Hari bahagia

2.6K 68 0
                                        

Walau cintaku itu dimulai dari lima detik, apakah kamu sungkan untuk membalasnya?

Shenna alive lyata
18 januari 2010
Di-Bandung

~~~

"Ma...," teriak Shenna memecah suasana keheningan rumah.

"iya sayang," jawab mama Shenna sambil berjalan naik ke lantai dua, dia tau persis pasti Shenna meminta untuk mencarikan barangnya yang hilang.

"kebiasaan ini anak," gerutu mama Shenna.

"kenapa Shenn?" tanya mama Shenna yang berhasil sampai ke lantai dua dan membuka pintu kamar Shenna.

"Ma, dimana seragam batikku?" tanya Shenna yang sudah panik karena waktu sudah mau jam tujuh pagi.

"hmmmm, kayaknya belum di cuci deh di ruangan bawah," singkat mama Shenna dan dibalas dengan muka terkejut Shenna.

"Mati aku" jawabnya sambil menepuk jidatnya.

Shennapun langsung lari menuju lantai bawah untuk mengeceknya dengan gesit.

"Mama ih," ucap Shenna merengek manja karna ia berhasil dijahilin sama mamanya. Mamanya hanya ketawa penuh kemenangan, maklumlah mereka berdua layaknya adik kakak. Shenna juga merupakan anak satu-satunya dan ia sangat manja.

***

"Shenn, kamu nggak salah suka sama dia?" tanya Siska terkejut setelah mendengarkan curhatan Shenna yang berbunga-bunga.

"Aku Serius!" suara lantang Shenna hampir membuat semua orang di kelasnya berbalik ke arahnya. Shenna kembali dengan wajah berbinar-binar.

"Terserah kamu deh," ucap Siska sambil memutar bola matanya, seakan tak peduli apa yang di kemukakan Shenna barusan.

"Dengar yah Shen, kak Galang itu bukan seperti yang kamu kira, dia itu orangnya pemilih, dingin dan susah di tebak," lanjut Siska menjelaskan karna ia tidak mau sahabatnya itu terjerumus ke dalam cinta yang salah.

"Aku nggak peduli," Shenna bersikukuh untuk mendekati kak Galang, walau nanti ia bakal tau jalan yang dia ambil itu kesalahan fatal.

Tak terasa jam sekolah sudah berakhir setelah Shenna secara resmi mengikrarkan kalau dia ingin mendekati Galang, Siska sangat tidak setuju dengan keputusan yang dipilih oleh Shenna karna ia tahu semuanya tak berjalan lancar.

***

Kota Bandung pukul 18.15

Hujan yang melanda kota itu sangat deras, entah kenapa hujan yang melanda kota itu sering terjadi jika malam tiba sampai penduduk kota itu malas untuk beraktivitas, tapi tidak untuk Shenna Alive. Ia sangat antusias untuk ke Genie.

"Ma... aku pergi dulu," ucap gadis keras kepala itu lalu menghilang begitu saja.

"Apa sebaiknya kamu tidak pergi dulu?" tanya mama Shenna yang sempat menghentikan langkah kaki Shenna.

"Nggak papa kok ma," jawab Shenna sekilas lalu kembali berjalan ke mobil dengan menutup kepalanya dengan buku ping mudanya.

Sesampainya di Genie, Shenna hanya duduk menunggu teman kelasnya datang, dia sangat tidak sungkan untuk bertanya, akan tetapi setelah hampir setengah jam menunggu mulut gadis itu terbuka untuk melontarkan beberapa kata.

"Apa belum ada yang datang?" tanyanya canggung.

"Kamu bisa masuk duluan, tentor akan masuk," jawab kak Sari.

Shennapun melangkahkan kakinya ke Genie 4 dan melihat sekali lagi ke belakang, ternyata nihil, tak seorangpun datang malam ini. Shenna mengambil tempat yang strategis yaitu ditengah, tak seorangpun mengisi kelas. Genie 4 sangatlah horor untuk malam ini, lalu dia memutuskan untuk membuka ponselnya untuk mengurangi rasa takutnya.   

"Cuma kamu doang?" tanya Galang yang berhasil membuat jantung Shenna copot malam itu, bagaimana tidak dia tidak memberi aba-aba akan kedatangannya.

"Iiiya kak," jawab Shenna terbata-bata. Shenna mungkin bisa menyembunyikan perasaannya malam ini, itu yang ada di benak Shenna saat kak Galang mulai membuka bukunya untuk memberi materi.

Setelah hampir setengah jam Shenna hanya fokus untuk pelajarannya malam ini, akan tetapi Shenna tak lupa mencuri-curi muka sekilas. Galang sebenarnya sudah bisa membaca raut wajah seseorang, dia tau kalau gadis itu menyukainya akan tetapi Galang tak peduli dengan Shenna, dia hanya berfikir dia akan menjadi korban cinta monyet gadis seperti Shenna.

"Oh ya, siapa nama kamu?" tanya Galang biasa saja.

"Shenna Alive Lyata," tuturnya.

"Kamu punya nama yang bagus," ucap Galang seperti ingin ketawa sekencang-kencangnya karna dia bukan tipe penggombal, tapi ia ahli membuat puisi. Shenna hanya terdiam tak bisa berkata-kata.








jangan lupa vote and comment.
thankyou.

Galang dan Shenna [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang