Kiss

1.7K 33 0
                                        

I love you.

David Romansyah.

Sekarang tinggal Shenna dan David. Mereka semua sedang asik berjalan-jalan. Shenna yang semenjak tadi memainkan ponselnya tak menggubris David yang hanya melihat langit malam yang keabuan. Shenna melirik David yang sedang tersenyum sendiri, lalu iapun menghentikan aktivitasnya untuk melontarkan beberapa kata.

"Kamu gila?" tanya Shenna bingung. Pandangan David kini memandang gadis itu lekat.

"Aku cuman seneng aja, berdua bareng kamu," penjelasan David hanya membuat Shenna terdiam seribu kata, mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut David.

"Aku belum pernah rasain sebahagia ini," jelasnya dengan tulus, membuat Shenna menyinggungkan smirknya. Kata David yang terdengar tulus sangat mengganggu Shenna.

"Kamu tau nggak? astronot itu sebenarnya nggak pernah menginjakkan kakinya di bulan,itu semua setingan," ucap David.

"Dari mana kamu tau?" tanya Shenna bingung.

"Yaiyalah, aku pernah baca artikel tentang NASA,"

"Mana mungkin astronot menginjakkan kakinya di bulan, langit aja punya 7 lapisan, kapan sampainya dia," David tertawa. Senyuman itu membuat Shenna luluh melihat David yang menyipit di tambah lesung pipi yang nyaris tak kelihatan milik David.

"Shen, i love you," ucap David tulus, Shenna tak mampu berkata-kata kali ini. Ia hanya memandang David lekat-lekat, memastikan ini bukan diri Galang yang membuatnya begitu istimewa sampai tidak diinginkannya hari ini. Ini terdengar tulus.

David mendekatkan bibirnya hingga berhasil mencium Shenna, melumat bibi Shenna yang seksi itu. Shenna hanya mengikuti permainan David yang membawa tubuh Shenna kedalam pelukannya, memperdalam ciumannya.  Shenna lalu menyilangkan kedua tangannya ke leher David merasakan kenikmatan yang membuatnya lupa diri seketika. David memainkan lidahnya menyusuri setiap inci mulut Shenna, dengan nafas yang memburu Shenna melepaskan ciumannya, memandang lekat kedua bola mata huzzle milik David lalu menjauhkan mukanya, takutnya David menyadari wajah Shenna yang memerah.

Shenna lalu kembali kedalam tendanya dengan salah tingkah.

***

Pagi kini mulai menyapa, suara kicauan burung seperti memaki mereka untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan. Shenna terbangun, matanya berhasil terbuka. Ia memastikan berkali-kali seraya bertanya dalam batin.

"Ini bukan kamarku," ucap Shenna lalu menegakkan tubuhnya melihat di sekelilingnya ternyata tidak ada orang. Shenna mengecek arloji pingnya menunjukkan jam enam pagi.

Shenna lalu bangkit keluar tenda.

"Dasar kebo!" cibir David. Shenna hanya melihatnya sinis.

"Indahnya," ucap Shenna ketika melihat pemandangan di depannya. Air terjun yang begitu teduh pagi ini, Shenna menarik nafasnya untuk merasakan kemurnian udara yang ada disana.

Marco dan Siska sudah berada di dekat air terjun untuk mengabadikan moment ini. Terlihat juga Gery dan Yuni, dan pasangan Sandy dan Devi.

"Yuk," ajak David lalu memegang tangan Shenna, Shenna hanya menurutinya.

1    2      3

Cekrek...

David mengambil foto melalui ponselnya untuk memoto Shenna yang sedang duduk mengibaskan kakinya di air. David tersenyum ketika mendapatkan foto imut Shenna.

Setelah puas mengambil gambar merekapun memutuskan untuk sarapan sebelum kembali pulang.

Syukurlah Siska menyiapkan semua keperluan makanan, dari snack sampai indomie.

Tiba-tiba perut Shenna tidak bisa diajak kompromi. Shennapun bergegas menyelesaikannya saat itu juga.

"Sis temenin aku dulu," pinta Shenna sambil menunjuk perutnya, Siska hanya mengangguk lalu mengikuti Shenna dari belakang.

Tak cukup dua puluh menit akhirnya mereka kembali. Saat mereka kembali semua peralatan sudah siap untuk di pikul dan di bawa pulang.

"Nih batu, buat jaga-jaga," ejek David. Shenna hanya menatap sinis David, seperti ingin menerkamnya saat itu juga.

"Yuk pulang," ucap Marco menyudahi aksi Shenna dan David. Merekapun bergegas pulang.








Vote and comment.
Thankyou.

Galang dan Shenna [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang