Sejauh cinta itu pergi, pasti akan kembali mengisi setiap hati yang memang ditakdirkan untuk bersama.
Shenna Alive.
Shenna berlari kecil menghampiri Galangnya untuk memberikan bucket bunga yang ia bawa. Shenna sangat bangga sama Galang karena berhasil mendapatkan gelar cumlaude, langkahnya terhenti saat Galang sedang berfoto bersama Putri yang merupakan teman Galang yang ia temui tempo hari lalu di kafe. Shenna cemburu melihat Galang digandeng oleh Putri. Shenna tak hanya diam, ia langsung menghampiri Galang lalu meraih tangannya untuk digandeng. Disana juga ada orang tua Galang. Shenna yang baru pertama kali bertemu mama Galang langsung meraih tangannya untuk diciumnya dengan tulus.
"Jadi ini pacar Galang?" tanya mamanya sambil tersenyum.
"Iya tant," Shenna tersenyum mendengar respon mama Galang yang sangat ramah padanya.
"Yuk," ucap mama Galang, mengajak mereka semua untuk masuk kedalam mobil untuk kembali kerumah. Shenna hanya menurutinya.
"Jadi ini rumah kamu?" tanya Shenna.
"Iya," jawab Galang.
Rumah yang terkesan mewah tapi sederhana, dekorasinya klasik dengan paduan hitam dan putih, Shenna hanya takjub melihatnya.
"Nanti aku tinggal disini dong," ucap Shenna sambil tersenyum memegang tangan Galang yang hanya menatap Shenna teduh.
Entah apa yang ada di fikiran Galang saat ini. Tujuannya hanya ingin mendapatkan kerja yang layak lalu melamar Shenna.
"Shenna sini yuk, makan," ucap mama Galang, memaksa Shenna untuk mencicipi hidangan yang ia buat sendiri. Shenna berjalan menuju dapur lalu duduk manis di kursi, mencicipi masakan mama Galang.
"Enak tant," puji Shenna tulus. Ia sangat bahagia bisa akrab sama orang yang ia cintai.
"Galang itu 3 bersaudara. Kakaknya cewek udah diboyong sama suaminya, dia adalah seorang guru. Kalo kakaknya Galang yang satunya juga cewek, lagi fokus sama kerjaannya sebagai pegawai swasta. Katanya mau nikmati masa muda," ucap mama Galang tertawa.
Shenna hanya mengangguk lalu tersenyum.
"Galang, sini makan," panggil mama Galang, tak lama muncul Galang dengan menggunakan kaos putih tipis, Shenna hanya menelan ludahnya melihat Galangnya sangat seksi kali ini.
**
"Thanks yah Mabi," ucap Galang saat di perjalanan mengantar Shenna pulang.
"Mabi?" tanya Shenna penasaran, mencerna kalimat yang keluar dari mulut Galang sangat asing.
"Yah Mabi (Ma Bebi)" penjelasan Galang membuat Shenna memeluknya erat di atas motor.
"Nikah yuk," canda Galang membuat Shenna kaget.
"Ish, kuliah aja belom," cibir Shenna manja.
"Yah nanti lah," goda Galang, Shenna hanya memanas, pipinya merah kali ini.
Suasana kota Bandung memang sangat sejuk malam itu, menyaksikan dua orang yang sedang berbahagia. Mekar bunga sampai minder melihat kebahagiaan mereka.
"Nih," ucap Galang lalu mengusap rambut Shenna yang berantakan karena terkena angin. Coklat dan bunga mawar merah berhasil merekat di tangan mungil Shenna.
"Apaan ini?" tanyanya pura-pura bingung. Jelas iya tau itu apa.
"Itu... Kue" ucap Galang sinis. Shenna berhasil memperdaya Galang, tawa Shenna pecah.
"Wkwkwk becanda yang,"
"Yang?" tanya Galang menyiritkan dahinya.
"Sayang," ucap Shenna memperjelas lalu tersenyum.
"Ohh itu, masuk gih. Nanti ada yang nyulik,"
"Siapa emang?" tanya Shenna penasaran.
"Aku," ucap Galang.
Vote and comment yah.
Thankyou.
KAMU SEDANG MEMBACA
Galang dan Shenna [COMPLETED]
Fiksi RemajaBercerita tentang sebuah kepercayaan yang harus di buat. tentang sakitnya sebuah penghianatan. tentang indahnya mencintai lalu berujung ke pernikahan. ** Dia mungkin awalnya kutub utara, sekarang dia hangat seperti asia timur. Dia suamiku yang terla...
![Galang dan Shenna [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/132884254-64-k229358.jpg)