Claire melepaskan safety belt menuruni mobil ketika sudah sampai di depan pintu gerbang. Untunglah jalanan tidak macet jadi Claire bisa menembak kurang dua menit lebih cepat. Melihat tak ada seorangpun berjaga di pos, Claire membuka pintu gerbang engsel sendiri. Berlari masuk ke dalam ruangan secemas mungkin.
Begitu menjejakkan kaki, kondisi ruangan tampak bagai kapal pecah. Penuh dengan tebaran pecahan kaca dan keramik sepanjang lantai. Lukisan yang koyak terobek dengan flame patah berterbangan. Dan tuan diktator yang duduk bagikan raja di awasi dua pengawal bersebelahan. Tatapan pria itu setajam silet. Kedua tangan tergepal dan terbalut kain perban yang basah menampakan darah.
" D d Duke." Claire tidak mengerti situasi saat ini. Semua pelayan berdiri berderetan dengan kepala tertunduk seakan sedang kena hukuman. Sharon tampak diam dan Fiona tidak berkutik.Melihat kembali sosok yang begitu dia rindukan, Duke merasa seluruh perjuangannya terbayar penuh. Claire berdiri dengan tubuh sehat dan baik saja sama seperti terakhir kali dia melihatnya. Matanya, rambutnya, kulitnya semua masih cantik tidak berkurang seapapun. Terutama bulu mata yang lentik dan mata coklatnya yang memukau. Selalu mendebarkan hati Duke setiap kali memandangnya.
" Kenapa kau tidak menjawab teleponku!" Kata itu Claire yakin di tujukan kepadanya" D Duke tanganmu berdarah." Claire menyadari melihat kain perban di kedua kepalan tangan Duke basah akibat darah. Tak peduli akan pandangan orang, Claire main menarik kotak p3 k dari laci. Dirinya membalut luka Duke begitu saja seakan tubuhnya bergerak sendiri.
" Aku tak peduli!! Kemana saja dirimu selama ini!Kenapa tidak tinggal di kediaman Mchandy!Kau membuatku cemas!" Duke mengguncang tubuh claire
"Ok ok bukankah aku sudah diisini sekarang. Kau bisa melepaskan mereka sekarang." Claire mencoba menenangkan
" Kau hampir cemas setengah mati padamu." Duke langsung memeluk Claire tak peduli seberapa banyak tatapan orang.
Beda dengan pandangan Claire. Wanita itu kaget. Belum lagi tatapan Lupita dan Jonas membentuk huruf o menyaksikan pertunjukan itu. Sedangkan Fiona hanya mendesah panjang. Sharon kaget bercampur bingung karena Duke bertindak keluar jalur dari biasanya.
" Hmm.. Duke aku baik saja. Kau bisa lepas." Claire sedikit menjauh.
" Ada gerangan apa ini?""Kalau bukan karena dirimu masih bertanya lagi. Cepat minta maaf pada Duke. Kau pasti melakukan kesalahan lagi." Maki Sharon. Dia selalu tidak suka pada Claire. Baginya wanita itu seperti iblis.
" Tapi apa yang kulakukan?" Claire bingung sendiri.
" Kau pergi tanpa pamit. Kau hilang begitu saja masih bilang kau tak bersalah." Lanjut Sharon. " Kau datang saja tidak menghampiriku. Apa begini rasa hormat yang selama ini ku ajarkan padamu."
" Maafkan aku karena kupikir tadi Tante pasti sibuk jadi aku tak ingin ganggu. Dan Duke aku baik dan sehat lagian kau juga tak perlu repot mencariku. Aku akan pulang kalau pekerjaanku selesai. Bukankah selama ini aku juga begitu."
" Dasar anak tak tau adat." Maki Sharon lebih baik dia pergi jauh daripada melihat wajah Claire terlampau lama membuatnya kesal. Kalau bukan demi Fiona Sharon dari awal sudah medepak Claire dari rumahnya.
Claire tak mengerti letak kesalahannya dimana. Fiona saja kembali memutar kursi roda berlalu pergi. Dia kecewa sekali pada Claire bukan karena makian Sharon tapi karena Claire begitu bodoh masih saja terus jatuh hati pada Duke. Fiona sedikit merasa bersalah pada Qasim.
Melihat semua orang membubarkan diri, Claire merasa dia memang perlu minta maaf pada Duke
" Maafkan aku kalau aku tak memberi kabar apapun padamu. Kau pasti marah sekali. Tapi aku hanya pikir kalau kau mungkin akan kembali ke hidup normalmu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Falling For My Surrender
RandomSetelah di usir dan di ceraikan secara paksa oleh suaminya, Claire wesley di tarik bekerja oleh kakaknya janet sebagai agen rahasia. Sebagai seorang agen handal claire harus menjalani latihan militer yang keras. Lima tahun kemudian, claire wesley ke...