa mendengar perkataan Arana. "Aku nggak kunci pintunya kok," kata Arka ditengah-tengah tawanya.

            Tanpa ba-bi-bu Arana langsung memasuki mobil Arka. Dalam hatinya dia merutuki kebodohannya sendiri. Cewek itu masih merutuki dirinya bahkan ketika Arka mulai melajukan mobil yang ditumpanginya itu.

            "Kamu nggak mau nanya aku tidurnya nyenyak apa nggak gitu?" tanya Arka mencoba memecah keheningan.

            "Nggak," jawab Arana cepat, tapi sedetik kemudian dia menanyakan sesuatu yang sukses membuat rahang Arka mengeras. "Leo ke mana?"

            Arana baru menyadari kesalahannya ketika melihat rahang Arka yang mengeras. Dia melirik Arka takut. Arka yang mendadak diam menambah rasa takut Arana. Bahkan ketika mobil Arka memasuki lingkungan sekolah, cowok itu masih enggan mengeluarkan suaranya.

SS (1) - ArkaranaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang