Shenna hanya tertegun melihat David yang mulai menjauh.
Gimana kabarnya?. Batin Shenna bertanya-tanya.
"Sayang, yuk," ajak Galang lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Shenna.
**
"Makasih sayang," ucap Shenna kepada Galang yang memberinya secangkir teh hangat.
Mereka sekarang berada di salah satu kamar hotel, tempat resepsi mereka.
"Yang, aku mau punya banyak bayi," ucap Galang, seketika membuat Shenna terkejut akan rencana kilat Galang yang sudah tidak sabar untuk menimang bayi.
"Aku mau cowok 2 dan cewek 3," suara Galang terhenti sambil memikirkan kalimat selanjutnya.
"Kalo bisa sih, 5 cewek dan 4 cowok," ucap Galang lagi. Shenna hanya menelan ludahnya mencerna kata-kata Galang.
Shenna lalu meraih tubuh Galang, duduk pangkuan Galang yang sedang duduk, ia melingkarkan tangannya ke leher Galang lalu mecium bibirnya mesra.
Cup...
Satu kecupan membuat Galang tersenyum. Galang lalu memeluk tubuh Shenna yang masih berada di atas pangkuannya lalu mecium bibirnya, melumat mesra menyusuri setiap incinya. Nafas mereka memburu satu sama lain, Galang lalu meraih tegaknya menggendong Shenna yang masih menciumnya lalu melanjutkan aktivitasnya di tempat tidur.
**
"Sayang, bangun sarapan," pinta Shenna, Galang masih menggeliat di atas kasur, manja.
"Ish, bangun," ucap Shenna sambil menghampiri Galang yang masih stay di atas tempat tidur. Shenna mengambil guling lalu memukul kepala Galang.
"Istri yang jahat," cibir Galang lalu bangkit.
Galang sangat manja, Shenna baru mengetahuinya akhir-akhir ini, dia baru menemukan sifat asli dari kekasihnya itu. Galang menekan pundak Shenna lalu mencium dahinya mesra.
"Pagi sayang," Galang tersenyum lebar.
Shenna menutup matanya sekilas merasakan kehangatan Galang yang begitu mengisi setiap rongga di dalam otaknya. Yang Shenna mau hanya ingin hidup bersama Galang selamanya.
**
Shenna berjalan memasuki mall sambil menggandeng Galang. Mereka bak pasangan muda yang lagi pacaran. Mereka mencari perabotan rumah tangga untuk mengisi rumah baru mereka, rumah bernuansa klasik modern berwarna putih. Setelah mencari perabotan mereka bergegas ke kafe untuk menyantap makanan.
"Yang, David kok bisa dateng di pernikahan kita," ucap Shenna penasaran.
"Nggak tau," ucap David sinis.
"Kamu masih ingat-ingat dia?" tanya David serius.
"Nggak sayang," ucap Shenna membela diri.
"Oh," ucap Galang dengan biasa saja.
**
"Ahh," ucap David merasa puas karena telah mendapatkan klimaksnya, begitupun wanita yang ia tiduri hanya mendesah.
David adalah pengusaha di Bandung. Bisnisnya fokus di bidang kuliner, ia menghabiskan hidupnya hanya untuk bercinta. Ia belum berniat menikah, memberikan dirinya seutuhnya kepada wanita.
David baru menyadari dirinya yang hiperseks, tidaklah aneh jika ia tidak tahan untuk tidak berhubungan seminggu saja.
"Kamu boleh pergi," ucap David kepada perempuan itu lalu menyodorkan amplop berisi uang tunai sebagai bayaran telah memuaskan nafsunya malam ini. Perempuan itu hanya tersenyum lalu mencium pipi David sekilas lalu pergi.
Ia terdiam memikirkan dirinya yang datang ke acara pernikahan Shenna dan Galang. Ia lagi-lagi tersenyum sendiri.
"Aku bahagia kalo kamu bahagia," ucap David membayangkan wajah Shenna.
**
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Galang dan Shenna [COMPLETED]
Teen FictionBercerita tentang sebuah kepercayaan yang harus di buat. tentang sakitnya sebuah penghianatan. tentang indahnya mencintai lalu berujung ke pernikahan. ** Dia mungkin awalnya kutub utara, sekarang dia hangat seperti asia timur. Dia suamiku yang terla...
![Galang dan Shenna [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/132884254-64-k229358.jpg)