Happy

2K 36 0
                                        

Aku bahagia bisa memberikan waktuku, umurku hanya untuk hidup bersama denganmu.

Galangku,
Di Bandung 2017.






"Yang," ucap Shenna mesra. Terik menyambut pagi meninggalkan malam yang sendu. Pagi yang mesra kini datang menghampiri.
"Aku bahagia," ucap Shenna lagi, tangannya mengelus wajah Galang, memastikan pagi ini ia masih ada di bumi pertiwi. Shenna lalu tersenyum, memikirkan betapa bahagianya dirinya atas hadiah dari Tuhan untuknya. Pacaran bertahun-tahun yang ujungnya pernikahan itu sangat mewah bagi Shenna. Ia takkan menyia-nyiakan Galangnya kali ini, pertama dan terakhir. Jika ada pengukur bahagia di bumi ini, mungkin Shenna adalah orang yang pertama.

"Hmmmm," desah Galang manja lalu mempererat pelukannya, seakan tidak ingin jauh dari wanitanya.

"Bangun kebo!" cibir Shenna, akan tetapi Galang tak merespon kata-kata Shenna. Shenna lalu melepas paksa pelukan Galang untuk bergegas ke dapur menyiapkan sarapan pagi.

Setelah berhasil melepas paksa pelukan Galang, Shenna lalu meraih tegaknya, belum sempat bejalan, kaki Galang dengan sigap melingkar ke pinggang Shenna, alhasil Shenna jatuh tersungkur ke kasurnya lalu Galang kembali memeluk Shenna.

Shenna hanya tertawa, melihat kekasihnya itu seperti anak kecil yang tidak mau lepas dari induknya.

**

"Kamu rencana kapan ambil cuti?" tanya Galang lalu memasukan spaghetti buatan Shenna.

"Sebentar aku ambil cuti untuk ngurus pernikahan kita," jawab Shenna.

"Bagus deh,"

"Kamu sendiri, kapan?" tanya Shenna.

"Kemarin," ucap Galang, Shenna terkejut.

"Loh, cepet amat," ucap Shenna.

"Yah, pengen cepat nimang bayi lah," cibir Galang. Shenna menelan ludahnya lalu meminum air putih yang ada di dekatnya.

"Emang kamu yakin, mau cepet punya bayi?" goda Shenna.

"Berusaha dong, kalau perlu pagi, siang dan malam kita usaha," goda Galang lalu Shenna menggelengkan kepalanya. Ia baru tau kalo Galang sangat bernafsu akhir-akhir ini.

**

Bandung 2017

"Saya mau meminta restu tant, om. Saya ingin menjaga Shenna selamanya. Perkenankan saya untuk melamar anak om," ucap Galang kepada orang tua Shenna.
"Kalau tujuannya baik, kenapa tidak? toh, pernikahan juga sunah," mendengar pernyataan Papa Shenna, Galang langsung meraih tangan papa Shenna lalu menciumnya.

"Makasih om, saya janji akan membahagiakan Shenna seutuhnya, menjaga dia di kala sakit dan kapanpun,"

**

"Yang, kayanya ini bagus deh," ucap Shenna menunjuk gaun indah karya Rose Aurora. Dress putih yang panjangnya dua meter.

"Iya bagus tuh," ucap Galang.

Setelah dari Butik, Shenna menatap lekat-lekat es krim yang ada di alun-alun kota Bandung, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Galang. Kurang dari seminggu mereka mengurus semuanya dengan sempurna.

"Kamu mau?" tanya Galang melirik es krim yang dari tadi di lihat oleh Shenna. Shenna hanya mengangguk, seperti anak kecil.

"Aku janji akan menjaga kamu dan membahagiakan kamu selamanya," ucap Galang lalu memegang tangan Shenna.

"Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan, mendatangkan bidadari yang ia utus dari langit, memberikan aku pelajaran betapa indahnya menghargai perasaan kamu saat banyak wanita yang memintaku untuk kencan walau semalam, aku tak peduli kata temanku yang bilang "Bro, kamu udah lama ldrran, mending nyari juga disini," katanya, tapi aku tetap bersikukuh untuk menjaga komitmen yang aku buat sebelum kita pacaran,"  Shenna hanya tersenyum mendengarkan kata manis Galangnya, sangat tulus.

**

Gaun putih berseri melekat sempurna di tubuh Shenna, rambut bergelombangnya ia urai, tampak anggun mempesona. Galang dibalut jas hitam berdasi merah. Dekorasi bernuansa putih dan merah mawar.

Setelah dinyatakan sah oleh penghulu, kini Galang dan Shenna sedang menyambut para tamu yang hadir memberi ucapan selamat.

1 2 3

Bucket mawar putih di lempar Shenna, tamu yang datang segera berebut untuk mendapatkannya. Siska sangat kegirangan karena berhasil mendapatkan bucket itu, yang katanya jika seseorang mendapatkan bucket yang di lempar pengantin, akan menjadi pengantin juga tahun depan. Entah itu mitos atau fakta.

"Yeeeee," ucap Siska.

"Galang tolong fotoin aku dengan Shenna," pinta Siska memberikan handphonenya kepada Galang lalu berpose cantik memeluk Shenna.

1 2 3

Cekrek..

Shenna hanya menggelengkan kepanya melihat tingkah laku Siska. Siska yang tangguh kini mulai menjadi sosok panutan di universitas yang berada di Bandung. Ia sekarang adalah seorang dosen. Hubungannya dengan Marco tak berjalan mulus, putus nyambung sampai sekarang.

"Selamat Bro," ucap Sandy, Gery dan Marco lalu memeluk Galang secara bergantian.

"Thanks guys," ucap Galang.

"Siska disana Marco," ucap Galang menunjuk Siska yang sedang menyantap makanannya.

"Oke, aku kesana dulu," pamit Marco lalu menghampiri Siska.

"Jangan lama-lama di biarin, ntar di embat orang," cibir Galang. Marco hanya balik sekilas untuk memberikan jari tengahnya.

Galang hanya tertawa.

"David?" ucap Shenna tertegun melihat sosok yang sudah lama sekali tak ada kabar.

"Selamat yah Shen," ucap David menjabat tangan. Galang hanya menyaksikan mereka berdua.

"Thanks," ucap Shenna. David lalu menepuk pundak Galang untuk memberi selamat.

"Selamat juga Bro," ucapnya. Galang hanya tersenyum.







Vomment guys.
Thanks.

Galang dan Shenna [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang