Duapuluhsembilan(end)

6K 149 4
                                        

"Gimana dok keadaan anak saya?"tanya mama Raffa dengan penuh harap.
"Operasi anak anda berjalan dengan lancar."ucap dokter itu membuat mereka menghela napas."Tapi anak anda masih membutuhkan waktu untuk istirahat.Kemungkinan anak anda akan sadar dalam beberapa hari ini.Dia bisa dijenguk setelah dipindahkan ke ruang rawat."

"Rain,kamu pulang ya nak?,biar tante yang jaga Raffa."
"Nggak tante,biar Rain aja.Rain pengen saat Raffa sadar,Rain adalah orang pertama yang dilihatnya."
"Tapi sayang,kamu nggak capek?."
"Nggak tan,aku pengen jaga Raffa."
"Ya sudah kalau kamu pengen jaga Raffa.Besok kamu gak usah masuk dulu,biar mama kamu yang ngijinin."
"Iya,tante."
"Kamu nggak papa kami tinggal sendiri?"tanya papa Raffa.
"Nggak papa om,"
"Terima kasih ya,kamu baik banget.Besok tante nyusul kamu."

Rain lalu berjalan menujur ruang rawat Raffa.Ia berjalan gontai menuju ranjang Raffa.Digenggamnya tangan yang dipasang beberapa alat medis ini.

"Raf,kamu cepet bangun ya.Aku kangen"gumam Rain.
"Kamu udah janji,buat terus ada disisi aku.Kamu nggak boleh tinggalin aku."
"Raf,kamu beneran gak mau bangun?.Temen-temem kamu pasti nyariin."

****

Sinar matahari mulai memasuki sudut ruangan bernuansa putih ini.Seorang gadis terbangun dari tidurnya dan mulai melihat sekeliling.

"Kamu udah bangun ya?,tante nggak berani bangunin kamu.Kayaknya kamu capek banget.Oh iya,ini pakaian dari mama kamu.Kamu mandi dulu habis itu makan,dari kemarin kamu belum makan loh."jelas mama Raffa.
"Iya,memangnya ini jam berapa?"
"Jam dua siang sayang."
"Jam dua?,tidurku lama banget.Jam segini kan waktunya pulang sekolah?"gumam Rain.
"Ini sayang bajunya."
"Makasih tante."

Selang beberapa menit,pintu ruang Raffa terbuka menampilan remaja berseragam putih abu ini.
"Siang tante?"sapa Riyan lalu disusul Agam,Keenan,Alya.
"Eh?,Riyan ya?"
"Iya tante."jawabnya kikuk.
"Sini duduk dulu,tante tinggal sebentar ya.Nanti Rain kesini kok."

"Rain?"tanya Alya bingung.
"Eh,Alya.Loe kesini bareng mereka ya?"
"Iya.Tadi loe dicariin sama Bu Risma."
"Oh,iya?.Loe bilang apa?"
"Gue bilang loe ada kepentingan keluarga."
"Gue yakin,pasti Raffa cepat sadar.Dia orangnya kuat kok."ucap Riyan pada Rain.

****

Sudah tiga hari sejak kejadian itu,Raffa belum juga membuka matanya.Hal itu membuat Rain terpuruk.Setelah pulang sekolah,Rain buru-buru kerumah sakit untuk menjenguk Raffa.

"Siang tan,"sapa Rain ramah.
"Eh,Rain.Tante tinggal dulu nggak papa?,soalnya tante ada urusan."
"Iya,tan nggak papa kok."

Rain berjalam menuju ranjang Raffa dan mengambil bangku kecil didekatnya.Digenggamnya tangan Raffa dan beegumam pelan.
"Raf,kamu kok nggak bangun-bangun.Nggak capek apa tidur terus."
"Raf,bangun dong.Aku kangen kamu."
"Raffa?,kalu kamu bangun aku akan turuti semua permintaan kamu."

"Beneran?"Sahut seseorang membuat Rain tersentak kaget.
"Raffa,kamu udah sadar."ucap Rain lalu mengembangkan senyumnya."Dok-mpft"ucap Rain terhenti saat Raffa menutup mulutnya.

"Nggak usah panggil dokter."
"Raffa,kamu udah sadar.Kok nggak bilang - bilang sih."
"Maaf,mau bikin kejutan."
"Btw,kamu udah sadar sejak kapan?"
"Tadi malam.Kamu bener mau nuruti semua permintaanku?"
"Ih..nggak.Kamu bohong sih."
"Nggak bisa,kan kamu udah janji.Kalau nggak mau,aku mau tidur lagi."
"Eh..jangan.Iya aku turuti,"
"Beneran?"tanya Raffa antusias.
"Iya"jawab Rain."emang mau apa?"
"Mau kamu."ucap Raffa membuat Rain bingung."Aku mau kamu terus ada disisiku dan nggak akan ninggalin aku.Walau banyak rintangan yang akan memisahkan kita.Janji?"
"Janji"

Tamat

Akhirnya Stay With Me tamat.Pasti cerita ini terlalu cepat buat berakhir.Terimakasih buat pembaca setia Stay With Me yang selalu nunggu part ini update dan selalu vote.
See you😊

Stay With Me(completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang