Alasan Klasik

1.5K 39 0
                                        


Mungkin cinta kita tak seindah cerita mama bertemu papa, tak seromantis Rasulullah kepada Aisyah, dan tak melegenda seperti romeo dan juliet. Kita bisa memperindahnya dengan cara kita sendiri.




"Ma, emang mba Ria, asal mana?" tanya Shenna penasaran.

"Asli Bandung, dulu teman mama waktu Sma" Shenna hanya mengangguk.

"Kamu mau nggak sama David?" tanya mama, dan langsung dibalas dengan ekspresi Shenna yang terkejut. Bagaimana tidak, mama pasti akan menjodohkannya dengan David, seperti di cerita-cerita mainstream. Pertemuan mama dengan teman lamanya, terus temen mamanya punya anak cowok yang ternyata satu sekolah dengan anaknya, terus mereka berdua berencana menjodohkannya. Itu sangat klasik bagi Shenna.

"Enggak," ucap Shenna tegas.

"Becanda kok, emangnya ini zaman sitti nurbaya apa?" pekik mama Shenna yang berhasil mengerjai anaknya itu. Shenna hanya merengek manja.

"Kalo mama suka nggak sama Galang?" tanya Shenna sepanjang alun-alun kota Bandung, mama Shenna menyetir dengan tenang.

"Suka, kalo kamu suka mama juga dong," jawab mama dan Shenna langsung memeluk mamanya dengan hangat.

"Shen, gimana kalo kita mampir makan, emmm, di kafe deket sini kan harusnya ada," ucap mama sambil memandang ke seluruh bagian.

"Kalo nggak salah disini deh. Oh itu dia," ucap mama Shenna yang berhasil menemukan kafe favoritnya.

Merekapun turun, Shenna hanya mengekori mamanya dari belakang. Tiba-tiba langkah kaki Shenna terhenti melihat sosok yang ada di hadapannya.

"Galang," ucap Shenna lalu menghampirinya. Setelah mamanya masuk ia baru menyadari Shenna yang tak lagi di belakangnya.

"Kemana tuh anak?" gerutunya, lalu mencari handphonenya untuk menghubungi Shenna.

"Kak" ucap Shenna dengan senyumannya, ia tak menyangka akan bertemu Galang disini.

"Hey, kamu ngapain kesini?" tanya Galang refleks.

"Mampir doang," lalu Galang memperkenalkan Shenna kepada teman-temannya.

"Guys, dia murid aku di Genie," sontak membuat Shenna membulatkan matanya, ia bertanya-tanya, kenapa Galang menyebut dia murid? "not his girl"

Shenna hanya membalas senyuman yang diberikan oleh teman-teman Galang. Ekspresi Shenna berubah.

"Dia pacar aku," ucap Galang yang melanjutkan kallimatnya, Shenna berubah ekspresi yang tadinya masam berubah menjadi senyuman.

kring kring.. kring...

Shenna mengambil handphonenya, ternyata mamanya.

"Iya ma, aku kesana sekarang,"

"Permisi, saya mau minjem Galang dulu," ucap Shenna ramah.

"It's okay,"

Shenna memegang tangan Galang dan membawanya ke kafe tempat mamanya menunggu.

"Mau kemana emang?" tanya Galang pasrah.

"Udah ikut aja,"

Mereka berjalan tidak lebih dari satu meter, akhirnya mereka berhasil masuk ke kafe dengan posisi Shenna yang masih memegang tangan Galang.

"Ma" ucap Shenna memanggil mamanya yang tak jauh dari pojok, kursi nomor 6.

"Eh, ada Galang juga?" tanya mama terkejut melihat Galang.

"Iya tan," ucap Galang lalu meraih tangan mama dan menciumnya.

Sebelum makanan datang, mereka hanya duduk. Galang asyik mengusili Shenna dengan mencubit tangan Shenna.

"Kalo diingat dulu. Papa kamu Shen, orangnya romantis banget," ucap mama Shenna membuka kata.

"Terus-terus ma?" tanya Shenna penasaran.

"Pernah dulu, waktu Sma, ada cowok yang naksir sama mama, pas papa kamu tau, motor cowok itu diilangin satu bannya sama papa kamu" ucap mama Shenna.

Tawa mereka pecah ketika membahas ini. Kisah cinta mama Shenna memang asik untuk diceritakan, bertemu bad boy di sekolah waktu pertama kali mama pindah ke Bandung. Sejak itu yang berurusan dengan mama Shenna pasti kena sial setelahnya. Itu semua akibat dari papa Shenna.

"Pernah lagi, dia berani mampir kerumah mama. Kamu tau kan? kakek seorang TNI? papa kamu nggak gentar untuk kerumah mama saat itu, sampai-sampai dia sakit pas pulangnya, saking takutnya sama kakekmu" tawa mama Shenna.

"Emm, berarti papa jagoan dong ma?" tanya Shenna ingin tau.

"Yaiyalah, dia dulu ngelakuin apa aja buat mama, sampai-sampai pas mama lagi ngidam kamu,rujak pedas jam 12 malam. Ia beliin walau waktu itu jarak rumah kita dari kedai rujak kurang lebih satu setengah jam naik motor" ucap mama bangga.

Shenna hanya menatap Galang sambil tersenyum.















Please comment dan vote.

Galang dan Shenna [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang